Sisipublik.com – Pabrik Grease Shell Indonesia mulai beroperasi dengan kapasitas produksi sekitar 12 juta liter per tahun. Kehadiran fasilitas tersebut memperbesar porsi pasokan pelumas buatan dalam negeri dan memperkuat rantai pasok untuk kebutuhan industri nasional.
Shell Indonesia membangun fasilitas manufaktur tersebut sejak pertengahan 2025. Kementerian Perdagangan menilai pengoperasian pabrik dapat memperkuat keterhubungan antara investasi, industri, dan perdagangan sekaligus mendukung ketersediaan produk di pasar domestik.
Pabrik Grease Shell Tingkatkan Pasokan Produksi Lokal
Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia Andri Pratiwa menyebut Pabrik Grease Shell membuat porsi pasokan grease buatan dalam negeri meningkat dari sekitar 90 persen menjadi lebih dari 98 persen. Perusahaan juga menyatakan fasilitas tersebut menggunakan tenaga kerja lokal Indonesia.
Dengan kapasitas sekitar 12 juta liter per tahun, fasilitas tersebut juga memiliki peran dalam jaringan produksi Shell untuk melayani kebutuhan pasar regional. Kemendag menempatkan peningkatan kapasitas manufaktur domestik sebagai bagian dari upaya memperkuat basis industri Indonesia.
Investasi Dorong Penguatan Industri Domestik
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan investasi pada fasilitas manufaktur perlu memberikan dampak lebih luas terhadap ekosistem industri. Menurut dia, industri domestik membutuhkan pasokan yang andal dan produk yang kompetitif agar mampu menghadapi perubahan perdagangan global.
Data BKPM menunjukkan realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun. Nilai tersebut tumbuh 7,2 persen secara tahunan dan menciptakan lapangan kerja bagi 1.448.862 tenaga kerja Indonesia.
Karena itu, pemerintah mengaitkan investasi manufaktur dengan agenda peningkatan nilai tambah dan penguatan industri dalam negeri. Namun, dampak terhadap perdagangan dan industri akan bergantung pada perkembangan produksi, penyerapan tenaga kerja, serta keterhubungan fasilitas dengan rantai pasok nasional.
Tenaga Kerja Lokal Jadi Bagian dari Operasional
Selain meningkatkan kapasitas produksi domestik, Shell menempatkan tenaga kerja Indonesia dalam pengoperasian fasilitas tersebut. Pemerintah berharap pekerja lokal memperoleh kesempatan mengembangkan keterampilan dan pengalaman dengan standar industri internasional.
Langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor manufaktur. Dengan demikian, manfaat investasi tidak hanya terlihat dari kapasitas produksi, tetapi juga dari pengembangan kompetensi tenaga kerja yang terlibat di dalamnya.
Pemerintah Fokus Jaga Pasokan Domestik
Kemendag menilai ketersediaan produk dari fasilitas manufaktur dalam negeri dapat membantu industri memperoleh pasokan secara lebih efisien. Produksi lokal juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri untuk kebutuhan produk sejenis.
Wamendag Roro menyampaikan bahwa pemerintah akan terus menjaga iklim usaha dan perdagangan agar pelaku usaha memperoleh kepastian dalam menjalankan investasi. Pemerintah juga berharap pengembangan fasilitas manufaktur dapat memperluas keterhubungan industri Indonesia dengan pasar regional dan global.
Dengan mulai beroperasinya fasilitas tersebut, perhatian berikutnya tertuju pada kemampuan pabrik mempertahankan produksi, memenuhi kebutuhan pasar domestik, serta memperkuat keterlibatan tenaga kerja dan pelaku industri lokal dalam rantai pasok.










Komentar