Pemerintah mempercepat Program Listrik Desa, ESDM Fokus Atasi Kendala Lapangan

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah mempercepat Program Listrik Desa, ESDM Fokus Atasi Kendala Lapangan (foto: pln)

Pemerintah mempercepat Program Listrik Desa, ESDM Fokus Atasi Kendala Lapangan (foto: pln)

Sisipublik.com – Pemerintah mempercepat pemerataan akses listrik nasional lewat Program Listrik Desa (Lisdes) pada 2026. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama pemerintah daerah mendorong pelaksanaan program meski masih menghadapi sejumlah tantangan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyebut hambatan utama berkaitan dengan proses perizinan, akses infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, hingga ketersediaan lahan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal.

Menurut Tri, Program Lisdes menjadi Proyek Strategis Nasional yang membutuhkan dukungan aktif lintas sektor, terutama dari pemerintah daerah agar kendala di lapangan bisa segera teratasi.

Baca Juga :  Ilmuwan Muda Terbaik 2026: Riset Kemiri dan Tempe Antar Dua Peneliti SGU Raih Nominasi Bergengsi

Hingga 30 April 2026, realisasi Program Lisdes melalui pembiayaan Anggaran Biaya Tambahan 2025 sudah mencapai 1.403 lokasi atau sekitar 92,5 persen. Jumlah itu meningkat dari target awal 1.285 lokasi menjadi 1.516 lokasi.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan listrik menjadi kebutuhan penting untuk menunjang kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga :  Jadwal KRL Jogja Solo, yang Perlu Diketahui Penumpang

Ia menargetkan seluruh desa di Sulawesi Tengah sudah menikmati akses listrik paling lambat pada 2029.

Di sisi lain, Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis, Andriah Feby Misna, mengatakan pemerintah telah menyiapkan roadmap Lisdes 2025–2029.

Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan listrik desa di 2.065 di berbagai wilayah Indonesia. Pemerataan akses listrik menjadi langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperluas pembangunan hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. (j/*)

Berita Terkait

Penertiban Kawasan Hutan Masuk Tahap Pengumuman, Prabowo Minta Proses Terbuka
Penguatan Pelatih Guru Jadi Strategi Kemenag Perluas Pembelajaran Numerasi Madrasah
BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu
Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok
Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik
Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai
KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul
Panglima Jilah Dorong Masyarakat Adat Jadi Mitra Penanganan Karhutla di Kalbar
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:00 WIB

Penertiban Kawasan Hutan Masuk Tahap Pengumuman, Prabowo Minta Proses Terbuka

Sabtu, 5 September 2026 - 17:00 WIB

Penguatan Pelatih Guru Jadi Strategi Kemenag Perluas Pembelajaran Numerasi Madrasah

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu

Rabu, 2 September 2026 - 19:26 WIB

Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik

Berita Terbaru