Ilmuwan Muda Terbaik 2026: Riset Kemiri dan Tempe Antar Dua Peneliti SGU Raih Nominasi Bergengsi

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilmuwan Muda Terbaik 2026: Riset Kemiri dan Tempe Antar Dua Peneliti SGU Raih Nominasi Bergengsi (foto: sisipublik)

Ilmuwan Muda Terbaik 2026: Riset Kemiri dan Tempe Antar Dua Peneliti SGU Raih Nominasi Bergengsi (foto: sisipublik)

Sisipublik.com – Swiss German University (SGU) kembali mencatat prestasi melalui Ilmuwan Muda Terbaik 2026. Kampus tersebut tidak hanya masuk nominasi sebagai Perguruan Tinggi Swasta Terproduktif di Bidang STEM 2026 versi LLDIKTI Wilayah IV, tetapi juga mengantarkan dua penelitinya masuk dalam nominasi ilmuwan muda berkat inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat. Pencapaian ini memperlihatkan komitmen SGU dalam menghadirkan riset yang aplikatif dan berdampak luas.

Dua peneliti yang menerima nominasi ialah Hery Sutanto dan Maria Dewi P.T. Gunawan Puteri. Keduanya menghadirkan inovasi di bidang pangan dan kesehatan dengan memanfaatkan potensi bahan lokal Indonesia. Selain menghasilkan temuan ilmiah, mereka juga mendorong penerapan hasil riset agar dapat digunakan langsung oleh masyarakat.

Ilmuwan Muda Terbaik 2026 Hadirkan Inovasi Berbasis Bahan Lokal

Hery Sutanto mengembangkan Kemirich Gold, minyak nabati berbahan dasar kemiri yang kaya nutrisi. Produk tersebut menawarkan manfaat untuk menjaga kesehatan jantung sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting. Melalui risetnya, Hery menunjukkan bahwa kemiri memiliki nilai ekonomi dan gizi yang tinggi apabila diolah dengan teknologi yang tepat.

Baca Juga :  Tata Kelola BGN Jadi Prioritas, Sudaryono Siapkan Sistem Transparan untuk Perkuat Program MBG

Menurut Hery, Indonesia memiliki kekayaan hayati yang melimpah, termasuk kemiri yang selama ini lebih sering digunakan sebagai pelengkap masakan. Padahal, kandungan gizinya mampu bersaing dengan berbagai minyak nabati impor apabila di proses secara optimal.

Lebih lanjut, hasil penelitian tersebut mulai memberikan manfaat nyata. BAPPEDA Kabupaten Tangerang memanfaatkan Kemirich Gold sebagai bagian dari program penurunan angka stunting. Langkah ini menunjukkan bahwa riset kampus mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui solusi yang praktis dan berbasis potensi lokal.

Inovasi Tempe Dorong Pangan Bergizi dan Kemandirian Masyarakat

Sementara itu, Maria Dewi P.T. Gunawan Puteri memperkenalkan inovasi pangan melalui pengembangan Tempe Semangit dan Rhisoya. Penelitian tersebut memanfaatkan teknologi fermentasi untuk menghasilkan produk bernilai gizi tinggi.

Rhisoya hadir sebagai bumbu tabur dengan kandungan protein mencapai 70 persen. Produk ini menawarkan pilihan pangan bergizi yang praktis, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak. Selain mengembangkan produk inovatif, Maria juga mengajak masyarakat desa mengolah hasil riset tersebut menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Rekomendasi Drakor yang Dibintangi IU, Nomor Terakhir Bikin Penonton Sulit Move On

Dengan pendekatan tersebut, penelitian tidak berhenti di laboratorium. Sebaliknya, inovasi mampu membuka kesempatan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pangan masyarakat.

Budaya Riset Menjadi Kekuatan Swiss German University

Rektor Swiss German University, Samuel P. Kusumocahyo, menyampaikan bahwa pencapaian institusi dan para peneliti merupakan hasil dari budaya riset yang terus berkembang di lingkungan kampus. Menurutnya, pengakuan tersebut membuktikan kualitas ekosistem penelitian yang di bangun secara konsisten.

Ia menegaskan bahwa SGU terus mendorong kolaborasi lintas disiplin, memperluas kemitraan dengan dunia industri, serta memperkuat inovasi yang memiliki manfaat nyata. Kampus juga berkomitmen menghasilkan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia hingga tingkat global.

Ke depan, SGU ingin terus melahirkan inovasi yang menjawab berbagai tantangan di bidang kesehatan, pangan, dan teknologi. Melalui kolaborasi antara peneliti, industri, pemerintah, serta masyarakat, kampus berharap hasil penelitian semakin mudah di terapkan dan memberikan dampak positif yang lebih luas. (j/*)

Berita Terkait

Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing
Teknologi PVT BRIN Manfaatkan Panas Panel Surya untuk Pengeringan Hasil Panen
Biogas dari Kotoran Sapi Bantu Warga Manokwari Selatan Atasi Kelangkaan Minyak Tanah
Dual Monitor Bantu Pangkas Perpindahan Jendela Saat Kerja di Laptop dan PC
MacBook Sleep atau Shutdown? Ini Pilihan yang Tepat Berdasarkan Situasi
Riset Jadi Cerita, BRIN Ubah Pengetahuan Ilmiah agar Lebih Dekat dengan Anak
Cara Bersihkan Layar HP agar Tetap Bersih dan Minim Risiko Goresan
Cara Download Aplikasi agar Smartphone Terhindar dari Malware
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Teknologi PVT BRIN Manfaatkan Panas Panel Surya untuk Pengeringan Hasil Panen

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Biogas dari Kotoran Sapi Bantu Warga Manokwari Selatan Atasi Kelangkaan Minyak Tanah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Dual Monitor Bantu Pangkas Perpindahan Jendela Saat Kerja di Laptop dan PC

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:00 WIB

MacBook Sleep atau Shutdown? Ini Pilihan yang Tepat Berdasarkan Situasi

Berita Terbaru