Keamanan Jemaah Umrah Indonesia Jadi Prioritas, Kemenhaj Perketat Pemantauan di Tengah Konflik Timur Tengah

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jemaah umrah Indonesia menjalankan ibadah di Makkah. Kemenhaj mengimbau jemaah meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan travel di tengah perkembangan situasi keamanan Timur Tengah (foto: kementerian haji dan umrah)

Jemaah umrah Indonesia menjalankan ibadah di Makkah. Kemenhaj mengimbau jemaah meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan travel di tengah perkembangan situasi keamanan Timur Tengah (foto: kementerian haji dan umrah)

Sisipublik.com – Keamanan jemaah umrah Indonesia menjadi perhatian utama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Pemerintah meminta jemaah meningkatkan kewaspadaan, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta mengikuti arahan otoritas setempat selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.

Kemenhaj menyatakan, hingga Senin, 12 Oktober 2026, pihaknya belum menerima laporan mengenai jemaah umrah Indonesia yang menjadi korban langsung dalam insiden serangan yang berkaitan dengan situasi tersebut. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Indonesia di Arab Saudi untuk memantau kondisi jemaah.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menjelaskan bahwa data kementerian hingga Minggu, 11 Oktober 2026, mencatat 37 jemaah yang berangkat dan pulang melalui Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Berdasarkan komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI Riyadh, tidak ada jemaah umrah Indonesia yang menjadi korban dalam serangan tersebut.

Keamanan Jemaah Umrah Indonesia dan Langkah Pencegahan

Kemenhaj mengimbau jemaah yang saat ini berada di Arab Saudi agar tetap tenang dan mengutamakan keselamatan selama menjalankan ibadah. Selain itu, jemaah perlu memusatkan kegiatan di Makkah dan Madinah serta menghindari perjalanan ke luar kedua kota tersebut jika tidak mendesak.

Baca Juga :  Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik

Jemaah juga perlu mematuhi arahan otoritas Arab Saudi, menjauhi lokasi yang berpotensi rawan, dan menjaga komunikasi dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).

Langkah tersebut bertujuan membantu jemaah memperoleh informasi terkini dan mengambil tindakan yang tepat apabila terjadi perubahan situasi keamanan maupun perjalanan.

Kemenhaj Minta Travel Umrah Aktif Mendampingi Jemaah

Selain mengingatkan jemaah, Kemenhaj meminta seluruh PPIU meningkatkan pengawasan dan pendampingan selama perjalanan. Penyelenggara umrah perlu memantau kondisi jemaah, memastikan jalur komunikasi tetap terbuka, serta menyampaikan perubahan jadwal dan langkah penanganannya secara jelas.

Dengan demikian, jemaah dapat segera menghubungi petugas apabila membutuhkan bantuan di lapangan. Travel juga perlu memberikan informasi yang akurat agar jemaah memahami perkembangan perjalanan dan tidak mengambil keputusan berdasarkan kabar yang belum terverifikasi.

Koordinasi antara jemaah, travel, dan perwakilan pemerintah menjadi penting, terutama ketika situasi keamanan berpotensi memengaruhi mobilitas maupun jadwal penerbangan.

Calon Jemaah Diminta Memeriksa Jadwal Keberangkatan

Bagi calon jemaah yang belum berangkat, Kemenhaj mengimbau mereka memastikan kembali status penerbangan dan kesiapan perjalanan melalui pihak travel masing-masing.

Baca Juga :  Pertemuan bilateral di Istana Élysée, Prabowo dan Macron Perkuat Kerja Sama Pertahanan hingga Ekonomi

Sebelum mengambil keputusan, calon jemaah perlu mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah. Apabila terjadi perubahan jadwal, mereka sebaiknya meminta penjelasan langsung dari penyelenggara perjalanan mengenai jadwal terbaru dan prosedur penanganannya.

Sementara itu, keluarga jemaah di Indonesia perlu menjaga komunikasi dengan anggota keluarga yang sedang menjalankan ibadah serta pihak travel. Kemenhaj juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena kabar keliru dapat menimbulkan keresahan.

Pemerintah Minta Masyarakat Mengikuti Informasi Resmi

Untuk memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, masyarakat dapat memantau kanal resmi Kemenhaj, Kementerian Luar Negeri, KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, serta otoritas Arab Saudi.

Kemenhaj menegaskan bahwa keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas pemerintah. Karena itu, kewaspadaan, komunikasi yang terjaga, dan kepatuhan terhadap arahan resmi menjadi langkah penting bagi jemaah, calon jemaah, keluarga, maupun penyelenggara perjalanan.

Pemerintah mengimbau seluruh jemaah agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengutamakan keselamatan selama menjalankan ibadah umrah di tengah perkembangan situasi keamanan Timur Tengah.

Berita Terkait

Karya Tari UIN Salatiga Bawa Tradisi Nusantara ke Panggung Internasional
Kerja Sama Akademik Kemenag-University of Münster Diperluas ke Pendidikan dan Riset Islam
Museum Mesir Jadi Rujukan Fadli Zon untuk Mengembangkan Ekonomi Budaya Indonesia
Pasar Yacht Tumbuh, Indonesia Buka Peluang Investasi Marina di Monako
Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Dunia Lewat Kerja Sama BRICS
Wisata Religi Indonesia-Uzbekistan Disiapkan Jadi Pintu Masuk Konektivitas dan Ekonomi
Potensi Pasar Wisata Pune Menguat, Kemenpar Catat Transaksi Rp12,8 Miliar
Politik Nonblok Indonesia Ditegaskan Prabowo di Tengah Perubahan Peta Global
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Keamanan Jemaah Umrah Indonesia Jadi Prioritas, Kemenhaj Perketat Pemantauan di Tengah Konflik Timur Tengah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Karya Tari UIN Salatiga Bawa Tradisi Nusantara ke Panggung Internasional

Minggu, 27 September 2026 - 06:00 WIB

Kerja Sama Akademik Kemenag-University of Münster Diperluas ke Pendidikan dan Riset Islam

Jumat, 25 September 2026 - 11:00 WIB

Museum Mesir Jadi Rujukan Fadli Zon untuk Mengembangkan Ekonomi Budaya Indonesia

Rabu, 23 September 2026 - 15:00 WIB

Pasar Yacht Tumbuh, Indonesia Buka Peluang Investasi Marina di Monako

Berita Terbaru