Purbaya Lakukan Penghematan MBG Rp 67 Triliun, Ini Penjelasan BGN

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Purbaya Lakukan Penghematan MBG (foto: CNBC Indonesia)

Purbaya Lakukan Penghematan MBG (foto: CNBC Indonesia)

Sisipublik.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penghematan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 67 triliun. Ia menyampaikan kebijakan tersebut dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan pada Selasa (19/5/2026).

Purbaya menjelaskan bahwa realisasi anggaran MBG saat ini telah mencapai Rp 75 triliun atau sekitar 22,4 persen dari total kebutuhan anggaran program. Pemerintah sebelumnya menetapkan anggaran MBG sebesar Rp 335 triliun untuk tahun ini.

Sesuai arahan Presiden, pemerintah menjalankan langkah efisiensi secara bertahap. Hingga kini, total penghematan dalam program MBG mencapai Rp 268 triliun.

Baca Juga :  Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Marathon 2026, Pengendara Perlu Siapkan Jalur Alternatif

Menanggapi kebijakan tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, memastikan bahwa pemangkasan anggaran hanya menyentuh kebutuhan operasional kantor pusat.

Nanik menjelaskan bahwa BGN mengurangi pengadaan yang tidak berkaitan langsung dengan jumlah penerima manfaat. Selain itu, lembaga juga memangkas anggaran perjalanan dinas serta penyelenggaraan acara di hotel.

“Pengurangan hanya berlaku untuk kebutuhan operasional yang tidak berhubungan dengan layanan utama. Saat ini, operasional kantor pusat sebagian besar hanya mencakup pembayaran gaji karyawan,” ujar Nanik, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga :  Prabowo Siapkan Strategi Hadapi El Nino 2026, Perkuat Modifikasi Cuaca dan Cegah Karhutla

Ia menambahkan bahwa BGN telah menjalankan penyesuaian tersebut dan menghentikan berbagai pengadaan baru untuk kantor pusat.

Meski pemerintah memangkas anggaran, Nanik menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan mengganggu operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pelaksana program di lapangan.

Menurutnya, pemerintah tetap mempertahankan anggaran untuk kebutuhan inti, termasuk pembelian bahan baku makanan, distribusi layanan, serta pembayaran gaji tenaga operasional di SPPG.

Dengan demikian, program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai target dan masyarakat penerima manfaat tetap memperoleh layanan tanpa perubahan. (j/*)

Berita Terkait

Kepala BGN Mundur, Nanik S. Deyang Pilih Fokus Jalani Pengobatan Jantung
Gas Blok Masela Diprioritaskan untuk Domestik, 60 Persen Produksi Masuk Pasar Dalam Negeri
Sidang Kabinet Paripurna 2026 Jadi Momentum Evaluasi Kinerja, Prabowo Perkuat Langkah Menuju Tahun Kedua Pemerintahan
Petani Sawit Produktif Dorong Sembilan Usulan Strategis untuk Tingkatkan Kesejahteraan
Proyek LNG Abadi Masela Serap 12.000 Pekerja, Prioritaskan 30 Persen Tenaga Kerja Lokal Maluku
TNI dan Polri Anak Kandung Rakyat, Prabowo Tegaskan Peran Nyata Dukung Masyarakat dan Ketahanan Pangan
Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak 43 Titik di Malang, Upaya Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
Cara Lihat Lowongan Magang Program Magang Nasional 2026, Cek Ribuan Kesempatan dari Berbagai Perusahaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:01 WIB

Kepala BGN Mundur, Nanik S. Deyang Pilih Fokus Jalani Pengobatan Jantung

Senin, 20 Juli 2026 - 20:30 WIB

Gas Blok Masela Diprioritaskan untuk Domestik, 60 Persen Produksi Masuk Pasar Dalam Negeri

Senin, 20 Juli 2026 - 19:30 WIB

Sidang Kabinet Paripurna 2026 Jadi Momentum Evaluasi Kinerja, Prabowo Perkuat Langkah Menuju Tahun Kedua Pemerintahan

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:00 WIB

Petani Sawit Produktif Dorong Sembilan Usulan Strategis untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:30 WIB

Proyek LNG Abadi Masela Serap 12.000 Pekerja, Prioritaskan 30 Persen Tenaga Kerja Lokal Maluku

Berita Terbaru