Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Kesiapsiagaan Kesehatan, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga mengenakan masker untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik Anak Krakatau yang menyebar ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa (Ilustrasi AI : sisipublik.com)

Warga mengenakan masker untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik Anak Krakatau yang menyebar ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa (Ilustrasi AI : sisipublik.com)

Sisipublik.com – Abu vulkanik Anak Krakatau yang menyebar ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa mendorong pemerintah memperkuat langkah mitigasi kesehatan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat di daerah terdampak untuk membatasi aktivitas di luar rumah guna mengurangi risiko gangguan pernapasan dan iritasi akibat paparan abu.

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berstatus Siaga (Level III) berlangsung sejak Jumat (4/9/2026). Berdasarkan pemantauan, sebaran abu vulkanik mencapai wilayah Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat karena pengaruh arah dan kecepatan angin.

Selain itu, abu vulkanik Anak Krakatau berpotensi memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, serta gangguan pada kulit. Risiko tersebut lebih besar bagi anak-anak, lanjut usia, serta penderita penyakit pernapasan dan kardiovaskular kronis.

Abu Vulkanik Anak Krakatau Tingkatkan Risiko Gangguan Kesehatan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas yang tidak mendesak di luar rumah. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker dan pelindung mata.

Baca Juga :  Pasokan Suplemen Ibu Hamil Diperkuat, Pabrik Bayer Bidik Kebutuhan Nasional dan Ekspor

“Kami mengimbau masyarakat tetap berada di dalam rumah jika tidak ada kebutuhan mendesak. Jika harus keluar, gunakan masker dan kacamata pelindung,” ujar Budi dalam konferensi pers daring, Minggu (6/9/2026).

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengucek mata apabila terkena abu vulkanik. Warga disarankan membersihkan mata dengan air bersih dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika keluhan berlanjut.

Selain itu, masyarakat dianjurkan segera mandi dan mengganti pakaian setelah beraktivitas di luar rumah karena partikel abu vulkanik memiliki tekstur halus dan dapat mengiritasi kulit.

Kemenkes Siagakan Layanan Kesehatan 24 Jam

Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes mengaktifkan Health Emergency Operating Center (HEOC) dari tingkat pusat hingga daerah terdampak. Dinas kesehatan di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat juga diminta menyiagakan puskesmas serta rumah sakit selama 24 jam.

Baca Juga :  Integrasi SATUSEHAT-SIAK Bikin Bayi Baru Lahir Dapat 3 Dokumen Sekaligus

Pemerintah turut memastikan distribusi logistik kesehatan berjalan lancar, meliputi masker medis dan N95, tabung oksigen, konsentrator oksigen, nebulizer, obat ISPA, serta obat untuk penanganan iritasi mata dan kulit.

Di sisi lain, abu vulkanik Anak Krakatau terus dipantau melalui koordinasi lintas sektor antara Kemenkes, BNPB, BMKG, dan PVMBG. Data sebaran abu dan kesiapan layanan kesehatan diperbarui secara berkala untuk mendukung langkah mitigasi.

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar hanya mengikuti informasi resmi pemerintah dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

Berita Terkait

SATUSEHAT RME Integrasikan Data Pasien Nasional, Akses Medis Kini Berbasis Individu
25 Prodi PPDS Hospital-Based Dibuka, Pemerintah Bidik Pemerataan Dokter Spesialis
Ayah Siaga Jadi Kunci Cegah Stunting pada 1.000 HPK
Karhutla Ancam Kelompok Rentan, Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan di Tujuh Provinsi
206 Relawan TCK Dikirim ke NTT, Enam Wilayah Terdampak Gempa Dapat Penguatan Medis
CKG Banten Tembus 5,9 Juta Peserta, Kemenkes Siapkan Model untuk Daerah Lain
Pasokan Suplemen Ibu Hamil Diperkuat, Pabrik Bayer Bidik Kebutuhan Nasional dan Ekspor
Rumah Sakit Lapangan Ruteng Jadi Penopang Layanan Operasi Pascagempa NTT
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 16:00 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Kesiapsiagaan Kesehatan, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Kamis, 3 September 2026 - 08:00 WIB

SATUSEHAT RME Integrasikan Data Pasien Nasional, Akses Medis Kini Berbasis Individu

Rabu, 2 September 2026 - 10:00 WIB

25 Prodi PPDS Hospital-Based Dibuka, Pemerintah Bidik Pemerataan Dokter Spesialis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Ayah Siaga Jadi Kunci Cegah Stunting pada 1.000 HPK

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Karhutla Ancam Kelompok Rentan, Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan di Tujuh Provinsi

Berita Terbaru