Wamenhaj Perkuat Pelindungan Jemaah, Travel Bermasalah Jadi Sorotan

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenhaj berdialog dengan forum KBIHU, PPIU, dan PIHK di Yogyakarta membahas penguatan pelindungan serta pelayanan jemaah haji dan umrah (foto: kementerian haji dan umrah)

Wamenhaj berdialog dengan forum KBIHU, PPIU, dan PIHK di Yogyakarta membahas penguatan pelindungan serta pelayanan jemaah haji dan umrah (foto: kementerian haji dan umrah)

Sisipublik.com – Pelindungan jemaah menjadi perhatian Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia setelah pemerintah masih menerima pengaduan mengenai travel yang melanggar aturan hingga membuat jemaah terlantar saat menjalankan ibadah haji dan umrah.

Hal itu disampaikan Wamenhaj saat berdialog dengan forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), serta Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di Yogyakarta, Minggu (6/9/2026).

Pelindungan Jemaah Perlu Diperkuat

Wamenhaj menilai pelindungan jemaah perlu mendapat perhatian serius karena pemerintah masih menemukan pengaduan terkait penyelenggara perjalanan yang melakukan pelanggaran dan dugaan penipuan.

Menurut dia, sejumlah jemaah bahkan datang ke kantor pusat untuk mengadukan persoalan setelah mengalami keterlantaran dalam perjalanan ibadah.

Karena itu, Wamenhaj meminta PPIU dan PIHK menjalankan layanan sesuai ketentuan. Penyelenggara juga perlu memastikan hak, keamanan, dan kebutuhan jemaah selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah.

Baca Juga :  Rekening Penampungan Jadi Fokus Kemenhaj-OJK Lindungi Dana Jemaah Umrah

Langkah tersebut penting agar jemaah memperoleh kepastian layanan sekaligus mengurangi risiko persoalan yang muncul akibat penyelenggara yang tidak menjalankan kewajibannya.

KBIHU Diminta Kembali Fokus Membina Jemaah

Selain persoalan travel, Wamenhaj menyoroti peran KBIHU dalam memberikan pembinaan kepada jemaah. Ia mendorong revitalisasi KBIHU agar lembaga tersebut kembali memperkuat fungsi bimbingan ibadah.

KBIHU memiliki posisi penting karena berinteraksi dengan jemaah melalui proses pembinaan dan pendampingan. Oleh sebab itu, aktivitas KBIHU perlu berorientasi pada peningkatan pemahaman dan kualitas pelayanan kepada jemaah.

Wamenhaj juga mengingatkan agar pembinaan tidak bergeser menjadi praktik yang menempatkan jemaah sebagai komoditas.

Dengan demikian, revitalisasi KBIHU tidak hanya menyangkut penguatan kelembagaan, tetapi juga memastikan jemaah memperoleh bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan ibadahnya.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina Juni 2026 Diperbarui, Dexlite dan Pertamina Dex Turun di Sejumlah Wilayah

Yogyakarta Dinilai Memiliki Tingkat Pelanggaran Relatif Rendah

Di sisi lain, Wamenhaj mengapresiasi penyelenggaraan haji dan umrah di Yogyakarta. Ia menilai kasus penipuan dan pelanggaran terhadap jemaah di wilayah tersebut relatif rendah.

Meski demikian, kondisi itu perlu dipertahankan. Pemerintah berharap KBIHU, PPIU, dan PIHK terus memperkuat koordinasi agar kualitas pembinaan dan pelayanan kepada jemaah semakin baik.

Sinergi antarpihak juga menjadi penting untuk mencegah munculnya praktik yang merugikan jemaah. Dengan pengawasan dan pembinaan yang lebih kuat, penyelenggara dapat menjalankan layanan secara lebih bertanggung jawab.

Pada akhirnya, penguatan pelindungan jemaah membutuhkan peran bersama antara pemerintah dan seluruh unsur penyelenggara haji serta umrah. Upaya tersebut diharapkan mampu menekan kasus penipuan dan pelanggaran sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah.

Berita Terkait

Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan
Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk
Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW
Bantuan Pertanian Jatim Rp3 Triliun, Pembibitan Ayam Jadi Fokus Tambahan Anggaran
Kredibilitas Fiskal Jadi Modal Indonesia Perluas Kerja Sama dengan Bank Dunia
Revitalisasi Museum 2026 Sasar Lebih dari 200 Situs Budaya di Indonesia
Gaji Pensiunan ASN Lewat Koperasi Masih Dikaji, Kemenkop Tegaskan Belum Ada Keputusan
Pelatihan Kerja Sukabumi Siapkan 1.600 Peserta, 11 Jenis Keterampilan Dibuka
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Bantuan Pertanian Jatim Rp3 Triliun, Pembibitan Ayam Jadi Fokus Tambahan Anggaran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Revitalisasi Museum 2026 Sasar Lebih dari 200 Situs Budaya di Indonesia

Berita Terbaru