Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengunjungi Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, sekaligus menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak gempa Flores (foto: kementerian agama)

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengunjungi Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, sekaligus menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak gempa Flores (foto: kementerian agama)

Sisipublik.com – Kehadiran Menag di Flores mendapat apresiasi dari Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus karena menunjukkan dukungan pemerintah kepada masyarakat yang masih menjalani pemulihan setelah gempa bumi pada 15 Agustus 2026.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengunjungi Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (3/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Agama menyalurkan bantuan tanggap darurat senilai Rp3 miliar untuk masyarakat terdampak gempa di lingkungan Kemenag di Flores.

Kehadiran Menag di Flores Menjadi Simbol Persaudaraan

Kehadiran Menag di Flores, menurut Mgr. Maksimus, tidak sekadar menunjukkan pelaksanaan tugas pemerintahan. Ia melihat kunjungan tersebut sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan sekaligus ruang untuk memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat yang menghadapi dampak bencana.

Uskup Labuan Bajo itu menilai solidaritas menjadi penting karena gempa tidak membedakan latar belakang masyarakat. Karena itu, proses pemulihan membutuhkan kerja sama dan kepedulian berbagai pihak, termasuk tokoh agama dan pemerintah.

Baca Juga :  Labuan Bajo Tetap Terbuka, Akses Wisata Kembali Berjalan Pascagempa Flores

Berdasarkan data BMKG hingga 1 September 2026 pukul 05.00 WIB, aktivitas kegempaan di wilayah tersebut telah mencapai 10.747 kejadian gempa susulan. Gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2.

Pemulihan Tidak Hanya Menyangkut Bangunan

Menurut Mgr. Maksimus, pemulihan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik, tetapi juga upaya mengembalikan rasa aman dan harapan warga.

Karena itu, ia memandang kunjungan langsung pejabat pemerintah memiliki arti tersendiri. Kehadiran tersebut memungkinkan pemerintah melihat kondisi masyarakat sekaligus menyampaikan dukungan secara langsung.

Sementara itu, Nasaruddin mengatakan bantuan yang pemerintah salurkan merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat dan mempercepat pemulihan layanan pendidikan serta keagamaan. Kementerian Agama juga menyerahkan 16 tenda darurat untuk kegiatan belajar dan 100 paket perlengkapan sekolah.

Baca Juga :  Alsintan untuk Buruh Tani Akan Dibuka, Mentan Amran Siapkan Aturan Baru

Solidaritas Lintas Agama Dibutuhkan dalam Pemulihan

Mgr. Maksimus berharap dukungan pemerintah dapat mendorong masyarakat Flores untuk terus menjaga semangat gotong royong selama masa pemulihan. Menurut dia, bencana justru menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian antarsesama.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Agama atas perhatian terhadap masyarakat terdampak gempa. Baginya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa pemulihan bencana membutuhkan kehadiran berbagai unsur masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.

Di sisi lain, aktivitas kegempaan yang masih berlangsung membuat masyarakat perlu tetap mengikuti informasi resmi. BMKG mengimbau warga menjauhi bangunan yang rusak akibat gempa serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah dan tokoh agama pun mendorong masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi serta menjaga gotong royong selama proses pemulihan berlangsung.

Berita Terkait

Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan
Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta
Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat
Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air
KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai
Pelatihan Vokasi Kemnaker di NTT Sasar Pemulihan Ekonomi Penyintas Gempa
Budidaya Lebah Trigona Sumalata Buka Peluang Usaha Madu Berbasis Potensi Lokal
Dapur SRT 3 Sulsel Ditarget Rampung 6 Oktober, Mensos Dorong Sekolah Rakyat Mandiri Pangan
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:00 WIB

KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai

Berita Terbaru