Sisipublik.com – Seleksi PPIH 2027 memasuki tahap baru dengan melibatkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT). Langkah ini bertujuan memperkuat kualitas dan akuntabilitas proses rekrutmen calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1448 H/2027 M.
Kementerian Haji dan Umrah RI menggandeng BKN untuk menyelenggarakan CAT secara serentak di berbagai daerah. Peserta mengikuti ujian menggunakan fasilitas komputer yang tersedia di jaringan Kantor Regional (Kanreg) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN.
Seleksi PPIH 2027 Tinggalkan Sistem Gawai Pribadi
Seleksi PPIH 2027 kali ini juga meninggalkan pola CAT mandiri yang sebelumnya mengandalkan gawai milik peserta. Perubahan tersebut dilakukan setelah pelaksanaan sebelumnya menghadapi kendala teknis akibat perbedaan jenis dan spesifikasi perangkat.
Kasubdit Penyiapan, Pemetaan, dan Rekrutmen Petugas Haji, Ihsan Faisal, mengatakan Kementerian Haji dan Umrah RI memilih BKN karena memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan CAT.
Menurut Ihsan, penggunaan perangkat pribadi membuat kondisi teknis ujian tidak seragam. Karena itu, penyelenggara mengalihkan pelaksanaan CAT ke sistem yang menggunakan infrastruktur BKN.
Selain aspek teknis, penyelenggara juga memperkuat mekanisme pengawasan sebelum peserta memasuki ruang ujian. Sebelum ujian dimulai, panitia membuka segel ruangan yang sebelumnya dipasang bersama oleh Kementerian Haji dan Umrah RI serta Inspektorat Jenderal. Proses pembukaan segel disaksikan bersama sebagai bagian dari mekanisme transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan CAT.
Seleksi PPIH 2027 Gunakan Segel Ruangan Sebelum CAT
Pembukaan segel dilakukan sebelum ujian berlangsung dan disaksikan bersama. Mekanisme tersebut menjadi salah satu upaya penyelenggara untuk menjaga keterbukaan serta akuntabilitas pelaksanaan CAT.
Ihsan menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi harus menghasilkan petugas yang memiliki kompetensi untuk memberikan pelayanan kepada jemaah haji. Karena itu, penyelenggara tidak hanya memperhatikan sistem ujian, tetapi juga prosedur pengawasan.
Sementara itu, CAT melibatkan 3.220 peserta dari unsur tenaga kesehatan. Mereka mengikuti ujian di 34 titik yang tersebar pada Kanreg dan UPT BKN di tingkat provinsi.
Di Kantor Pusat BKN Cililitan, Jakarta, sebanyak 204 peserta mendapat undangan mengikuti CAT. Namun, 194 peserta akhirnya mengikuti ujian pada Senin, 31 Agustus 2026.
CAT Menjadi Tahap Kedua Seleksi PPIH
Pelaksanaan CAT merupakan tahap kedua dalam rangkaian seleksi calon PPIH. Sebelumnya, peserta harus melewati proses seleksi administrasi.
Selanjutnya, peserta yang memenuhi kriteria setelah CAT akan mengikuti evaluasi kesehatan atau Medical Check-Up (MCU). Setelah itu, mereka menjalani Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH selama satu bulan.
Dengan rangkaian tersebut, proses rekrutmen tidak berhenti pada kemampuan peserta menyelesaikan ujian berbasis komputer. Penyelenggara juga menilai kesiapan kesehatan dan kompetensi sebelum peserta menjalankan tugas pelayanan kepada jemaah haji.











Komentar