Sisipublik.com – Pasokan suplemen ibu hamil mendapat penguatan melalui peningkatan kapasitas produksi di fasilitas manufaktur PT Bayer Indonesia, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Federal Jerman dan Bayer mendorong produksi lokal untuk mendukung pemenuhan kebutuhan mikronutrien selama kehamilan.
Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses nutrisi bagi ibu hamil. Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, fasilitas Cimanggis juga memiliki kapasitas untuk memasok pasar internasional.
Pasokan Suplemen Ibu Hamil Diperkuat dari Produksi Lokal
Pasokan suplemen ibu hamil menjadi salah satu fokus dalam kunjungan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dan Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan ke fasilitas Bayer Cimanggis pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Bayer menginvestasikan Rp99 miliar untuk meningkatkan kemampuan manufaktur serta pengembangan riset dan pengembangan di fasilitas tersebut. Investasi itu membuat kapasitas produksi Multiple Micronutrient Supplements (MMS) mencapai hingga 1,2 miliar tablet per tahun.
Menurut informasi Kementerian Kesehatan, kapasitas tersebut dapat mendukung kebutuhan pasar Indonesia sekaligus pasokan ke 42 negara lainnya. Pemerintah menargetkan akses MMS dapat menjangkau sekitar 4,9 juta ibu hamil setiap tahun.
MMS Mengandung Beragam Mikronutrien
MMS merupakan suplemen untuk ibu hamil yang mengacu pada standar UNIMMAP. Formula tersebut menyediakan 15 vitamin dan mineral esensial untuk membantu memenuhi kebutuhan mikronutrien selama masa kehamilan.
Kemenkes sebelumnya juga mendorong pemenuhan kebutuhan berbagai mikronutrien pada ibu hamil. Pemerintah mengaitkan pemenuhan gizi selama kehamilan dengan upaya mencegah berbagai masalah kesehatan ibu dan anak, termasuk faktor yang berkaitan dengan stunting.
Karena itu, penguatan produksi lokal tidak hanya berkaitan dengan kapasitas industri. Langkah tersebut juga menyentuh aspek ketersediaan produk kesehatan bagi kelompok sasaran di berbagai daerah.
Investasi Bayer Perkuat Industri Kesehatan
Dante menilai ketersediaan produksi lokal dapat membantu pemerintah menjaga pasokan MMS secara lebih konsisten. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama pemerintah dan sektor industri untuk mendukung program kesehatan nasional.
Di sisi lain, Reem Alabali Radovan melihat fasilitas Cimanggis sebagai contoh investasi yang menghubungkan penguatan industri, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan. Dalam kunjungannya, delegasi Jerman turut melihat fasilitas produksi MMS serta infrastruktur energi terbarukan di kompleks tersebut.
Selain memenuhi kebutuhan domestik, pabrik Cimanggis juga berperan dalam jaringan produksi global Bayer. Kapasitas hingga 1,2 miliar tablet per tahun membuka ruang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai basis manufaktur produk kesehatan.
Pabrik Cimanggis Gunakan Energi Surya
Pengembangan fasilitas tersebut berjalan bersamaan dengan penerapan energi terbarukan. Pabrik Bayer Cimanggis memiliki instalasi panel surya atap seluas sekitar 1,66 hektare dengan kapasitas 2.054 kWp.
Sistem tersebut mampu memenuhi sekitar 43 persen kebutuhan energi fasilitas. Bayer juga menyebut penggunaan energi surya dapat mengurangi emisi karbon hingga 2.073 ton per tahun.
Dengan demikian, pengembangan produksi MMS berjalan bersama agenda efisiensi energi di fasilitas manufaktur. Pemerintah berharap peningkatan kapasitas industri dapat memperkuat ketersediaan suplemen bagi ibu hamil sekaligus mendukung upaya perbaikan gizi pada masa awal kehidupan.
Fokus Pemerintah pada Akses yang Merata
Pemerintah kini menghadapi tantangan berikutnya, yakni memastikan produk yang tersedia dari fasilitas produksi dapat menjangkau kelompok sasaran secara merata.
Kapasitas produksi yang besar menjadi modal penting, tetapi distribusi dan kesinambungan program tetap menentukan manfaatnya bagi masyarakat. Dengan produksi dalam negeri, pemerintah memiliki basis pasokan yang dapat mendukung kebutuhan nasional sekaligus membuka peluang ekspor produk kesehatan.
Langkah tersebut menempatkan industri manufaktur sebagai salah satu bagian dari strategi penguatan kesehatan ibu dan anak. Pada saat yang sama, kerja sama Indonesia, Jerman, dan Bayer menunjukkan bahwa agenda pemenuhan gizi dapat berjalan beriringan dengan pengembangan industri dan teknologi kesehatan.











Komentar