Kebijakan Pengelolaan Sampah di Jawa Barat Diperluas, SMA, SMK, dan Kampus Jadi Motor Budaya Lingkungan

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kebijakan Pengelolaan Sampah di Jawa Barat Diperluas, SMA, SMK, dan Kampus Jadi Motor Budaya Lingkungan  (foto: jabarprov)

Kebijakan Pengelolaan Sampah di Jawa Barat Diperluas, SMA, SMK, dan Kampus Jadi Motor Budaya Lingkungan (foto: jabarprov)

Sisipublik.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM memperkenalkan Kebijakan Pengelolaan Sampah untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Program tersebut menyasar seluruh pelajar SMA dan SMK di Jawa Barat melalui kebiasaan memungut serta memilah sampah yang akan menjadi bagian dari kegiatan belajar di sekolah.

Selain membangun budaya bersih, pemerintah provinsi juga berencana mengintegrasikan kegiatan tersebut ke dalam pembelajaran praktikum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Dengan demikian, para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menerapkan praktik menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Kebijakan Pengelolaan Sampah Masuk Kurikulum Sekolah

Kebijakan Pengelolaan Sampah akan di terapkan pada seluruh SMA dan SMK yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dedi Mulyadi menyampaikan kebijakan tersebut setelah memimpin Apel Siaga Jabar Berseka di Lapangan Parkir Barat Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga :  Minyak Atsiri Nusantara Jadi Fokus BRIN, Kemenyan dan Rempah Lokal Bernilai Tinggi

Menurutnya, aktivitas memungut dan memilah sampah akan menjadi bagian dari praktikum IPA. Langkah ini di harapkan mampu menumbuhkan kebiasaan positif sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Kampus Turut Didorong Mengembangkan Pengelolaan Sampah

Tidak hanya sekolah, pemerintah juga akan memperluas program tersebut ke lingkungan perguruan tinggi. Dedi Mulyadi menilai kampus memiliki peran penting dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Ia mencontohkan Universitas Islam Bandung (Unisba) yang telah menjalankan sistem pengelolaan sampah secara baik. Bahkan, aktivitas tersebut memperoleh penghargaan akademik setara dengan 10 Satuan Kredit Semester (SKS). Dedi memberikan apresiasi atas inovasi tersebut karena mampu menghubungkan kepedulian lingkungan dengan kegiatan akademik mahasiswa.

Program Jabar Berseka Diperkuat dengan Aturan Baru

Selanjutnya, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Program Jabar Berseka yang berfokus pada lingkungan bersih, sehat, rapi, dan indah.

Baca Juga :  Petani Pala Papua Barat Belajar Bahasa Inggris untuk Buka Akses Pasar Global

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan menjadikan pengelolaan sampah sebagai salah satu indikator dalam pemberian subsidi pendidikan kepada sekolah. Karena itu, setiap sekolah di harapkan mampu memilah sampah organik maupun anorganik, lalu mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai manfaat.

Pergub Larangan Buang Sampah Sembarangan Segera Disiapkan

Sebagai penguatan kebijakan, Dedi Mulyadi menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai larangan membuang sampah sembarangan.

Regulasi tersebut akan mengatur sanksi administratif hingga bentuk hukuman bagi pelanggar. Melalui aturan tersebut, pemerintah berharap sekolah, kampus, dan masyarakat dapat membangun budaya disiplin dalam memilah serta mengelola sampah demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. (j/*)

Berita Terkait

Pemulihan Sanitasi Pascabencana di Sumatera Utara Dipercepat, TPA Sibolga Jadi Prioritas
Tim Ekspedisi Patriot Brawijaya Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Klamono–Segun Papua Barat Daya
Pelatihan Vokasi Sekolah Rakyat Siapkan Lulusan Mandiri dan Siap Memasuki Dunia Kerja
Trans Tuntas Padang Tarok: 194 Bidang Tanah Transmigran Kantongi Sertipikat
Beasiswa ADiK Manokwari Selatan Kini Bisa Diakses Lewat Sekolah, Siswa Hemat Ongkos
UMKM Yogya Bidik Pasar Haji dan Umrah, Kemenhaj Siapkan Peluang Kemitraan
Empat Prioritas Air Global Jadi Sorotan Indonesia di Konferensi IWC-11 Bali
Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:00 WIB

Pemulihan Sanitasi Pascabencana di Sumatera Utara Dipercepat, TPA Sibolga Jadi Prioritas

Senin, 2 November 2026 - 14:00 WIB

Tim Ekspedisi Patriot Brawijaya Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Klamono–Segun Papua Barat Daya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Pelatihan Vokasi Sekolah Rakyat Siapkan Lulusan Mandiri dan Siap Memasuki Dunia Kerja

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Trans Tuntas Padang Tarok: 194 Bidang Tanah Transmigran Kantongi Sertipikat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Beasiswa ADiK Manokwari Selatan Kini Bisa Diakses Lewat Sekolah, Siswa Hemat Ongkos

Berita Terbaru