Transformasi Sampah Legok Nangka Kian Dekat, Jaminan Proyek Ini Buka Peluang Investasi Baru

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Transformasi Sampah Legok Nangka Kian Dekat, Jaminan Proyek Ini Buka Peluang Investasi Baru (foto: ist)

Transformasi Sampah Legok Nangka Kian Dekat, Jaminan Proyek Ini Buka Peluang Investasi Baru (foto: ist)

Sisipublik.com – Transformasi Sampah Legok Nangka memasuki tahap penting setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui PT Jabar Environmental Solutions (JES) menjalin perjanjian penjaminan dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII. Kesepakatan tersebut memperkuat fondasi proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional (TPPASR) Legok Nangka yang menjadi salah satu program strategis di sektor lingkungan.

Selain memperkuat kepastian pelaksanaan proyek, kerja sama tersebut juga meningkatkan daya tarik investasi. Dukungan penjaminan dari PT PII memberikan keyakinan lebih besar kepada investor dan lembaga pembiayaan untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah modern di Jawa Barat.

Dukungan Penjaminan Perkuat Kepastian Proyek

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT PII, Andre Permana, menilai penjaminan pemerintah memiliki peran penting dalam meningkatkan kelayakan proyek. Menurutnya, kepastian tersebut dapat memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong keterlibatan sektor swasta.

Karena itu, proyek TPPASR Legok Nangka memiliki peluang lebih besar untuk berkembang sesuai target yang telah ditetapkan. Di samping mendukung pengelolaan sampah, proyek ini juga membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi berkelanjutan.

Baca Juga :  Penguatan Lereng Lembah Anai, Kementerian PU Tuntaskan 901 Titik Borepile

Andre menjelaskan bahwa proyek tersebut menjadi pencapaian baru bagi PT PII. TPPASR Legok Nangka tercatat sebagai proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) pertama yang memperoleh penjaminan pada 2026. Selain itu, proyek ini menjadi proyek pengelolaan sampah pertama yang masuk dalam portofolio penjaminan PT PII.

Transformasi Sampah Legok Nangka Hadirkan Manfaat Luas

Transformasi Sampah Legok Nangka tidak hanya berfokus pada pengurangan volume sampah. Proyek ini juga menghadirkan peningkatan kualitas layanan pengelolaan sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.

Selanjutnya, fasilitas tersebut akan melayani sejumlah wilayah di Jawa Barat, meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang. Kapasitas pengolahan yang mencapai 2.131 ton per hari menjadikan Legok Nangka sebagai salah satu fasilitas pengelolaan sampah terbesar di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Menteri UMKM Wajibkan Pelaku Usaha Masuk Sapa UMKM untuk Akses Pembiayaan dan Legalitas

Jawaban atas Tantangan Sampah Regional

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan PT PII dalam memperkuat pelaksanaan proyek. Menurutnya, penjaminan tersebut menjadi pijakan penting agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai komitmen yang telah disepakati.

Lebih lanjut, ia menilai keberadaan Legok Nangka dapat menjadi solusi jangka panjang bagi pengelolaan sampah regional. Fasilitas ini juga membantu daerah mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir yang kapasitasnya semakin terbatas.

Transformasi Sampah Legok Nangka Ubah Sampah Menjadi Energi Bernilai

TPPASR Legok Nangka mengandalkan teknologi waste-to-energy yang mampu mengurangi volume sampah hingga 85 persen. Teknologi tersebut juga memungkinkan fasilitas menghasilkan listrik dengan kapasitas mencapai 40,79 megawatt (MW).

Melalui kemampuan itu, proyek Legok Nangka berpotensi menghadirkan perubahan besar dalam sistem pengelolaan sampah di Jawa Barat. Selain menjaga kualitas lingkungan, proyek ini turut mendukung penyediaan energi serta meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat di Bandung Raya dan wilayah sekitarnya. (j/*)

Berita Terkait

UMKM Surakarta Siapkan Rotan dan Batik untuk Perluas Pasar Ekspor di TEI 2026
Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang
Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa
Pabrik BYD Beroperasi, Indonesia Dorong Industri Mobil Listrik Naik Kelas
Danantara Housing Expo 2026 Catat Rp2 Triliun, Kolaborasi Perumahan Jadi Sorotan
Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci
Kriya Payakumbuh Didorong Tembus Pasar Lebih Luas Pascabencana
Perdagangan Indonesia–Cili Dibuka Lebih Luas, Produk Olahan Jadi Fokus Ekspor
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 15:00 WIB

UMKM Surakarta Siapkan Rotan dan Batik untuk Perluas Pasar Ekspor di TEI 2026

Jumat, 4 September 2026 - 15:00 WIB

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang

Jumat, 4 September 2026 - 13:00 WIB

Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa

Selasa, 1 September 2026 - 12:00 WIB

Danantara Housing Expo 2026 Catat Rp2 Triliun, Kolaborasi Perumahan Jadi Sorotan

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci

Berita Terbaru