Sisipublik.com – Sekolah Rakyat Makassar berpeluang menambah satu gedung permanen setelah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengusulkan pembangunan fasilitas baru kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Untuk mendukung rencana tersebut, Pemprov Sulsel menyiapkan lahan seluas 20 hektare yang berada di sekitar lokasi Sekolah Rakyat yang sudah beroperasi.
Usulan itu disampaikan langsung Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman saat mendampingi Gus Ipul meninjau Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Jumat (7/8/2026).
Selain itu, Andi Sudirman menegaskan bahwa Sekolah Rakyat Makassar membutuhkan area yang lebih luas agar mampu melayani lebih banyak peserta didik dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, pemerintah provinsi siap memberikan dukungan penuh demi memperluas akses pendidikan di Sulawesi Selatan.
“Kami akan men-support terus, Bapak Menteri. Lahan di sini masih bisa di gunakan. Ada 20 hektare di belakang, kami bisa siapkan,” kata Andi Sudirman.
Ia menjelaskan, lahan tersebut di rencanakan untuk pembangunan kompleks Sekolah Rakyat dengan kapasitas yang jauh lebih besar.
“Insya Allah akan dibangun untuk kapasitas 3.000 murid dan mudah-mudahan ini bisa menjadi sekolah untuk menampung anak-anak kita dari keluarga tidak mampu di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Sekolah Rakyat Makassar Dinilai Masih Membutuhkan Gedung Permanen
Menanggapi usulan tersebut, Gus Ipul menyatakan dukungannya. Ia menilai penambahan gedung permanen menjadi kebutuhan penting karena kapasitas yang tersedia saat ini belum mampu menampung seluruh calon peserta didik yang memenuhi syarat.
“Saya menyambut baik apa yang di sampaikan Pak Gubernur untuk menambah satu lagi, karena memang kita masih kekurangan gedung permanen di Kota Makassar,” kata Gus Ipul.
“Mudah-mudahan nanti kalau lahannya lebih besar, kapasitasnya juga lebih besar. Sehingga bisa menampung lebih banyak lagi anak-anak yang memang memenuhi kriteria untuk bisa sekolah di Sekolah Rakyat,” lanjutnya.
Di sisi lain, Gus Ipul mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, mulai dari bupati, wali kota, hingga gubernur, yang sejak awal ikut mendorong penyelenggaraan program Sekolah Rakyat. Menurutnya, sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
“Insya Allah kita akan usulkan agar bisa segera di bangun satu lagi gedung permanen Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Saat ini, Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan memiliki 414 siswa. Jumlah tersebut terdiri atas 145 siswa SRMA kelas XI, 120 siswa SRMA kelas X, 125 siswa SRMP, dan 24 siswa SRD.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga meninjau perkembangan para siswa setelah satu tahun mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Alhamdulillah setelah satu tahun beroperasi kita lihat lebih percaya diri, pertumbuhan juga cukup bagus dari sisi fisik, dari sisi mental,” kata Gus Ipul.
Kisah Karmila Tunjukkan Perkembangan Positif
Salah satu siswa yang mendapat perhatian ialah Karmila, siswi kelas XI SRMA asal Kabupaten Jeneponto. Karmila merupakan penyandang disabilitas fisik. Ayahnya bekerja sebagai petani jagung, sedangkan ibunya sedang menjalani perawatan karena sakit.
Kepala Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan, Widyawati, menjelaskan bahwa sebelum bergabung di Sekolah Rakyat, Karmila kerap merasa minder akibat kondisi fisiknya. Namun, pendampingan dari guru, wali asrama, wali asuh, serta dukungan teman-teman membuat rasa percaya dirinya tumbuh secara bertahap.
“Alhamdulillah anak ini bisa survive, bisa mempunyai kepercayaan diri. Setelah kami tahu kelebihan yang ada, dia mempunyai kemampuan luar biasa di vokal dan kemampuan Bahasa Inggris juga sangat luar biasa,” kata Widyawati.
Di hadapan Gus Ipul, Karmila memperlihatkan bakatnya dengan menyanyikan lagu Laskar Pelangi serta berdialog menggunakan Bahasa Inggris bersama temannya. Meski baru menjalani operasi kaki sekitar dua minggu lalu, ia mengaku kini merasakan perubahan besar dalam hidupnya.
“Senang. Karena kayak akunya udah mau kayak orang biasa,” ujar Karmila.
Karmila memiliki cita-cita menjadi dokter dan ingin melanjutkan pendidikan hingga ke Amerika Serikat. Ia juga memberikan semangat kepada adik-adik kelasnya agar tidak menyerah mengejar masa depan.
“Kalian harus tetap semangat karena jalan menuju masa depan tidak mudah dan kalian harus menanamkan bahwa Sekolah Rakyat itu bisa membimbing kalian dengan baik. Kalian harus saling menjaga karena Sekolah Rakyat mengajak kita untuk saling menghargai dan saling toleransi,” katanya.
Gubernur Nilai Perubahan Siswa Sangat Terlihat
Sementara itu, Andi Sudirman mengaku melihat perubahan yang signifikan pada para siswa sejak program di mulai. Menurutnya, anak-anak yang sebelumnya datang dengan berbagai keterbatasan kini mulai berani menunjukkan kemampuan sekaligus memiliki impian yang lebih besar.
“Anak-anak kita di sini luar biasa. Dari anak-anak yang sebelumnya bukan siapa-siapa, sekarang menjadi seseorang yang memiliki cita-cita ke depan,” kata Andi Sudirman.
Ia juga membagikan kisah keluarganya. Menurut Andi, ayahnya pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat pada masa lalu sebelum akhirnya menjadi anggota TNI.
“Bapak saya juga alumni Sekolah Rakyat, SR dulu juga pernah ada. Dari bapak yang alumni SR, kemudian jadi tentara, dan anak-anaknya ada yang gubernur, ada bupati, dan ada menteri,” ujarnya.
Kunjungan Gus Ipul semakin meriah dengan berbagai penampilan siswa. Sebanyak 190 siswa mengikuti paper mob, kemudian menampilkan baris variasi, karate, silat, pidato dalam Bahasa Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin, Tari A’Bulo, Tari Empat Etnis, hingga paduan suara sebagai bentuk hasil pembinaan selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.











Komentar