Kredit Usaha Rakyat BRI Capai Rp84,36 Triliun, Sektor Ini Ternyata Menjadi Penerima Terbesar

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KUR BRI Capai Rp84,36 Triliun, Sektor Ini Ternyata Menjadi Penerima Terbesar (foto: healtheroes)

KUR BRI Capai Rp84,36 Triliun, Sektor Ini Ternyata Menjadi Penerima Terbesar (foto: healtheroes)

Sisipublik.com – Hingga Mei 2026, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat BRI senilai Rp84,36 triliun atau setara 46,87 persen dari total alokasi KUR tahun ini yang mencapai Rp180 triliun. Kredit Usaha Rakyat BRI terus menunjukkan peran penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)

Selain memperluas akses modal, penyaluran tersebut juga mendorong peningkatan produktivitas usaha, membuka lapangan kerja, serta memperkuat sektor riil yang menjadi penopang perekonomian nasional. BRI tetap menempatkan pemberdayaan UMKM sebagai fokus utama untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Kredit Usaha Rakyat BRI juga mengarahkan sebagian besar pembiayaannya ke sektor produktif. Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan bahwa sekitar 67,18 persen dari total penyaluran KUR mengalir ke sektor yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Innova Crysta 2026 Hadir Lebih Segar, Apa Saja Pembaruan yang Dibawa MPV Andalan Toyota Ini?

Kredit Usaha Rakyat BRI Fokus pada Sektor Produktif dan Pertanian

Sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, sektor pertanian menjadi penerima pembiayaan terbesar. BRI menyalurkan dana sebesar Rp35,91 triliun ke sektor tersebut sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Selain mendukung produktivitas petani, pembiayaan itu turut memperkuat sektor yang menjadi fondasi ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi di berbagai wilayah. Dengan demikian, akses permodalan yang lebih luas mampu meningkatkan daya saing usaha masyarakat.

Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa fokus penyaluran KUR ke sektor produktif selaras dengan program prioritas pemerintah, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan, mendorong kewirausahaan, serta memperluas pemerataan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.

Kredit Usaha Rakyat BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan dari Tingkat Akar Rumput

KUR BRI tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembiayaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkokoh fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. Menurut Akhmad, penyaluran yang tepat sasaran dapat meningkatkan produktivitas pelaku usaha sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

Baca Juga :  Timnas Voli Indonesia Juara Asia Jadi Alasan PBVSI Permanenkan Reidel Toiran hingga Asian Games 2026

Di samping itu, akses pembiayaan yang semakin inklusif memberikan peluang bagi UMKM untuk berkembang lebih kuat. Pertumbuhan usaha tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap perekonomian nasional.

Penyaluran KUR BRI Tembus Rp1.520 Triliun Sejak 2015

BRI mencatat penyaluran KUR secara kumulatif mencapai Rp1.520 triliun sejak 2015 hingga Mei 2026. Dana tersebut telah menjangkau lebih dari 48,1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Capaian tersebut mencerminkan konsistensi BRI dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Melalui program KUR, BRI terus berkontribusi dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat di berbagai daerah dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. (j/*)

Berita Terkait

Investasi FreeNow di Morowali Berpotensi Serap 1.000 Tenaga Kerja Lokal
Transaksi Emas Digital Tembus Rp299 Triliun, Bappebti Soroti Keamanan Investasi
Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin
Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja
Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha
BPDLH Kelola Dana Lingkungan USD1,3 Miliar, Menkeu Tekankan Transparansi dan Dampak
Ekspor Baterai Kendaraan Listrik Jadi Ujian Hilirisasi dan Tanggung Jawab Lingkungan
Menperin Sarmuji Dorong Sinkronisasi Kebijakan agar Industri Dalam Negeri Tumbuh Lebih Cepat
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Investasi FreeNow di Morowali Berpotensi Serap 1.000 Tenaga Kerja Lokal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Transaksi Emas Digital Tembus Rp299 Triliun, Bappebti Soroti Keamanan Investasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha

Berita Terbaru