Investasi Indonesia Jerman Makin Kuat, Prabowo Dorong Kerja Sama Strategis di Berbagai Sektor

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Investasi Indonesia Jerman Makin Kuat, Prabowo Dorong Kerja Sama Strategis di Berbagai Sektor (foto: setneg)

Investasi Indonesia Jerman Makin Kuat, Prabowo Dorong Kerja Sama Strategis di Berbagai Sektor (foto: setneg)

Sisipublik.com – Investasi Indonesia Jerman semakin menjadi fokus utama dalam hubungan bilateral kedua negara. Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dan Jerman untuk meningkatkan volume perdagangan serta investasi yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo setelah menerima kunjungan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/6/2026). Menurut Prabowo, pertemuan tersebut mencerminkan eratnya hubungan kedua negara sekaligus menjadi momentum penting di tengah situasi global yang masih penuh tantangan.

Selain membahas kerja sama ekonomi, kedua pemimpin juga menyoroti pentingnya Investasi Indonesia Jerman sebagai salah satu pilar utama dalam memperkuat kemitraan jangka panjang. Prabowo juga kembali menegaskan harapannya agar perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat segera mencapai hasil yang substantif.

Investasi Indonesia Jerman Jadi Prioritas Kemitraan

Prabowo menjelaskan bahwa kunjungan Presiden Steinmeier memiliki makna strategis karena menjadi awal rangkaian peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jerman yang akan berlangsung pada 2027.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas berbagai bidang kerja sama, mulai dari ekonomi, investasi, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga transisi energi dan ketahanan energi. Pemerintah Indonesia menilai penguatan kemitraan dengan Jerman penting untuk mendukung pembangunan nasional sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi.

Baca Juga :  Bandar Antariksa Biak Numfor Disepakati, Apa Dampaknya bagi Ekonomi dan Masa Depan Papua?

Lebih lanjut, Prabowo berharap Jerman dapat terus berperan aktif dalam mendorong proses finalisasi berbagai kesepakatan di tingkat Uni Eropa. Langkah tersebut di nilai dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha di Indonesia maupun Jerman.

Fokus pada Energi, Hilirisasi, dan Kendaraan Listrik

Di sisi lain, pemerintah Indonesia membuka peluang investasi yang lebih luas bagi Jerman pada sejumlah sektor strategis. Prabowo secara khusus mengundang perusahaan-perusahaan Jerman untuk berpartisipasi dalam pengembangan transisi energi dan hilirisasi industri nasional.

Selain itu, Indonesia juga mendorong kerja sama pada industri kendaraan listrik yang saat ini berkembang pesat. Pemerintah melihat sektor tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ekosistem industri masa depan.

Tidak hanya itu, pengembangan industri semikonduktor turut menjadi salah satu bidang yang di tawarkan kepada investor Jerman. Langkah ini sejalan dengan upaya Indonesia memperkuat kapasitas manufaktur berteknologi tinggi.

Baca Juga :  Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan Jadi Fokus Kemendagri, Ribka Haluk Tegaskan Dukungan Penuh

Investasi Indonesia Jerman Diperluas ke Mineral Kritis dan UMKM

Selanjutnya, Prabowo mengajak Jerman untuk terlibat dalam rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang yang menjadi kebutuhan penting bagi industri teknologi global. Pemerintah juga membuka peluang kolaborasi dalam pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia.

Di samping investasi skala besar, Indonesia menyambut baik program Partnering in Business with Germany yang berfokus pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program tersebut di harapkan mampu memperluas akses pelaku usaha Indonesia terhadap pasar internasional.

Sebagai tindak lanjut kerja sama ekonomi kedua negara, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Joint Economic and Investment Committee (JEIC) kedua pada tahun ini. Forum tersebut di harapkan mampu menghasilkan berbagai langkah konkret untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Jerman di masa mendatang. (j/*)

Berita Terkait

Teknologi Pengendalian Rayap BRIN Bantu Warga Lindungi Bangunan dan Aset Kayu
Sukses Haji 2026, Prabowo Sampaikan Apresiasi untuk Petugas dan Jemaah
Atmosfer Piala Dunia 2026 Masuk KRL, Penumpang Serasa Berada di Tengah Stadion
Layanan Haji 2027 Jadi Fokus Prabowo, Pemerintah Siapkan Sejumlah Pembenahan
Swasembada Bawang Putih Jadi Target Baru, Kementan Siapkan 100.000 Hektare Lahan
Harga Pertamax Turun Berpeluang Terjadi, Ini Alasan yang Disorot DPR
Motor Listrik Operasional PLN Kian Masif, Ada Target Lingkungan yang Ingin Dicapai
Penguatan Investasi Indonesia-Qatar Jadi Fokus, Apa Saja Peluang yang Sedang Disiapkan?
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:00 WIB

Teknologi Pengendalian Rayap BRIN Bantu Warga Lindungi Bangunan dan Aset Kayu

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:00 WIB

Sukses Haji 2026, Prabowo Sampaikan Apresiasi untuk Petugas dan Jemaah

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:02 WIB

Atmosfer Piala Dunia 2026 Masuk KRL, Penumpang Serasa Berada di Tengah Stadion

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:15 WIB

Swasembada Bawang Putih Jadi Target Baru, Kementan Siapkan 100.000 Hektare Lahan

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:00 WIB

Harga Pertamax Turun Berpeluang Terjadi, Ini Alasan yang Disorot DPR

Berita Terbaru