Tata Kelola BGN Jadi Prioritas, Sudaryono Siapkan Sistem Transparan untuk Perkuat Program MBG

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tata Kelola BGN Jadi Prioritas, Sudaryono Siapkan Sistem Transparan untuk Perkuat Program MBG (foto: detik)

Tata Kelola BGN Jadi Prioritas, Sudaryono Siapkan Sistem Transparan untuk Perkuat Program MBG (foto: detik)

Sisipublik.com – Presiden Prabowo Subianto telah melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Sebagai Kepala BGN baru, Sudaryono menegaskan komitmennya untuk membangun sistem pengelolaan yang lebih terbuka, akuntabel, dan terdokumentasi agar seluruh program berjalan sesuai aturan.

Sudaryono menyampaikan pernyataan tersebut di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026), usai resmi menggantikan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN. Dalam kesempatan itu, ia mengawali sambutannya dengan mengucapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan sekaligus menyatakan kesiapannya menjalankan tanggung jawab besar dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang gizi nasional.

Selanjutnya, Tata Kelola BGN menurut Sudaryono masih membutuhkan pembenahan menyeluruh. Ia mengakui sejumlah persoalan yang muncul selama ini berkaitan dengan transparansi dan mekanisme pengelolaan lembaga. Karena itu, ia menjadikan reformasi tata kelola sebagai agenda prioritas sejak awal masa kepemimpinannya.

Baca Juga :  Formasi Sekolah Kedinasan 2026 Capai 4.770, Pendaftaran Dibuka Agustus

Tata Kelola BGN Menjadi Fokus Perbaikan

Sudaryono menjelaskan bahwa BGN masih menghadapi pekerjaan rumah yang cukup besar. Oleh sebab itu, ia bersama dua wakil kepala BGN serta seluruh jajaran akan memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan akuntabilitas, dan memperbaiki setiap proses yang di nilai belum berjalan secara optimal.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk mendukung upaya pembenahan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci agar setiap program pemerintah di bidang gizi dapat terlaksana secara efektif dan tepat sasaran.

Digitalisasi Diperkuat untuk Meningkatkan Transparansi

Lebih lanjut, Sudaryono menilai digitalisasi menjadi langkah penting dalam menciptakan tata kelola yang modern. Ia ingin setiap proses administrasi memiliki dokumentasi yang jelas sehingga seluruh aktivitas dapat ditelusuri dengan mudah.

Karena itu, sistem yang masih berjalan secara manual akan di arahkan menuju proses digital. Dengan langkah tersebut, seluruh data dapat tersimpan dengan baik, meningkatkan keterbukaan, sekaligus memperkecil potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program.

Baca Juga :  Alvaro Carreras Masuk Radar Chelsea, Real Madrid Buka Peluang Transfer Rp924,9 Miliar

Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses kerja harus berlangsung secara terbuka. Menurutnya, setiap kebijakan dan pelaksanaan program wajib memiliki rekam jejak yang jelas sehingga pengawasan dapat berjalan lebih optimal.

Pelantikan Sudaryono Perkuat Program MBG

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78/B Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala BGN.

Pemerintah menempatkan kepemimpinan baru di BGN sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui pembenahan tata kelola dan penguatan sistem pengawasan, pemerintah berharap program tersebut berjalan semakin efektif, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (j/*)

Berita Terkait

Sertipikasi Tanah Pulau Kecil Dikebut, 15.977 Pulau di Indonesia Belum Terdaftar
Kementan-Kemenko PM Perkuat Hilirisasi Pertanian untuk Buka Peluang Usaha di Daerah Miskin
Syarikat Islam Perkuat Dakwah Ekonomi, Bidik Pasar Koperasi Desa
Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar
Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami
Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data
SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah
Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Sertipikasi Tanah Pulau Kecil Dikebut, 15.977 Pulau di Indonesia Belum Terdaftar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kementan-Kemenko PM Perkuat Hilirisasi Pertanian untuk Buka Peluang Usaha di Daerah Miskin

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Revitalisasi Sekolah di Bali Naik Jadi 401 Unit, Perbaikan Infrastruktur Dukung Kenyamanan Belajar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data

Berita Terbaru