Sistem Transportasi Cerdas BRIN Jadi Kunci Mobilitas Masa Depan, Integrasikan Sensor hingga AI

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sistem Transportasi Cerdas BRIN Jadi Kunci Mobilitas Masa Depan, Integrasikan Sensor hingga AI (foto: modeshift)

Sistem Transportasi Cerdas BRIN Jadi Kunci Mobilitas Masa Depan, Integrasikan Sensor hingga AI (foto: modeshift)

Sisipublik.com – Sistem transportasi cerdas menjadi salah satu solusi yang terus berkembang seiring meningkatnya jumlah kendaraan dan tingginya mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan berbagai tantangan, mulai dari kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga konsumsi energi yang semakin besar dan peningkatan emisi gas rumah kaca.

Karena itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong pengembangan Intelligent Transportation System (ITS) atau sistem transportasi cerdas. Teknologi ini memadukan sistem transportasi dengan teknologi informasi, komunikasi, sensor, serta kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Telekomunikasi BRIN, Galih Nugraha Nurkahfi, menjelaskan bahwa sistem transportasi cerdas yang ia kembangkan bersama tim mengintegrasikan sensor, komputasi, pelacakan telekomunikasi, dan kecerdasan buatan ke dalam infrastruktur transportasi maupun kendaraan.

Menurut Galih, sejumlah faktor mendorong pengembangan ITS. Selain tingginya mobilitas masyarakat dan kemacetan lalu lintas, aspek keselamatan jalan, efisiensi energi, keterbatasan infrastruktur, perkembangan teknologi, kebutuhan pasar, hingga kemajuan kendaraan otonom ikut memperkuat kebutuhan tersebut.

Baca Juga :  Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Marathon 2026, Pengendara Perlu Siapkan Jalur Alternatif

Sistem Transportasi Cerdas Manfaatkan Beragam Sensor

Selanjutnya, implementasi ITS memanfaatkan berbagai sensor yang terpasang di jalan dan kendaraan. Sensor tersebut meliputi deteksi kendaraan, kamera pengawas atau CCTV, sensor kecepatan, sensor kepadatan lalu lintas, sensor kualitas udara, sensor cuaca, sensor parkir, hingga sensor kebisingan.

Berbagai data yang terkumpul kemudian membantu pemantauan kondisi lalu lintas secara menyeluruh. Dengan demikian, pengelola transportasi dapat mengambil keputusan secara cepat dan lebih akurat.

Di sisi lain, kendaraan modern dan kendaraan otonom juga memanfaatkan teknologi sensor yang semakin canggih. LiDAR, radar, kamera, sensor ultrasonik, GPS, serta Inertial Measurement Unit (IMU) bekerja secara bersamaan untuk mengenali lingkungan sekitar, mendeteksi objek, menentukan posisi kendaraan, serta mendukung navigasi otomatis.

Galih menegaskan bahwa integrasi berbagai sensor tersebut menjadi fondasi penting dalam menghadirkan kendaraan tanpa pengemudi yang aman dan andal.

Sistem Transportasi Cerdas Didukung Komputasi Modern

Selain sensor, perkembangan ITS mendapat dukungan dari teknologi komputasi terkini. Mobile Edge Computing (MEC) memungkinkan pemrosesan data berlangsung dekat dengan sumber informasi sehingga sistem dapat merespons kondisi lalu lintas secara real time.

Baca Juga :  Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Jadi Langkah Baru PLN EPI Perkuat Energi Hijau Nasional

Sementara itu, teknologi cloud computing menyediakan kapasitas penyimpanan dan analisis data dalam jumlah besar. Kemampuan tersebut mendukung perencanaan transportasi jangka panjang sekaligus memperkuat pengembangan model kecerdasan buatan.

Melalui pengembangan ini, BRIN ingin menghadirkan sistem transportasi yang lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan. Selain itu, teknologi tersebut juga mendukung mobilitas masyarakat secara berkelanjutan.

Galih menilai sinergi antara teknologi sensor, komputasi, kecerdasan buatan, dan data science menjadi faktor utama dalam membangun ekosistem transportasi masa depan.

Ekosistem tersebut tidak hanya cerdas dan saling terhubung, tetapi juga mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan global. Dengan demikian, sistem transportasi masa depan dapat menghadirkan layanan yang lebih efisien dan mendukung kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. (j/*)

Berita Terkait

Teknologi MAS Bantu Jaga Mutu Benih Bawang Merah, BRIN Temukan Metode Penyimpanan Paling Efektif
BRIN Kembangkan Teknologi Deteksi Halal untuk Perkuat Inovasi Pangan dan Industri Nasional
Cabai Tahan Kutudaun Jadi Fokus BRIN, Inovasi Baru untuk Tingkatkan Produktivitas Petani
Pemanfaatan Limbah Industri Dorong Inovasi Pertanian dan Kelestarian Lingkungan
Deteksi Gula Darah Tanpa Jarum Dorong Inovasi Teknologi Kesehatan BRIN
Keanekaragaman Nepenthes Indonesia Jadi Warisan Berharga, Jejak Prof. Mansur Jaga Kantong Semar
Laboratorium Fisika dan Kimia Canggih BRIN Buka Peluang Kolaborasi, Mahasiswa AKA Bogor Dapat Wawasan Baru
Inovasi BRIN Ubah Limbah Sawit dan Styrofoam Menjadi Solusi Bahan Bakar Kapal Ramah Lingkungan
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:00 WIB

Teknologi MAS Bantu Jaga Mutu Benih Bawang Merah, BRIN Temukan Metode Penyimpanan Paling Efektif

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:58 WIB

BRIN Kembangkan Teknologi Deteksi Halal untuk Perkuat Inovasi Pangan dan Industri Nasional

Senin, 29 Juni 2026 - 19:00 WIB

Cabai Tahan Kutudaun Jadi Fokus BRIN, Inovasi Baru untuk Tingkatkan Produktivitas Petani

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:00 WIB

Pemanfaatan Limbah Industri Dorong Inovasi Pertanian dan Kelestarian Lingkungan

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:06 WIB

Deteksi Gula Darah Tanpa Jarum Dorong Inovasi Teknologi Kesehatan BRIN

Berita Terbaru