Sisipublik.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan Laboratorium fisika dan kimia canggih di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong. Fasilitas berteknologi tinggi tersebut mendukung berbagai penelitian strategis di bidang material maju, biomassa, energi, lingkungan, hingga farmasi.
Selain mengembangkan infrastruktur penelitian, BRIN juga memperkenalkan fungsi dan pemanfaatan laboratorium kepada sivitas akademika Politeknik AKA Bogor. Kegiatan ini memberi gambaran mengenai berbagai instrumen analisis dan karakterisasi yang berperan dalam menghasilkan inovasi berbasis sains.
Laboratorium fisika dan kimia canggih tersebut menghadirkan sejumlah peralatan modern yang membantu peneliti melakukan pengujian dengan tingkat akurasi tinggi. Dengan demikian, kolaborasi antara lembaga riset dan perguruan tinggi dapat semakin berkembang.
Laboratorium Kimia BRIN Dilengkapi Instrumen Analitik Modern
Teknisi Litkayasa Penyelia sekaligus pengelola Laboratorium Kimia dan Bioproses BRIN, Fitri, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut memiliki sejumlah instrumen mutakhir. Di antaranya Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), High Performance Liquid Chromatography (HPLC), Liquid Chromatography High Resolution Mass Spectrometry (LC-HRMS), Isotope Ratio Mass Spectrometry (IRMS), serta Inductively Coupled Plasma (ICP).
Menurutnya, setiap alat memiliki fungsi berbeda. GC-MS membantu mengidentifikasi senyawa volatil, termasuk minyak atsiri, residu bahan kimia, dan polutan lingkungan. Sementara itu, ICP mendukung analisis kandungan unsur pada berbagai sampel.
Selain itu, IRMS membantu peneliti menguji keaslian produk. Teknologi tersebut mampu membedakan gula merah murni dengan produk yang sudah bercampur gula pasir.
Fitri menambahkan, berbagai instrumen tersebut mendukung penelitian mikrokristalin selulosa untuk bahan obat, pengembangan nanoselulosa dari biomassa, pengujian bahan baku industri, serta identifikasi kontaminan lingkungan.
Laboratorium Fisika dan Kimia Canggih Dukung Riset Material Masa Depan
Laboratorium fisika dan kimia canggih BRIN juga menghadirkan fasilitas karakterisasi material. BRIN menyediakan Transmission Electron Microscope (TEM) dengan kemampuan pembesaran hingga lima juta kali serta Scanning Electron Microscope (SEM) yang mampu memperbesar objek hingga 200 ribu kali.
Selain itu, tersedia teknologi lapisan tipis yang mendukung pengembangan material pelapis fungsional dan sensor berteknologi tinggi.
Peneliti Ahli Utama BRIN, Arby Dimyati, menegaskan bahwa karakterisasi material memegang peranan penting dalam penelitian modern. Menurutnya, kualitas dan kinerja material tidak dapat di ketahui secara menyeluruh tanpa analisis mendalam.
SEM, kata Arby, membantu para peneliti memahami struktur material sekaligus mendukung pengembangan teknologi baterai elektrolit padat.
Fasilitas tersebut juga mendukung riset baterai, material tahan korosi dan tahan aus, biomaterial untuk implan tulang, hingga material semikonduktor untuk sensor dan perangkat elektronik.
Laboratorium fisika dan kimia canggih, Mahasiswa AKA Bogor Mendapat Tambahan Pengetahuan
Dosen Politeknik AKA Bogor, Fatimah, menilai kegiatan pengenalan laboratorium BRIN memberikan manfaat besar bagi mahasiswa vokasi. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa instrumen ilmiah tidak hanya berfungsi untuk pengujian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses inovasi.
Ia mengatakan mahasiswa memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan TEM dan SEM untuk mengamati morfologi nanopartikel yang disintesis di AKA Bogor.
Karena itu, pihaknya berharap kerja sama antara BRIN dan Politeknik AKA Bogor dapat terus berkembang.
BRIN Dorong Kolaborasi Terbuka untuk Inovasi Nasional
Ke depan, BRIN menegaskan bahwa laboratorium fisika dan kimia di KST B.J. Habibie tidak hanya melayani kebutuhan riset internal. Fasilitas tersebut juga menjadi wadah kolaborasi terbuka bagi perguruan tinggi, industri, serta masyarakat.
Melalui langkah tersebut, BRIN ingin mempercepat lahirnya inovasi berbasis sains dan teknologi yang mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia. (j/*)










Komentar