Sisipublik.com – BRIN dampingi Mamuju Tengah untuk mencari solusi berbasis riset terhadap persoalan pengelolaan sampah dan berkurangnya ketersediaan air saat musim kering. Kolaborasi tersebut mencakup teknologi pengolahan sampah, teknologi tepat guna, serta kajian sumber daya air.
Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN Yopi menyampaikan komitmen itu saat menerima audiensi Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin (24/8). Pertemuan membahas peluang kerja sama riset sesuai kebutuhan daerah.
BRIN dampingi Mamuju Tengah terutama untuk mengidentifikasi teknologi yang paling sesuai dengan kondisi setempat. Pemerintah daerah mengusulkan sejumlah persoalan, mulai dari pengelolaan sampah hingga kekeringan yang memengaruhi ketersediaan air masyarakat.
BRIN Dampingi Mamuju Tengah Tangani Persoalan Sampah
Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras mengatakan pemerintah daerah membutuhkan dukungan riset untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah. Saat ini, daerah masih menghadapi persoalan pembuangan sampah dengan metode open dumping.
Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) juga mencatat TPA Tabolang di Mamuju Tengah berstatus open dumping. Data tersebut memperkuat konteks persoalan persampahan yang pemerintah daerah sampaikan dalam audiensi.
Karena itu, pemerintah kabupaten ingin mengkaji pilihan teknologi yang sesuai dengan kondisi wilayah. Selain sampah rumah tangga, pemerintah daerah juga melihat peluang pemanfaatan limbah dari sektor perkebunan sawit.
Arsal berharap kerja sama dengan BRIN dapat menghasilkan pilihan pengolahan sampah yang realistis. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat menyusun langkah penanganan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan wilayah.
Teknologi Pengolahan Sampah Jadi Salah Satu Opsi
BRIN memiliki sejumlah teknologi yang dapat pemerintah daerah kaji sebelum menentukan pilihan. Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah BRIN Sri Nuryanti menyebut teknologi tersebut antara lain biokomposter elektrik, pirolisis terintegrasi, insinerator ramah lingkungan non-B3, mesin pelet sampah, dan sistem gasifikasi.
Namun, pemerintah daerah perlu menyesuaikan teknologi dengan karakteristik sampah, kapasitas pengelolaan, kebutuhan energi, serta kondisi infrastruktur. Dengan pendekatan tersebut, teknologi tidak sekadar tersedia, tetapi juga dapat berfungsi sesuai kebutuhan daerah.
Sebelumnya, pemerintah daerah di Sulawesi Barat juga mendorong perbaikan sejumlah TPA yang masih menggunakan open dumping. TPA Tabolang di Mamuju Tengah termasuk lokasi yang masuk identifikasi untuk peningkatan sistem pengelolaan sampah.
Kekeringan Dorong Kajian Sumber Air
Selain sampah, BRIN dampingi Mamuju Tengah untuk menghadapi persoalan kekeringan. Pemerintah kabupaten melaporkan penurunan debit sumber air dalam beberapa bulan terakhir.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah mencari pendekatan berbasis kajian agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi. BRIN kemudian menawarkan pemanfaatan teknologi tepat guna serta pendekatan pemetaan dan pengelolaan sumber daya air.
Sri mengatakan BRIN juga memiliki pengalaman menerapkan teknologi air siap minum atau ARSINUM di sejumlah kondisi darurat. Selain teknologi, BRIN dapat mendukung riset melalui mekanisme pendanaan yang tersedia dengan melibatkan komitmen pemerintah daerah.
Selanjutnya, kedua pihak akan melanjutkan koordinasi teknis. Tahap tersebut penting untuk memetakan kebutuhan, menentukan teknologi yang relevan, serta menyusun bentuk kerja sama yang lebih konkret.
Dengan begitu, kerja sama BRIN dan Mamuju Tengah tidak berhenti pada audiensi. Pemerintah daerah dapat menggunakan hasil kajian untuk menentukan solusi persampahan dan pengelolaan air yang sesuai dengan kondisi wilayah.











Komentar