Revitalisasi Galeri Nasional Indonesia Perluas Akses Publik ke Karya Maestro Nusantara

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peletakan Batu Pertama di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta  (foto: kementerian kebudayaan)

Peletakan Batu Pertama di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta (foto: kementerian kebudayaan)

Sisipublik.com – Revitalisasi Galeri Nasional Indonesia mulai berjalan melalui peletakan batu pertama di Jakarta. Kementerian Kebudayaan bersama PT Nindya Karya (Persero) menjalankan proyek ini untuk memperluas akses masyarakat terhadap karya seni rupa sekaligus memperkuat fungsi galeri sebagai ruang edukasi sejarah dan peradaban Nusantara.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai Indonesia memiliki keragaman budaya yang tercermin dalam perjalanan seni rupa, mulai dari lukisan gua purba hingga karya para maestro modern. Karena itu, galeri nasional perlu menghadirkan koleksi yang membantu masyarakat memahami perkembangan seni Indonesia dari masa ke masa.

Revitalisasi Galeri Nasional Indonesia Perkuat Edukasi Sejarah Seni

Melalui revitalisasi Galeri Nasional Indonesia, pemerintah ingin memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal karya maestro dan memahami perkembangan seni rupa nasional. Fadli Zon menekankan pentingnya penyajian karya yang mampu menggambarkan kekayaan budaya Indonesia kepada pengunjung dalam negeri maupun mancanegara.

Sejumlah seniman yang karyanya menjadi bagian penting dalam sejarah seni Indonesia antara lain Raden Saleh dan Basuki Abdullah. Selain itu, galeri juga perlu merepresentasikan karya pelukis asing yang pernah mengangkat kehidupan dan budaya Indonesia, seperti Walter Spies, Miguel Covarrubias, Romualdo Locatelli, Auke Sonnega, dan Theo Meier.

Dengan penyajian koleksi yang lebih representatif, galeri dapat membantu generasi muda mengenal tokoh, aliran, serta perubahan ekspresi seni yang membentuk perjalanan kebudayaan Indonesia.

Baca Juga :  Ketahanan Siber Tak Lagi Sekadar Urusan Teknologi, Menteri PANRB Tekankan Integritas Talenta Digital

Pemugaran Tetap Memperhatikan Nilai Sejarah Bangunan

Selain memperluas fungsi pameran, proyek ini juga mencakup pemugaran bangunan bersejarah. Kementerian Kebudayaan menegaskan bahwa pekerjaan renovasi harus mempertahankan karakter arsitektur dan keaslian bangunan yang memiliki nilai cagar budaya.

Prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan revitalisasi. Pemerintah perlu menyelaraskan kebutuhan fasilitas modern dengan upaya menjaga karakter historis bangunan agar pengembangan kawasan tidak menghilangkan nilai warisannya.

Pendekatan ini juga mendukung pemanfaatan cagar budaya secara berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati fasilitas seni yang lebih memadai tanpa mengabaikan nilai sejarah yang melekat pada kawasan Galeri Nasional Indonesia.

Gedung Pameran dan Fasilitas Publik Ikut Dikembangkan

Rencana revitalisasi mencakup pembenahan fasad, atap, interior Gedung A, serta Ruang Serbaguna. Selain itu, pemerintah akan mengembangkan area penyimpanan koleksi di Gedung A menjadi ruang pameran, perpustakaan, dan fasilitas publik.

Pemerintah juga merencanakan perubahan fungsi Gedung C dan D dari tempat penyimpanan koleksi menjadi ruang pameran yang lebih representatif. Sementara itu, gedung kantor akan menampung ruang aktivasi publik berupa kafe di lantai pertama dan ruang perkantoran di lantai kedua.

Penataan lanskap dan ruang luar kawasan turut masuk dalam rencana pengerjaan. Rangkaian pengembangan tersebut bertujuan mendukung kegiatan seni, memperbaiki pengalaman pengunjung, dan menyediakan ruang interaksi publik yang lebih beragam.

Baca Juga :  Sukses Haji 2026, Prabowo Sampaikan Apresiasi untuk Petugas dan Jemaah

Meski demikian, informasi yang tersedia belum mencantumkan target penyelesaian proyek, nilai anggaran, maupun jadwal pembukaan kembali setiap fasilitas. Karena itu, masyarakat masih perlu menunggu pengumuman resmi mengenai tahapan pengerjaan dan waktu pemanfaatan fasilitas yang telah diperbarui.

Galeri Nasional Didorong Menjadi Pusat Aktivitas Budaya

Kementerian Kebudayaan berharap Galeri Nasional Indonesia berkembang menjadi kantong budaya atau cultural enclave yang menghubungkan karya seni, seniman, kurator, peneliti, dan masyarakat. Fungsi tersebut tidak hanya bertumpu pada pameran, tetapi juga pada kegiatan edukasi dan aktivitas publik yang memperluas apresiasi terhadap seni rupa.

Melalui pengembangan fasilitas dan penataan ruang, galeri diharapkan dapat menyediakan pengalaman kunjungan yang lebih inklusif. Masyarakat nantinya berpeluang menikmati pameran, mengakses sumber pengetahuan seni, serta mengikuti berbagai kegiatan kebudayaan dalam satu kawasan.

Keberhasilan revitalisasi pada akhirnya bergantung pada kualitas pelestarian bangunan, pengelolaan koleksi, kemudahan akses pengunjung, dan keberlanjutan program publik. Jika seluruh aspek tersebut berjalan seimbang, Galeri Nasional Indonesia dapat memperkuat perannya sebagai ruang belajar sekaligus etalase seni dan peradaban Nusantara.

Berita Terkait

Karhutla Berbasis Satelit Jadi Fokus Pemerintah, Lima Provinsi Masuk Prioritas Pengendalian
Gerakan Pangan Murah Perluas Akses Pangan, Pemerintah Siapkan Respons Harga Lebih Cepat
Swasembada Pangan Jadi Penyangga Indonesia saat Krisis Global, Cadangan Beras Tembus 4,56 Juta Ton
Prabowo Benahi BUMN, Pemerintah Prioritaskan Perusahaan Produktif dan Aset Negara
Manajemen Risiko ATR/BPN Jadi Kunci Percepat Layanan Pertanahan yang Aman
Kesejahteraan Keuangan Keluarga Jadi Fokus Baru, Prabowo Resmikan DNKK
Pencegahan Kekerasan di Pesantren Jadi Fokus Pelatihan Musyrif dan Musyrifah
Meutia Hatta Tekankan Perlindungan Anak dan Pendampingan Pasangan untuk Perkuat Keluarga
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Revitalisasi Galeri Nasional Indonesia Perluas Akses Publik ke Karya Maestro Nusantara

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Karhutla Berbasis Satelit Jadi Fokus Pemerintah, Lima Provinsi Masuk Prioritas Pengendalian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Gerakan Pangan Murah Perluas Akses Pangan, Pemerintah Siapkan Respons Harga Lebih Cepat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Benahi BUMN, Pemerintah Prioritaskan Perusahaan Produktif dan Aset Negara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Manajemen Risiko ATR/BPN Jadi Kunci Percepat Layanan Pertanahan yang Aman

Berita Terbaru