Produk Pangan Nasional Disiapkan Masuk Rantai Pasok Haji 2027

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah menyiapkan penguatan rantai pasok produk pangan nasional untuk mendukung kebutuhan konsumsi jemaah haji di Arab Saudi (foto: kementerian haji dan umrah)

Pemerintah menyiapkan penguatan rantai pasok produk pangan nasional untuk mendukung kebutuhan konsumsi jemaah haji di Arab Saudi (foto: kementerian haji dan umrah)

Sisipublik.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan penguatan rantai pasok produk pangan nasional untuk haji 2027. Pemerintah ingin memperbesar penggunaan pangan produksi dalam negeri, mulai dari beras, protein, buah, sayur, minyak, hingga makanan siap santap atau ready to eat (RTE).

Pembahasan mengenai rencana tersebut berlangsung dalam Rapat Koordinasi Teknis dan Monitoring Evaluasi Ekosistem Pangan Haji dan Umrah di Yogyakarta, Selasa (15/9/2026). Forum itu mempertemukan kementerian/lembaga, perguruan tinggi, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan terkait.

Produk pangan nasional untuk haji 2027 membutuhkan rantai pasok terintegrasi

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Jaenal Effendi mengatakan pemerintah ingin menghubungkan produksi pangan di dalam negeri dengan kebutuhan konsumsi jemaah di Arab Saudi.

Menurut Jaenal, pengembangan tersebut mencakup komoditas pangan utama, tidak hanya bumbu dan makanan siap santap. Pemerintah juga membuka ruang bagi produk dari berbagai daerah serta memperluas keterlibatan pelaku usaha dan UMKM.

Dengan pola tersebut, kebutuhan konsumsi jemaah dapat menjadi bagian dari pengembangan pasar bagi produk pangan Indonesia. Pemerintah juga perlu memastikan kapasitas produksi mampu memenuhi kebutuhan dalam jumlah besar secara konsisten.

Baca Juga :  Diskon Tarif Transportasi 30 Persen Hadir Saat Libur Sekolah, Ini Daftar Lengkapnya

Standardisasi menjadi tahap penting sebelum ekspor

Selain produksi, Kemenhaj menyiapkan tahapan standardisasi dan kurasi penyedia. Proses tersebut mencakup produksi, pengemasan, pemenuhan regulasi, ekspor, hingga pengiriman ke Arab Saudi.

Pemerintah menargetkan produk yang masuk ke rantai pasok haji memenuhi standar mutu, gizi, serta ketertelusuran. Karena itu, pemantauan bahan baku dan proses produksi menjadi bagian penting dalam penataan ekosistem pangan.

Jaenal menyebut peta jalan 2027 akan mengarahkan kesiapan produk agar dapat tiba di Arab Saudi sekitar satu bulan sebelum keberangkatan jemaah.

Rencana tersebut juga sejalan dengan arah layanan konsumsi haji yang sebelumnya mendorong penggunaan produk dalam negeri dan makanan siap saji bercita rasa Nusantara. Kemenhaj mencatat RTE dan bumbu pasta menjadi bagian dari pengembangan layanan konsumsi pada musim haji 2026.

Teknologi pangan dibutuhkan untuk kondisi Arab Saudi

Pemerintah juga mendorong perguruan tinggi terlibat dalam riset dan pengembangan produk pangan. Fokusnya antara lain menghasilkan makanan siap santap berbasis beras nasional serta produk lokal yang mampu bertahan dan tetap memenuhi standar dalam kondisi cuaca Arab Saudi.

Baca Juga :  Beasiswa Unggulan 2026 Buka Pendaftaran Lima Hari, Ini Syarat IPK dan Batas Usianya

Langkah tersebut penting karena pengiriman pangan dari Indonesia membutuhkan pengaturan produksi, pengemasan, penyimpanan, dan logistik yang sesuai dengan karakteristik perjalanan internasional. Pengembangan teknologi dapat memperluas jenis pangan Indonesia yang memenuhi persyaratan untuk masuk ke rantai pasok haji.

Pemenuhan kebutuhan dalam negeri menjadi indikator

Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Tatang Yuliono mengatakan persentase kebutuhan pangan jemaah yang dapat dipenuhi produk dalam negeri dapat menjadi salah satu indikator pengembangan ekosistem pangan haji.

Pada akhirnya, penataan ekosistem pangan haji diarahkan untuk mempertemukan sektor produksi, UMKM, perdagangan, riset, dan logistik dalam satu rantai pasok. Skema tersebut diharapkan membuka akses pasar baru bagi produk Indonesia sekaligus mendukung kebutuhan konsumsi jemaah.

Pengembangan ekosistem ekonomi haji sendiri telah menjadi bagian dari kerangka penyelenggaraan haji. Regulasi pemerintah memberikan ruang bagi Kementerian Haji dan Umrah untuk membangun ekosistem ekonomi haji melalui kerja sama dengan pihak terkait.

Berita Terkait

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Masuk Tahap Panja, Pemerintah Soroti Perlindungan Pekerja
Libur Nasional 2027 Capai 18 Hari, Pemerintah Antisipasi Lonjakan Mobilitas Saat Lebaran
Harga BBM Subsidi Tetap, Bahlil Siapkan Strategi Hadapi Gejolak Minyak Dunia
Asuransi Usaha Tani Padi 2026 Jadi Jaring Pengaman Modal Petani di Tengah Ancaman El Nino
Suahasil Nazara Tekankan Disiplin Defisit dan Efektivitas Belanja APBN
Suahasil Nazara Kembali ke Posisi Puncak Kemenkeu, Prabowo Resmi Lantiknya sebagai Menkeu
Teknologi Kedirgantaraan Dorong Kawasan Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru
PERINTIS 10 Hari Dorong Integrasi Data Pertanahan dan Pajak di Jawa Timur
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 07:00 WIB

Produk Pangan Nasional Disiapkan Masuk Rantai Pasok Haji 2027

Rabu, 16 September 2026 - 11:00 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Masuk Tahap Panja, Pemerintah Soroti Perlindungan Pekerja

Rabu, 16 September 2026 - 09:00 WIB

Libur Nasional 2027 Capai 18 Hari, Pemerintah Antisipasi Lonjakan Mobilitas Saat Lebaran

Rabu, 16 September 2026 - 06:00 WIB

Harga BBM Subsidi Tetap, Bahlil Siapkan Strategi Hadapi Gejolak Minyak Dunia

Selasa, 15 September 2026 - 16:00 WIB

Asuransi Usaha Tani Padi 2026 Jadi Jaring Pengaman Modal Petani di Tengah Ancaman El Nino

Berita Terbaru

Pemerintah menyiapkan penguatan rantai pasok produk pangan nasional untuk mendukung kebutuhan konsumsi jemaah haji di Arab Saudi (foto: kementerian haji dan umrah)

Nasional

Produk Pangan Nasional Disiapkan Masuk Rantai Pasok Haji 2027

Kamis, 17 Sep 2026 - 07:00 WIB