Prabowo Siapkan Strategi Hadapi El Nino 2026, Perkuat Modifikasi Cuaca dan Cegah Karhutla

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Siapkan Strategi Hadapi El Nino 2026, Perkuat Modifikasi Cuaca dan Cegah Karhutla (foto: sinpo.id)

Prabowo Siapkan Strategi Hadapi El Nino 2026, Perkuat Modifikasi Cuaca dan Cegah Karhutla (foto: sinpo.id)

Sisipublik.com – Presiden Prabowo Subianto menyiapkan langkah antisipasi menghadapi fenomena El Nino yang di perkirakan mulai aktif di Indonesia pada Juni 2026 hingga Maret–Mei 2027.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino tahun ini berpotensi mencapai intensitas moderat hingga kuat. Kondisi ini dapat memicu musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dari biasanya.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fatani, mengatakan Presiden meminta BMKG memperkuat operasi modifikasi cuaca (OMC) di berbagai wilayah untuk mengurangi dampak kekeringan dan menjaga ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :  MAN 2 Kota Malang Borong Penghargaan Nasional, Perkuat Reputasi Madrasah Berprestasi

BMKG akan menjalankan OMC secara bertahap dengan fokus menjaga ketersediaan air di waduk, embung, dan daerah tangkapan air. Langkah ini menjadi penting karena puncak musim kemarau di prediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026.

Selain ancaman kekeringan, BMKG juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi rawan, terutama wilayah dengan lahan gambut seperti Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Pemerintah kini memetakan titik panas (hotspot) di daerah rawan kebakaran bersama kementerian terkait dan pemerintah daerah. Fokus utama tidak hanya memadamkan api, tetapi juga mencegah kebakaran sebelum terjadi.

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran Perlindungan Sosial lewat Digitalisasi Bansos

BMKG juga memanfaatkan data kondisi air tanah di lahan gambut untuk menentukan area berisiko tinggi. Jika permukaan air turun melewati batas aman, BMKG segera melakukan modifikasi cuaca guna meningkatkan kelembapan lahan.

Menurut BMKG, strategi pencegahan ini berhasil menekan angka kebakaran hutan secara signifikan di bandingkan beberapa tahun sebelumnya. Pemerintah berharap langkah antisipatif ini mampu mengurangi dampak El Nino terhadap lingkungan, pertanian, dan masyarakat. (j/*)

Berita Terkait

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu
Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok
Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik
Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai
KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul
Panglima Jilah Dorong Masyarakat Adat Jadi Mitra Penanganan Karhutla di Kalbar
Kolaborasi Peraih Nobel dan Peneliti Indonesia Didorong Prabowo untuk Perkuat Riset Nasional
Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka Prabowo, Forum Lima Tahunan Mulai Bahas Arah Organisasi
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu

Rabu, 2 September 2026 - 19:26 WIB

Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:00 WIB

KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul

Berita Terbaru