Sisipublik.com – Penguatan lereng Lembah Anai terus menjadi perhatian Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk menjaga keamanan dan ketahanan Jalan Nasional Padang Panjang–Sicincin, Sumatera Barat. Pemerintah memperkuat sejumlah bagian jalan dan lereng pada segmen KM 61+600 sampai KM 67+400 dengan panjang sekitar 5,8 kilometer.
Pekerjaan tersebut menyasar kawasan yang mengalami dampak banjir bandang dan tanah longsor pada November 2025. Karena itu, Kementerian PU tidak hanya memperbaiki bagian jalan yang terdampak, tetapi juga memperkuat struktur lereng serta sistem pengelolaan air di sepanjang kawasan rawan.
Penguatan lereng Lembah Anai mencakup 901 titik borepile
Menteri PU Dody Hanggodo menilai pemulihan kawasan tersebut membutuhkan penanganan menyeluruh. Menurutnya, perbaikan badan jalan harus berjalan bersama dengan penguatan tebing dan pengendalian aliran air.
“Kalau kita menangani jalannya, tebingnya juga wajib ditangani. Kalau tidak, jalannya tidak akan bertahan lama. Karena itu seluruh penanganan di kawasan ini dilakukan secara permanen agar lebih aman dan berkelanjutan,” tegas Menteri Dody.
Selanjutnya, melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga mengerjakan sejumlah titik kritis menggunakan berbagai teknik perkuatan. Pekerjaan tersebut mencakup pemasangan soldier pile, shotcrete dan soil nailing, bronjong, terramesh, retaining wall concrete (RWC), serta geomat HDPE.
Salah satu bagian penting dari proyek tersebut berupa pemasangan 901 titik borepile. Struktur ini membantu meningkatkan kestabilan lereng sekaligus menjaga keamanan badan jalan di area yang memiliki tingkat kerawanan longsor.
Perkuat tebing dan sistem drainase
Selain memasang struktur penahan, Kementerian PU juga memperkuat tebing dan membenahi drainase. Langkah tersebut bertujuan mengurangi dampak aliran air permukaan serta gerusan yang dapat memengaruhi kondisi jalan dan lereng.
Dengan pendekatan terpadu, pemerintah menangani bagian permukaan sekaligus struktur pendukung jalan. Langkah ini penting karena kondisi medan Lembah Anai memiliki karakter yang cukup kompleks dan membutuhkan sistem perlindungan yang saling terhubung.
Kemudian, Kementerian PU mengerahkan berbagai alat berat untuk menunjang pekerjaan di lapangan. Peralatan tersebut antara lain excavator, pile machine, vibro, dump truck, asphalt finisher, dan pneumatic tire roller (PTR).
Proyek senilai Rp460,4 miliar rampung Juli 2026
Paket pekerjaan penanganan kawasan Lembah Anai mulai berjalan pada 28 November 2025. Kontraktor kemudian menuntaskan seluruh pekerjaan pada 26 Juli 2026 dengan nilai kontrak mencapai Rp460,4 miliar.
PT Hutama Karya Infrastruktur mengerjakan proyek tersebut dengan dukungan berbagai peralatan konstruksi. Penyelesaian pekerjaan menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk meningkatkan keandalan jalur nasional yang memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa.
Kementerian PU berharap penguatan struktur jalan, lereng, tebing, dan drainase dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap infrastruktur di kawasan tersebut. Dengan begitu, Ruas Jalan Nasional Padang Panjang–Sicincin dapat terus menunjang aktivitas masyarakat secara aman dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, penanganan Lembah Anai menjadi bagian dari komitmen #PU608 untuk menghadirkan infrastruktur yang andal, aman, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.











Komentar