Sisipublik.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat Program pelatihan kerja bersertifikat agar pencari kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga lebih siap memasuki dunia kerja. Selain itu, pemerintah juga mengajak dunia usaha, akademisi, dan masyarakat membangun kolaborasi untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih kuat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, tantangan ketenagakerjaan di Kota Bandung masih cukup besar. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) saat ini mencapai 7,24 persen. Di sisi lain, angka pemutusan hubungan kerja (PHK) masih tinggi, sementara Kota Bandung juga menjadi tujuan pencari kerja dari berbagai daerah. Karena itu, pemerintah memilih langkah yang menyeluruh agar berbagai persoalan tersebut dapat di tangani secara berkelanjutan.
Pelatihan Kerja Bersertifikat Disesuaikan dengan Kebutuhan Industri
Pelatihan kerja bersertifikat menjadi program prioritas yang mendapat perhatian khusus dari Pemkot Bandung. Program ini menyesuaikan materi pelatihan dengan kebutuhan dunia industri sehingga peserta memiliki keahlian yang relevan. Dengan demikian, lulusan di harapkan memiliki daya saing yang lebih tinggi saat mencari pekerjaan.
Farhan menilai penyelesaian persoalan ketenagakerjaan tidak cukup hanya melalui kebijakan pemerintah. Sebaliknya, pemerintah juga perlu menciptakan iklim usaha yang kondusif agar perusahaan mampu berkembang dan membuka lebih banyak lapangan kerja. Menurutnya, sektor pendidikan juga menyimpan potensi besar untuk menarik investasi sekaligus menciptakan peluang kerja baru.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai program strategis untuk menghadapi perubahan kondisi ekonomi. Fokus utama berada pada pelatihan lanjutan yang menghasilkan tenaga kerja bersertifikat melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Adapun pelatihan dasar akan di tangani perangkat daerah lain sehingga pembagian tugas berjalan lebih efektif.
Menurut Yayan, setiap pelatihan harus mengikuti kebutuhan industri. Langkah tersebut memberi peluang lebih besar bagi peserta untuk memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pelatihan.
Program Magang dan Padat Karya Terus Di perluas
Selain meningkatkan kompetensi tenaga kerja, Disnaker Kota Bandung juga memperluas program padat karya. Program ini membantu masyarakat yang terdampak kondisi ekonomi sekaligus mendukung berbagai kegiatan penataan kota.
Selanjutnya, pemerintah memperkuat program magang bersubsidi melalui kerja sama dengan sektor perhotelan, restoran, dan kafe. Peserta menerima bantuan transportasi, konsumsi, serta kesempatan memperoleh pengalaman kerja selama dua hingga tiga bulan.
Program magang tersebut memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Dunia usaha memperoleh tambahan tenaga kerja, sedangkan peserta memiliki kesempatan memperluas pengalaman dan meningkatkan peluang direkrut sebagai karyawan tetap. Bahkan, sebagian peserta juga berpotensi membuka usaha sendiri setelah menyelesaikan program magang.
Peluang Kerja ke Jepang Semakin Terbuka
Pemkot Bandung juga terus memperluas peluang kerja ke luar negeri, terutama ke Jepang. Saat ini, negara tersebut masih membutuhkan tenaga kerja pada sektor perawatan lansia (caregiver), perhotelan, dan manufaktur.
Untuk mendukung program tersebut, Disnaker bekerja sama dengan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Pemerintah juga memberikan subsidi pelatihan bahasa Jepang senilai Rp10 juta hingga Rp15 juta bagi peserta yang telah memenuhi persyaratan keberangkatan.
Dalam waktu dekat, sekitar 50 calon pekerja di jadwalkan berangkat ke Jepang. Pemerintah berharap mereka tidak hanya memperoleh penghasilan, tetapi juga membawa pulang keterampilan, kemampuan bahasa, serta budaya kerja yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Bandung.
Di samping itu, Di snaker sedang menjalin kerja sama dengan Universitas Teknologi Bandung (UTB). Program tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk bekerja di Jepang sambil melanjutkan pendidikan. Melalui berbagai strategi itu, Pemkot Bandung optimistis kualitas tenaga kerja terus meningkat, kesempatan kerja semakin luas, dan angka pengangguran dapat di tekan secara bertahap. (j/*)











Komentar