Sisipublik.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan peresmian operasional LRT Jakarta Velodrome-Manggarai kan berlangsung pada bulan depan. LRT tersebut dijadwalkan mulai melayani penumpang pada Agustus 2026.
Pramono menyampaikan kehadiran lintasan baru itu akan memperkuat sistem transportasi publik di Jakarta. Menurutnya, pengembangan jaringan LRT menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat di berbagai kawasan ibu kota.
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Hadirkan Lima Stasiun Baru
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai memiliki panjang lintasan sekitar 6,4 kilometer dengan lima stasiun baru. Jalur ini menjadi bagian dari koridor Kelapa Gading (Pegangsaan Dua)-Manggarai yang memiliki total panjang 12,2 kilometer.
Selain itu, keseluruhan koridor tersebut akan melayani 11 stasiun dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 28 menit. Kehadiran rute tambahan ini di harapkan mampu mempercepat perpindahan penumpang sekaligus memperluas jangkauan layanan transportasi berbasis rel.
Pramono juga menjelaskan pemerintah akan melanjutkan pembangunan jalur dari Manggarai menuju Dukuh Atas. Nantinya, proyek tersebut di lengkapi pedestrian deck atau jembatan penghubung bagi pejalan kaki agar perpindahan antarmoda menjadi lebih nyaman.
Dengan demikian, konektivitas antarkawasan dan antarmoda transportasi di Jakarta diperkirakan semakin meningkat setelah seluruh proyek rampung.
Target Layani Hingga 80 Ribu Penumpang Setiap Hari
Setelah beroperasi penuh, koridor LRT Pegangsaan Dua-Manggarai di proyeksikan mampu melayani hingga 80.000 penumpang setiap hari. Kapasitas tersebut di harapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum.
Saat ini, layanan LRT Jakarta telah melintasi rute Kelapa Gading (Pegangsaan Dua), Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, hingga Velodrome.
Sementara itu, mulai Agustus 2026 jaringan tersebut akan bertambah dengan lima stasiun baru, yakni Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai.
Terintegrasi dengan Transjakarta, Mikrotrans, dan KRL
Lebih lanjut, jalur Velodrome-Manggarai akan terhubung langsung dengan berbagai moda transportasi lainnya. Integrasi tersebut mencakup layanan Transjakarta, Mikrotrans, serta KRL Commuter Line.
Melalui integrasi antarmoda itu, masyarakat di harapkan dapat menikmati perjalanan yang lebih praktis, efisien, dan nyaman saat berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya. (j/*)











Komentar