Sisipublik.com – Konferensi Imam Dunia di Indonesia memperluas pembahasan mengenai peran tokoh agama dalam menghadapi persoalan global. Forum yang mempertemukan imam besar dan mufti dari 39 negara itu mendorong masjid agar berfungsi sebagai ruang dialog yang membahas konflik, lingkungan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berbagai persoalan kemanusiaan.
Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengatakan forum tersebut tidak hanya membahas kepentingan umat Islam. Para peserta juga membicarakan kontribusi imam dalam merespons persoalan yang menyentuh kehidupan masyarakat secara luas.
Konferensi Imam Dunia Bahas Peran Masjid dalam Persoalan Kemanusiaan
Nasaruddin mengatakan para imam perlu mendorong masjid menjadi ruang aman bagi berbagai kelompok untuk membahas persoalan kemanusiaan. Menurut dia, fungsi tersebut dapat memperluas peran rumah ibadah dalam membangun dialog di tengah berbagai persoalan dunia.
“Bagaimana menjadikan masjid ini sebagai rumah aman untuk mendiskusikan dan membicarakan persoalan-persoalan kemanusiaan,” kata Nasaruddin pada Sabtu (26/9/2026).
Selain konflik, forum tersebut memasukkan isu kerusakan lingkungan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pembahasan. Dengan demikian, peran imam tidak berhenti pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga menyentuh isu yang memengaruhi kehidupan masyarakat.
Imam dari 39 Negara Bahas Respons terhadap Krisis Global
Pertemuan tersebut melibatkan lebih dari 40 peserta yang berasal dari 39 negara. Delegasi hadir dari sejumlah kawasan, antara lain Timur Tengah, Eropa, Amerika, Amerika Latin, dan Asia.
Para peserta kemudian membahas peran imam dalam menghadapi kondisi global yang diwarnai konflik, perang, dan bencana alam. Forum ini juga mengarahkan pembahasan pada penyusunan narasi keagamaan bersama yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Nasaruddin menyebut narasi tersebut tidak hanya ditujukan kepada umat Islam. Para imam diharapkan dapat menyampaikan pesan yang berkaitan dengan perdamaian dan kemanusiaan kepada masyarakat dunia.
Gagasan itu mendapat tanggapan dari Grand Imam Italia Nader Akkad. Ia menilai para imam dari berbagai kawasan dapat membicarakan langkah bersama untuk merespons persoalan yang muncul di berbagai belahan dunia.
Menurut Akkad, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan politik. Lingkungan dan isu kemanusiaan lainnya juga membutuhkan perhatian serta kerja sama lintas kawasan.
Perdamaian Diperluas hingga Hubungan Manusia dan Alam
Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Muhammad Hussein juga menekankan peran imam dalam menyebarkan pesan perdamaian global dan membangun keharmonisan antara manusia dan alam.
Sejalan dengan itu, Nasaruddin mengatakan forum tersebut ingin memperluas pembahasan perdamaian. Hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan menjadi bagian dari gagasan yang dibicarakan para peserta.
Karena itu, forum tersebut tidak hanya mengarahkan perhatian pada hubungan antarmanusia, tetapi juga pada hubungan manusia dengan alam dan Tuhan. Pendekatan itu menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi tokoh agama terhadap persoalan global.
Forum Imam Dunia Diharapkan Berlanjut Secara Reguler
Pertemuan para imam tersebut diharapkan menghasilkan keputusan, rekomendasi, dan tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Selain itu, penyelenggara berharap forum lintas negara tersebut dapat berlangsung secara reguler.
Dengan agenda tersebut, pertemuan para imam tidak hanya menjadi forum pertukaran pandangan keagamaan. Para peserta juga membahas bagaimana institusi masjid dan kepemimpinan imam dapat mengambil bagian dalam merespons konflik, menjaga lingkungan, serta memperkuat perdamaian dan kemanusiaan.











Komentar