Generasi Muda Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Menaker Dorong Penguatan Kompetensi di Era AI

- Jurnalis

Minggu, 27 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan kuliah umum di Universitas Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat (foto: kementerian ketenagakerjaan)

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan kuliah umum di Universitas Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat (foto: kementerian ketenagakerjaan)

Sisipublik.com –  Generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat seiring perkembangan kecerdasan artifisial (AI), digitalisasi, ekonomi hijau, dan perubahan demografi. Karena itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mendorong anak muda memperkuat kompetensi agar mampu mengikuti kebutuhan pasar kerja.

Yassierli menyampaikan hal tersebut dalam Kuliah Umum di Universitas Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026). Menurut dia, perubahan teknologi tidak hanya memengaruhi jenis pekerjaan, tetapi juga mengubah cara pekerja menjalankan tugasnya.

Generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja dengan tuntutan keterampilan yang semakin beragam. Oleh sebab itu, Yassierli menilai ijazah saja tidak cukup untuk menghadapi dinamika pasar kerja. Anak muda juga perlu memiliki pengalaman, kompetensi yang relevan, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar.

Generasi Muda Menghadapi Perubahan Dunia Kerja dengan Reskilling

Yassierli mendorong generasi muda melakukan reskilling dan upskilling secara berkelanjutan. Reskilling membantu seseorang mempelajari keterampilan baru, sedangkan upskilling memperkuat kemampuan yang sudah dimiliki.

Baca Juga :  Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Tiga Menteri Sepakati Aturan Baru untuk Perluas Akses MBR

Selain itu, peningkatan kompetensi dapat membuka akses ke bidang pekerjaan baru yang muncul seiring perkembangan teknologi. Dengan demikian, perubahan struktur pekerjaan tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga menciptakan kebutuhan terhadap keahlian baru.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga mendorong penguatan core skills dan integrated skills. Core skills mencakup kompetensi teknis, sertifikasi, portofolio, dan pengalaman praktik. Sementara itu, integrated skills menekankan kemampuan menggabungkan berbagai kompetensi sesuai kebutuhan pekerjaan.

AI Mengubah Cara Manusia Bekerja

Perkembangan AI menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan tersebut. Yassierli mengatakan manusia tetap perlu memperkuat kemampuan yang berkaitan dengan kreativitas, empati, integritas, dan pengambilan keputusan.

Karena itu, pekerja tidak cukup hanya menguasai teknologi. Mereka juga perlu memahami cara memanfaatkan teknologi untuk mendukung pekerjaan. Kemampuan bekerja bersama teknologi menjadi bagian penting dari kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja.

Baca Juga :  Prabowo Dorong Digitalisasi Layanan Hukum, 83.960 Posbankum Perluas Akses Keadilan

Selain kompetensi teknis, Yassierli menilai kemampuan beradaptasi perlu tumbuh melalui growth mindset, pengalaman, dan ketekunan dalam mengembangkan keterampilan. Pola pikir untuk terus belajar menjadi penting ketika kebutuhan pekerjaan berubah dalam waktu relatif cepat.

Pemerintah Siapkan Ekosistem Pengembangan Kompetensi

Kemnaker menyiapkan sejumlah program untuk mendukung peningkatan kompetensi generasi muda. Program tersebut antara lain pelatihan melalui Balai Pelatihan Vokasi, Program Pemagangan Nasional, pengembangan talenta, serta sertifikasi kompetensi berdasarkan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berupaya memperluas akses generasi muda terhadap pelatihan, pengalaman kerja, dan pengakuan kompetensi. Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

Yassierli menegaskan perubahan dunia kerja akan terus berlangsung. Karena itu, generasi muda perlu mempertahankan kemauan untuk belajar, meningkatkan keterampilan, dan menyesuaikan diri dengan perkembangan kebutuhan pekerjaan.

Berita Terkait

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami
Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data
SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah
Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan
Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk
Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW
Bantuan Pertanian Jatim Rp3 Triliun, Pembibitan Ayam Jadi Fokus Tambahan Anggaran
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:27 WIB

SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan

Berita Terbaru