Sisipublik.com – Generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat seiring perkembangan kecerdasan artifisial (AI), digitalisasi, ekonomi hijau, dan perubahan demografi. Karena itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mendorong anak muda memperkuat kompetensi agar mampu mengikuti kebutuhan pasar kerja.
Yassierli menyampaikan hal tersebut dalam Kuliah Umum di Universitas Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026). Menurut dia, perubahan teknologi tidak hanya memengaruhi jenis pekerjaan, tetapi juga mengubah cara pekerja menjalankan tugasnya.
Generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja dengan tuntutan keterampilan yang semakin beragam. Oleh sebab itu, Yassierli menilai ijazah saja tidak cukup untuk menghadapi dinamika pasar kerja. Anak muda juga perlu memiliki pengalaman, kompetensi yang relevan, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar.
Generasi Muda Menghadapi Perubahan Dunia Kerja dengan Reskilling
Yassierli mendorong generasi muda melakukan reskilling dan upskilling secara berkelanjutan. Reskilling membantu seseorang mempelajari keterampilan baru, sedangkan upskilling memperkuat kemampuan yang sudah dimiliki.
Selain itu, peningkatan kompetensi dapat membuka akses ke bidang pekerjaan baru yang muncul seiring perkembangan teknologi. Dengan demikian, perubahan struktur pekerjaan tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga menciptakan kebutuhan terhadap keahlian baru.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga mendorong penguatan core skills dan integrated skills. Core skills mencakup kompetensi teknis, sertifikasi, portofolio, dan pengalaman praktik. Sementara itu, integrated skills menekankan kemampuan menggabungkan berbagai kompetensi sesuai kebutuhan pekerjaan.
AI Mengubah Cara Manusia Bekerja
Perkembangan AI menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan tersebut. Yassierli mengatakan manusia tetap perlu memperkuat kemampuan yang berkaitan dengan kreativitas, empati, integritas, dan pengambilan keputusan.
Karena itu, pekerja tidak cukup hanya menguasai teknologi. Mereka juga perlu memahami cara memanfaatkan teknologi untuk mendukung pekerjaan. Kemampuan bekerja bersama teknologi menjadi bagian penting dari kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja.
Selain kompetensi teknis, Yassierli menilai kemampuan beradaptasi perlu tumbuh melalui growth mindset, pengalaman, dan ketekunan dalam mengembangkan keterampilan. Pola pikir untuk terus belajar menjadi penting ketika kebutuhan pekerjaan berubah dalam waktu relatif cepat.
Pemerintah Siapkan Ekosistem Pengembangan Kompetensi
Kemnaker menyiapkan sejumlah program untuk mendukung peningkatan kompetensi generasi muda. Program tersebut antara lain pelatihan melalui Balai Pelatihan Vokasi, Program Pemagangan Nasional, pengembangan talenta, serta sertifikasi kompetensi berdasarkan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berupaya memperluas akses generasi muda terhadap pelatihan, pengalaman kerja, dan pengakuan kompetensi. Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.
Yassierli menegaskan perubahan dunia kerja akan terus berlangsung. Karena itu, generasi muda perlu mempertahankan kemauan untuk belajar, meningkatkan keterampilan, dan menyesuaikan diri dengan perkembangan kebutuhan pekerjaan.











Komentar