Kepercayaan Global terhadap Indonesia Menguat, Presiden Prabowo Minta Data Investasi Dipublikasikan Terbuka

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepercayaan Global terhadap Indonesia Menguat, Presiden Prabowo Minta Data Investasi Dipublikasikan Terbuka (foto: istimewa)

Kepercayaan Global terhadap Indonesia Menguat, Presiden Prabowo Minta Data Investasi Dipublikasikan Terbuka (foto: istimewa)

Sisipublik.com – Kepercayaan Global terhadap Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah menyampaikan berbagai data positif investasi kepada masyarakat secara terbuka. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan informasi yang transparan sekaligus memperkuat optimisme terhadap perekonomian nasional.

Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menerima sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, Minggu, 14 Juni 2026. Dalam pertemuan itu hadir sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara yang membahas perkembangan investasi serta kondisi ekonomi nasional.

Sementara itu, Kepercayaan Global terhadap Indonesia menjadi salah satu poin utama dalam laporan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani. Rosan melaporkan hasil kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat, Eropa, dan beberapa negara di Asia yang menunjukkan respons positif dari berbagai kalangan investor internasional.

Baca Juga :  Kemandirian Energi Nasional Diperkuat lewat PLTS 100 GW dan Kendaraan Listrik

Kepercayaan Global terhadap Indonesia Tercermin dari Minat Investor

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa laporan Rosan memuat berbagai fakta dan data yang menunjukkan peningkatan kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia.

Menurut Teddy, kondisi tersebut terlihat dari tingginya minat investor global untuk menanamkan modal di berbagai sektor strategis nasional. Sejumlah peluang investasi baru juga terus berkembang seiring meningkatnya perhatian pelaku usaha internasional terhadap potensi ekonomi Indonesia.

Selain itu, berbagai sektor prioritas nasional dinilai memiliki prospek yang menjanjikan. Faktor tersebut turut mendorong masuknya investasi yang berpotensi memperkuat pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Presiden Dorong Transparansi Informasi kepada Publik

Selanjutnya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya keterbukaan informasi mengenai perkembangan investasi nasional. Pemerintah ingin masyarakat memperoleh gambaran yang utuh berdasarkan data dan fakta yang dapat di pertanggungjawabkan.

Karena itu, Presiden meminta Rosan Roeslani menyampaikan secara langsung berbagai data positif tersebut kepada publik. Penyampaian informasi di jadwalkan berlangsung di Istana Merdeka pada Senin, 15 Juni 2026.

Baca Juga :  Jadwal KRL Solo Jogja: Simak Jam Keberangkatan Lengkap dari Palur hingga Tugu

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kondisi investasi nasional sekaligus memberikan perspektif yang lebih jelas mengenai peluang ekonomi Indonesia di masa mendatang.

Komitmen Pemerintah Perkuat Optimisme Ekonomi

Di sisi lain, kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang terbuka, transparan, dan akuntabel.

Melalui penyampaian data yang jelas dan berbasis fakta, pemerintah ingin memperkuat kepercayaan publik terhadap arah pembangunan ekonomi nasional. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi untuk menjaga optimisme investasi di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.

Dengan meningkatnya perhatian investor internasional, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat daya saing ekonomi serta mempercepat pembangunan di berbagai sektor strategis. (j/*)

Berita Terkait

Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan
Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk
Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW
Bantuan Pertanian Jatim Rp3 Triliun, Pembibitan Ayam Jadi Fokus Tambahan Anggaran
Kredibilitas Fiskal Jadi Modal Indonesia Perluas Kerja Sama dengan Bank Dunia
Revitalisasi Museum 2026 Sasar Lebih dari 200 Situs Budaya di Indonesia
Gaji Pensiunan ASN Lewat Koperasi Masih Dikaji, Kemenkop Tegaskan Belum Ada Keputusan
Pelatihan Kerja Sukabumi Siapkan 1.600 Peserta, 11 Jenis Keterampilan Dibuka
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Bantuan Pertanian Jatim Rp3 Triliun, Pembibitan Ayam Jadi Fokus Tambahan Anggaran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Revitalisasi Museum 2026 Sasar Lebih dari 200 Situs Budaya di Indonesia

Berita Terbaru