Purbaya Temukan Dugaan Manipulasi Harga Ekspor pada 10 Perusahaan CPO

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

menteri keuangan purbaya (Foto: REUTERS)

menteri keuangan purbaya (Foto: REUTERS)

Sisipulik.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap temuan dugaan manipulasi harga ekspor crude palm oil (CPO) yang melibatkan 10 perusahaan besar di Indonesia. Dugaan tersebut muncul setelah Kementerian Keuangan menelusuri data ekspor melalui sampel tiga pengapalan acak dari masing-masing perusahaan.

Purbaya menjelaskan, tim menemukan perbedaan mencolok antara nilai ekspor yang tercatat di Indonesia dengan nilai impor yang tercatat di negara tujuan, terutama Amerika Serikat. Selisih harga itu mengindikasikan praktik under invoicing, yakni pencatatan harga ekspor lebih rendah dari nilai sebenarnya.

Baca Juga :  Sandiaga Uno Siapkan Langkah Besar, Apa yang Membuat MUTU Menarik untuk Investasi Ekonomi Hijau?

Menurutnya, beberapa perusahaan melaporkan nilai ekspor jauh lebih kecil di banding harga yang tercatat saat barang tiba di luar negeri. Dalam salah satu kasus, nilai ekspor tercatat sebesar 2,6 juta dolar AS, sementara data impor di Amerika Serikat menunjukkan angka 4,2 juta dolar AS atau selisih sekitar 57 persen.

Purbaya juga menemukan contoh lain dengan selisih yang lebih besar. Sebuah perusahaan melaporkan ekspor senilai 1,44 juta dolar AS, namun nilai impor di negara tujuan tercatat lebih dari 4 juta dolar AS.

Baca Juga :  Harga Pertamax Turun Jadi Perhatian DPR, Pemerintah Diminta Pantau Harga Minyak Dunia

Ia menegaskan, tim melakukan pengecekan hingga ke data kapal pengangkut untuk memastikan kesesuaian volume dan jalur distribusi. Praktik seperti ini di nilai dapat menekan pendapatan perusahaan di dalam negeri dan berdampak pada berkurangnya penerimaan negara.

Meski sudah mengantongi data perusahaan yang diduga terlibat, Purbaya belum mengungkap identitas mereka ke publik. Selain sektor CPO, pemerintah juga mulai menemukan indikasi serupa pada ekspor batu bara. (j/*)

Berita Terkait

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami
Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data
SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah
Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan
Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk
Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW
Bantuan Pertanian Jatim Rp3 Triliun, Pembibitan Ayam Jadi Fokus Tambahan Anggaran
Berita ini 21 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Bhumi ATR/BPN Bantu Cek Peta Bidang Tanah, Ini Batasan Informasi yang Perlu Dipahami

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Digitalisasi Bansos Perkuat Verifikasi Penerima, Kemensos Buka Akses Pengawasan Data

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:27 WIB

SMA Unggul Garuda Perluas Akses Sekolah Unggulan hingga Empat Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kedelai Grobogan Ditargetkan Tembus 3 Ton per Hektare, Kementan Siapkan Ekspansi Lahan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan

Berita Terbaru