Swasembada Bawang Putih Jadi Target Baru, Kementan Siapkan 100.000 Hektare Lahan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Swasembada Bawang Putih Jadi Target Baru, Kementan Siapkan 100.000 Hektare Lahan (foto: Wikipedia)

Swasembada Bawang Putih Jadi Target Baru, Kementan Siapkan 100.000 Hektare Lahan (foto: Wikipedia)

Sisipublik.com – Swasembada bawang putih menjadi target yang dikejar Kementerian Pertanian dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Pemerintah menyiapkan pengembangan lahan dan pembibitan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor yang hingga kini masih memenuhi lebih dari 90 persen kebutuhan nasional.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan, program tersebut membutuhkan waktu karena proses pengembangan benih dan perluasan lahan tidak dapat berlangsung secara instan. Karena itu, pemerintah menyusun strategi bertahap agar produksi dalam negeri terus meningkat.

Swasembada bawang putih juga menjadi fokus utama Kementerian Pertanian melalui pengembangan sekitar 100.000 hektare lahan tanam. Luasan tersebut jauh lebih kecil dibandingkan kebutuhan lahan untuk mencapai swasembada beras yang mencapai jutaan hektare.

Swasembada Bawang Putih Butuh Lahan Khusus

Meski demikian, tantangan utama bukan terletak pada minat petani. Sebaliknya, pemerintah menghadapi kendala dalam penyediaan lahan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman bawang putih.

Komoditas ini membutuhkan dataran tinggi dengan kondisi agroklimat tertentu. Oleh sebab itu, Kementan memfokuskan pengembangan pada sejumlah daerah yang sudah menjadi sentra bawang putih.

Baca Juga :  Layanan Haji 2027 Jadi Fokus Prabowo, Pemerintah Siapkan Sejumlah Pembenahan

Beberapa wilayah yang telah berkembang antara lain Sembalun di Nusa Tenggara Barat, Temanggung di Jawa Tengah, serta Humbang Hasundutan di Sumatera Utara.

Swasembada Bawang Putih Bergantung pada Ketersediaan Bibit

Selain lahan, ketersediaan bibit menjadi tantangan terbesar dalam program tersebut. Pemerintah perlu melakukan penangkaran terlebih dahulu agar benih dapat menyesuaikan dengan kondisi iklim di Indonesia.

Dengan demikian, perluasan areal tanam secara besar-besaran baru dapat dilakukan secara bertahap. Pemerintah pun menilai target swasembada tidak mungkin tercapai hanya dalam waktu satu tahun.

Pada 2026, Kementerian Pertanian menyiapkan pembibitan bawang putih seluas 5.000 hektare melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Di sisi lain, badan usaha milik negara dan sektor swasta di harapkan ikut mengembangkan sekitar 20.000 hektare lahan sebagai bagian dari target nasional 100.000 hektare.

Pemerintah Beri Dukungan Pembiayaan Bibit

Sudaryono menjelaskan, biaya pembibitan bawang putih mencapai sekitar Rp120 juta per hektare. Dari jumlah tersebut, kebutuhan bibit menyerap sekitar Rp75 juta per hektare.

Karena itu, pemerintah memberikan dukungan berupa pinjaman bibit kepada petani penangkar. Langkah tersebut bertujuan meringankan kebutuhan modal yang cukup besar.

Baca Juga :  Jadwal Timnas Indonesia Vs Mozambik, Garuda Championship Series Siap Hadir di GBK

Melalui skema tersebut, petani mengembangkan bibit yang di terima dari pemerintah. Setelah panen, petani mengembalikan hasil sebesar 1,5 kali dari jumlah bibit awal. Sementara itu, sisa hasil panen dapat di pasarkan secara bebas.

Selanjutnya, pemerintah menyalurkan kembali bibit yang terkumpul kepada petani lain sehingga ketersediaan benih nasional terus meningkat.

Bulog dan ID Food Jadi Penyangga Hasil Produksi

Dalam pelaksanaannya, Perum Bulog dan ID Food akan berperan sebagai penampung hasil pembibitan. Sementara itu, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) mendukung program melalui penyediaan lahan dan kegiatan budidaya.

Selain itu, Kementan juga mengkaji pemanfaatan lahan perkebunan dataran tinggi yang sudah tidak produktif. Bahkan, sebagian lahan perkebunan teh berpotensi mendukung perluasan areal tanam bawang putih.

Menurut Sudaryono, dampak program tersebut mulai terlihat pada pertengahan tahun depan. Seiring meningkatnya produksi dan ketersediaan bibit, pemerintah berharap kebutuhan impor bawang putih dapat berkurang secara bertahap. (j/*)

Berita Terkait

Teknologi Pengendalian Rayap BRIN Bantu Warga Lindungi Bangunan dan Aset Kayu
Sukses Haji 2026, Prabowo Sampaikan Apresiasi untuk Petugas dan Jemaah
Atmosfer Piala Dunia 2026 Masuk KRL, Penumpang Serasa Berada di Tengah Stadion
Layanan Haji 2027 Jadi Fokus Prabowo, Pemerintah Siapkan Sejumlah Pembenahan
Harga Pertamax Turun Berpeluang Terjadi, Ini Alasan yang Disorot DPR
Motor Listrik Operasional PLN Kian Masif, Ada Target Lingkungan yang Ingin Dicapai
Penguatan Investasi Indonesia-Qatar Jadi Fokus, Apa Saja Peluang yang Sedang Disiapkan?
Peluang Kerja Indonesia di Jerman Kian Menjanjikan, Ini yang Sedang Dipersiapkan
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:00 WIB

Teknologi Pengendalian Rayap BRIN Bantu Warga Lindungi Bangunan dan Aset Kayu

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:00 WIB

Sukses Haji 2026, Prabowo Sampaikan Apresiasi untuk Petugas dan Jemaah

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:02 WIB

Atmosfer Piala Dunia 2026 Masuk KRL, Penumpang Serasa Berada di Tengah Stadion

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:15 WIB

Swasembada Bawang Putih Jadi Target Baru, Kementan Siapkan 100.000 Hektare Lahan

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:00 WIB

Harga Pertamax Turun Berpeluang Terjadi, Ini Alasan yang Disorot DPR

Berita Terbaru