Fun Asia Expo 2026 Dorong Investasi dan Inovasi Industri Rekreasi Keluarga

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fun Asia Expo 2026 Dorong Investasi dan Inovasi Industri Rekreasi Keluarga (sumber foto: kementerian pariwisata)

Fun Asia Expo 2026 Dorong Investasi dan Inovasi Industri Rekreasi Keluarga (sumber foto: kementerian pariwisata)

Sisipublik.com – Fun Asia Expo 2026 menghadirkan peluang baru bagi pengembangan industri rekreasi keluarga di Indonesia. Kementerian Pariwisata menilai sektor tersebut memiliki prospek kuat seiring meningkatnya minat wisata berbasis pengalaman.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa membuka Fun Asia Expo 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Pameran tersebut berlangsung selama 5–6 Agustus 2026 dan menghadirkan lebih dari 150 peserta dari 12 negara.

Kehadiran Fun Asia Expo 2026 mempertemukan berbagai pelaku industri, mulai dari pengelola taman rekreasi, theme park, water park, penyedia teknologi, hingga investor sektor atraksi wisata. Karena itu, Kementerian Pariwisata melihat ajang tersebut sebagai momentum untuk memperluas kerja sama dan mendorong inovasi.

Fun Asia Expo 2026 Buka Peluang Kolaborasi Industri

Ni Luh Puspa mengatakan pameran tersebut dapat menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan dan bertukar pengalaman. Selain itu, peserta juga dapat memperkenalkan teknologi serta inovasi terbaru.

Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan pameran menunjukkan komitmen untuk memperkuat industri rekreasi keluarga di Indonesia.

“Pameran ini menjadi ruang strategis untuk memperluas jejaring, berbagi pengalaman, dan memperkenalkan inovasi terbaru,” kata Ni Luh Puspa saat membuka acara.

Lebih lanjut, ia menilai wisata keluarga terus berkembang sebagai salah satu segmen penting dalam industri pariwisata. U.S. Family Travel Survey tahun lalu juga menunjukkan tingginya minat keluarga untuk melakukan perjalanan bersama.

Dalam tren tersebut, theme park dan water park menjadi salah satu pilihan destinasi yang menarik bagi wisatawan. Atraksi itu pun kini memiliki peran lebih besar dalam membentuk pengalaman perjalanan.

Baca Juga :  Pajak Keberangkatan Jepang Naik Mulai 1 Juli 2026, Wisatawan Perlu Siapkan Biaya Tambahan

Atraksi Wisata Perkuat Pengalaman Wisatawan

Ni Luh Puspa menjelaskan bahwa atraksi wisata tidak lagi sekadar menjadi pelengkap destinasi. Kehadirannya dapat memengaruhi keputusan wisatawan dalam memilih tujuan perjalanan.

Selain itu, atraksi wisata juga dapat mendorong wisatawan memperpanjang lama tinggal. Pengalaman yang menarik juga berpotensi menciptakan kesan positif selama perjalanan.

“Ketika kita membangun taman rekreasi dan berbagai atraksi lainnya, kita tidak hanya membangun destinasi. Kita juga menghadirkan ruang kebersamaan yang meningkatkan kualitas pengalaman berwisata,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, pemerintah terus mengarahkan pengembangan pariwisata pada kualitas pengalaman. Pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga mendorong manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas.

Indonesia Punya Potensi Besar untuk Wisata Keluarga

Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan industri rekreasi keluarga. Pertumbuhan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara menjadi salah satu pendukung utama.

Selain itu, budaya berkumpul bersama lintas generasi sudah melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut dapat menjadi modal sosial dalam membangun lebih banyak destinasi ramah keluarga.

Hingga Juni 2026, Indonesia mencatat 7,45 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Angka tersebut tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 630,41 juta perjalanan. Angka tersebut meningkat 2,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga :  INSA Yacht Festival 2026 Perkuat Wisata Bahari dan Marine Lifestyle Indonesia

Data tersebut menunjukkan besarnya pasar yang dapat mendukung pertumbuhan industri rekreasi keluarga. Karena itu, Kementerian Pariwisata terus mendorong pengembangan atraksi sesuai potensi dan karakter setiap daerah.

Pemerintah Dorong Investasi dan Inovasi Rekreasi

Kementerian Pariwisata menilai pengembangan industri rekreasi membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Pemerintah, pelaku usaha, investor, akademisi, asosiasi, dan masyarakat perlu membangun kerja sama yang lebih erat.

Dalam konteks tersebut, Fun Asia Expo 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. Pameran ini juga membuka peluang pertukaran gagasan dan penjajakan kemitraan.

“Fun Asia Expo 2026 memiliki arti yang sangat strategis. Pameran ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan, membangun kemitraan, membuka peluang investasi, serta mendorong inovasi,” kata Ni Luh Puspa.

Ia berharap pameran tersebut menghasilkan berbagai terobosan untuk meningkatkan daya saing industri rekreasi nasional. Pemerintah juga ingin mendorong hadirnya destinasi yang berkualitas, inklusif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ni Luh Puspa berharap penyelenggaraan Fun Asia Expo 2026 menjadi katalis bagi pertumbuhan industri rekreasi keluarga yang inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Selain itu, pengembangan sektor tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkualitas di tingkat global.

Dalam pembukaan acara, Ni Luh Puspa turut didampingi Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata Fadjar Hutomo. Hadir pula Asisten Deputi Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konvensi, dan Pameran Kementerian Pariwisata Yohanes De Britto Titus Haridjati. (j/*)

Berita Terkait

GATF 2026 Dorong Wisata Domestik di Tengah Pertumbuhan Perjalanan Wisnus
Museum Le Mayeur Hadapi Tantangan Konservasi, Promosi Koleksi Jadi Perhatian
Wisata Selam Maratua Dibidik untuk Perluas Pasar Malaysia dan Singapura
Labuan Bajo Tetap Terbuka, Akses Wisata Kembali Berjalan Pascagempa Flores
Bromo Kembali Dibuka, Pemulihan Wisata Berjalan dengan Tanggung Jawab Konservasi
Pelestarian Warisan Sejarah Bung Hatta Diperkuat Menbud Bersama Keluarga Proklamator
Festival Golo Koe 2026 Perkuat Pariwisata Berbasis Budaya dan Masyarakat Labuan Bajo
INSA Yacht Festival 2026 Perkuat Wisata Bahari dan Marine Lifestyle Indonesia
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 08:00 WIB

GATF 2026 Dorong Wisata Domestik di Tengah Pertumbuhan Perjalanan Wisnus

Selasa, 1 September 2026 - 14:00 WIB

Museum Le Mayeur Hadapi Tantangan Konservasi, Promosi Koleksi Jadi Perhatian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Wisata Selam Maratua Dibidik untuk Perluas Pasar Malaysia dan Singapura

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Labuan Bajo Tetap Terbuka, Akses Wisata Kembali Berjalan Pascagempa Flores

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Bromo Kembali Dibuka, Pemulihan Wisata Berjalan dengan Tanggung Jawab Konservasi

Berita Terbaru