Aturan Pekerja Migran Ibu Balita Disiapkan Dedi Mulyadi demi Perlindungan Anak di Jawa Barat

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aturan Pekerja Migran Ibu Balita Disiapkan Dedi Mulyadi demi Perlindungan Anak di Jawa Barat (foto: jabarprov)

Aturan Pekerja Migran Ibu Balita Disiapkan Dedi Mulyadi demi Perlindungan Anak di Jawa Barat (foto: jabarprov)

Sisipublik.com – Aturan Pekerja Migran Ibu Balita menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan regulasi khusus untuk melindungi anak usia balita yang berpotensi kehilangan pendampingan ibu akibat bekerja di luar negeri. Langkah tersebut muncul setelah pemerintah menemukan berbagai persoalan yang menimpa anak-anak yang ditinggal orang tuanya bekerja di luar negeri.

Sebelumnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat mencatat sejumlah kasus yang memerlukan perhatian serius. Data tersebut menunjukkan masih adanya trauma psikologis dan gangguan tumbuh kembang pada anak yang kehilangan pendampingan ibu dalam waktu lama.

Aturan Pekerja Migran Ibu Balita Masuk Prioritas Pemprov Jabar

Aturan Pekerja Migran Ibu Balita kini masuk tahap perumusan melalui Peraturan Gubernur (Pergub). Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya memperketat proses keberangkatan bagi ibu yang memiliki anak usia balita. Kebijakan itu bertujuan menjaga hak anak untuk memperoleh pengasuhan yang memadai.

Baca Juga :  Frans Putros Menuju Piala Dunia 2026, Ini Deretan Fakta Menarik Bek Persib yang Siap Cetak Sejarah

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin ada balita di Jawa Barat yang kehilangan figur ibu. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu masalah psikologis dan mengurangi perlindungan anak di lingkungan keluarga.

Karena itu, pemerintah akan menerapkan asesmen yang lebih ketat bagi warga yang berencana bekerja ke luar negeri. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui kondisi keluarga sekaligus memastikan keberangkatan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Pemerintah Siapkan Alternatif Pekerjaan dan Modal Usaha

Selain melakukan asesmen, pemerintah juga menyiapkan langkah pendampingan. Apabila alasan utama keberangkatan berasal dari kesulitan ekonomi, instansi terkait akan mencari solusi yang lebih tepat.

Selanjutnya, pemerintah dapat membantu menyediakan peluang kerja yang sesuai atau memberikan dukungan modal usaha. Dengan cara tersebut, keluarga tetap memiliki sumber penghasilan tanpa harus mengorbankan kebutuhan pengasuhan anak.

Baca Juga :  Harga Emas Antam di Pegadaian Mei 2026 Naik, Simak Daftarnya

Dedi Mulyadi Sampaikan Komitmen dalam Acara Tahun Baru Islam

Dedi Mulyadi menyampaikan gagasan tersebut saat menghadiri kegiatan menyambut Tahun Baru Islam. Acara yang berlangsung di Masjid Raya Al Jabbar itu juga di hadiri Menteri Agama Republik Indonesia dan puluhan ribu jemaah.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab di sapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM itu menyampaikan refleksi mengenai arah pembangunan Jawa Barat ke depan. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan tata kelola yang lebih adil, terbuka, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain itu, Dedi Mulyadi juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai layanan yang masih memerlukan perbaikan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Jawa Barat yang lebih sejahtera dan ramah bagi anak serta keluarga. (j/*)

Berita Terkait

Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan
Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta
Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat
Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air
KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai
Pelatihan Vokasi Kemnaker di NTT Sasar Pemulihan Ekonomi Penyintas Gempa
Budidaya Lebah Trigona Sumalata Buka Peluang Usaha Madu Berbasis Potensi Lokal
Dapur SRT 3 Sulsel Ditarget Rampung 6 Oktober, Mensos Dorong Sekolah Rakyat Mandiri Pangan
Berita ini 36 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:00 WIB

KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai

Berita Terbaru