Muhammadiyah Hadirkan Sekolah Konservasi di Papua Barat, Satukan Pendidikan, Sains, dan Kearifan Lokal

Muhammadiyah Kembangkan Pendidikan Berbasis Konservasi

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammadiyah Hadirkan Sekolah Konservasi di Papua Barat, Satukan Pendidikan, Sains, dan Kearifan Lokal (Foto: SMAMCO)

Muhammadiyah Hadirkan Sekolah Konservasi di Papua Barat, Satukan Pendidikan, Sains, dan Kearifan Lokal (Foto: SMAMCO)

Sisipublik.com – Muhammadiyah memperkuat komitmennya terhadap pendidikan berkelanjutan dengan meresmikan sekolah berbasis konservasi di Papua Barat. Sekolah ini menggabungkan pembelajaran akademik, pelestarian lingkungan, serta nilai-nilai budaya lokal dalam satu sistem pendidikan.

Unit Sekolah Baru (USB) SMA Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) Manokwari yang berlokasi di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Arfai, Manokwari Selatan, menjadi sekolah berbasis konservasi pertama di Indonesia. Peresmian berlangsung pada 28 Mei 2026 dan dipimpin Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Pada kesempatan yang sama, Muhammadiyah bersama EcoBhinneka Muhammadiyah dan WWF Indonesia meluncurkan Kurikulum Konservasi yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai keagamaan, serta kearifan lokal masyarakat Papua Barat ke dalam proses belajar mengajar.

Baca Juga :  Gerakan Nurani Bangsa Temui Sultan HB X, Dialog Tiga Jam Bahas Kondisi Kebangsaan dan Kepercayaan Publik

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini. Menurutnya, konsep yang di terapkan SMAMCO Manokwari sejalan dengan upaya mencetak generasi unggul yang peduli terhadap kelestarian alam.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat, Mulyadi Djaya, menjelaskan bahwa sekolah tersebut tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga menanamkan tanggung jawab ekologis kepada generasi muda.

Perjalanan SMAMCO di mulai sekitar satu tahun lalu dengan memanfaatkan bangunan bekas klinik. Kini, kawasan pendidikan tersebut telah berkembang menjadi kompleks sekolah yang memiliki 13 bangunan beserta berbagai fasilitas pendukung.

Baca Juga :  Hasil China Open 2026: Jonatan Christie Balikkan Keadaan dan Melangkah ke Babak 16 Besar

Direktur EcoBhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, menilai pendidikan lingkungan akan lebih efektif jika siswa berinteraksi langsung dengan alam. Menurutnya, pengalaman nyata membantu peserta didik memahami ekosistem sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Dengan adanya dukungan terhadap pengembangan kurikulum konservasi juga datang dari WWF Indonesia. Kurikulum ini di harapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang memiliki kekayaan hayati dan budaya lokal yang kuat.

Sementara itu, Peresmian sekolah turut di hadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, adat, unsur Forkopimda,  jajaran Muhammadiyah dan Aisyiyah Papua Barat. (j/*)

Berita Terkait

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang
Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa
Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci
Kriya Payakumbuh Didorong Tembus Pasar Lebih Luas Pascabencana
Mentan Amran Siapkan Alsintan untuk 25 Distrik Puncak, Kopi Arabika Dibidik hingga 500 Hektare
Sekolah Rakyat Mamuju Tengah Masuk Persiapan Tahap 3 Setelah Sertifikat Lahan Terbit
Kementerian PU Pasok Air, Penanganan Karhutla Muaro Jambi Berlanjut hingga Pendinginan
SNI Wajib AMDK, Kemenperin Buka Pendampingan Sertifikasi bagi Industri Maluku
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:00 WIB

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang

Jumat, 4 September 2026 - 13:00 WIB

Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Kriya Payakumbuh Didorong Tembus Pasar Lebih Luas Pascabencana

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Mentan Amran Siapkan Alsintan untuk 25 Distrik Puncak, Kopi Arabika Dibidik hingga 500 Hektare

Berita Terbaru