Rio Mulai Menyapa Pengunjung, Anak Giant Panda Pertama yang Lahir di Indonesia Tumbuh Sehat

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rio Mulai Menyapa Pengunjung, Anak Giant Panda Pertama yang Lahir di Indonesia Tumbuh Sehat (Foto: Instagram/@ahquote)

Rio Mulai Menyapa Pengunjung, Anak Giant Panda Pertama yang Lahir di Indonesia Tumbuh Sehat (Foto: Instagram/@ahquote)

Sisipublik.com – Taman Safari Indonesia (TSI) resmi memperkenalkan Rio kepada pengunjung pada Senin (1/6/2026). Rio merupakan anak giant panda pertama yang lahir di Indonesia dan menjadi bagian penting dalam upaya program pelestarian satwa.

TSI membuka akses publik setelah tim Life Science dan Veteriner bersama ahli dari China Conservation and Research Centre for the Giant Panda (CCRCGP) menyatakan Rio memenuhi standar perkembangan fisik dan perilaku yang di butuhkan.

Baca Juga :  Dewi Perssik Pilih Kuliah Psikologi, Ingin Lebih Mengenal Diri dan Dekat dengan Anak

Rio lahir pada 27 November 2025 dengan berat sekitar 200 gram. Kini, anak giant panda jantan tersebut tumbuh sehat dengan berat lebih dari 11 kilogram.

Menurut TSI, Rio sudah mampu berjalan mandiri, aktif berinteraksi dengan induknya, Hu Chun, serta mulai mengonsumsi rebung sebagai bagian dari tahapan perkembangan nutrisi yang dipantau secara profesional.

TSI menerapkan proses pengenalan secara bertahap dengan durasi kunjungan yang terkontrol. Langkah ini bertujuan menjaga kenyamanan, kesehatan, dan proses adaptasi Rio sesuai standar kesejahteraan satwa internasional.

Baca Juga :  Libur Panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila, Penumpang Kereta Mencapai 1,1 Juta

Kelahiran Rio menjadi pencapaian penting bagi program konservasi giant panda. Saat ini, Rio tercatat sebagai satu-satunya anak giant panda yang lahir di luar Tiongkok dalam tiga tahun terakhir. Kehadirannya sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama konservasi giant panda di tingkat global. (j/*)

Berita Terkait

Wastra Jadi Pintu Masuk Promosi Destinasi Wisata Nusantara di Jakarta
GATF 2026 Dorong Wisata Domestik di Tengah Pertumbuhan Perjalanan Wisnus
Museum Le Mayeur Hadapi Tantangan Konservasi, Promosi Koleksi Jadi Perhatian
Wisata Selam Maratua Dibidik untuk Perluas Pasar Malaysia dan Singapura
Labuan Bajo Tetap Terbuka, Akses Wisata Kembali Berjalan Pascagempa Flores
Bromo Kembali Dibuka, Pemulihan Wisata Berjalan dengan Tanggung Jawab Konservasi
Pelestarian Warisan Sejarah Bung Hatta Diperkuat Menbud Bersama Keluarga Proklamator
Festival Golo Koe 2026 Perkuat Pariwisata Berbasis Budaya dan Masyarakat Labuan Bajo
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 13:00 WIB

Wastra Jadi Pintu Masuk Promosi Destinasi Wisata Nusantara di Jakarta

Rabu, 2 September 2026 - 08:00 WIB

GATF 2026 Dorong Wisata Domestik di Tengah Pertumbuhan Perjalanan Wisnus

Selasa, 1 September 2026 - 14:00 WIB

Museum Le Mayeur Hadapi Tantangan Konservasi, Promosi Koleksi Jadi Perhatian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Wisata Selam Maratua Dibidik untuk Perluas Pasar Malaysia dan Singapura

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Labuan Bajo Tetap Terbuka, Akses Wisata Kembali Berjalan Pascagempa Flores

Berita Terbaru