Pelatihan Kerja Anak Muda Jadi Fokus Kemnaker untuk Perluas Kesempatan Kerja

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya pelatihan yang sesuai kebutuhan industri dan perluasan akses kerja bagi generasi muda dalam kuliah umum BEM Universitas Airlangga di Surabaya (foto: kementerian ketenagakerjaan)

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya pelatihan yang sesuai kebutuhan industri dan perluasan akses kerja bagi generasi muda dalam kuliah umum BEM Universitas Airlangga di Surabaya (foto: kementerian ketenagakerjaan)

Sisipublik.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong penguatan pelatihan kerja anak muda agar lulusan pelatihan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan peluang memperoleh pekerjaan layak semakin terbuka. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi generasi muda sekaligus mengurangi risiko kemiskinan.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber Kuliah Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (28/10/2026). Kegiatan bertema Refleksi Sumpah Pemuda ke-98: Pendidikan Gratis dan Akses Kerja sebagai Jalan Memutus Kemiskinan itu membahas pentingnya pendidikan dan kesempatan kerja bagi masa depan generasi muda.

Menurut Afriansyah, pelatihan kerja anak muda perlu berjalan seiring dengan perluasan akses informasi lowongan, layanan penempatan tenaga kerja, dan perlindungan hak pekerja. Dengan demikian, peningkatan keterampilan tidak berhenti pada proses belajar, tetapi juga membantu peserta memasuki pasar kerja.

Pelatihan Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Industri

Kemnaker mengembangkan pelatihan vokasi melalui Balai Latihan Kerja (BLK) untuk membekali peserta dengan keterampilan yang relevan. Program tersebut mencakup peningkatan keterampilan, pelatihan ulang, dan sertifikasi kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Baca Juga :  Produk Pangan Nasional Disiapkan Masuk Rantai Pasok Haji 2027

Afriansyah menilai, kesesuaian materi pelatihan dengan kebutuhan industri menjadi faktor penting dalam mempersiapkan tenaga kerja. Karena itu, Kemnaker memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha agar program pelatihan mengacu pada kebutuhan pasar kerja.

Kolaborasi tersebut juga membantu mempertemukan kompetensi lulusan dengan jenis pekerjaan yang tersedia. Selain itu, keterlibatan dunia usaha dapat memberikan masukan mengenai keterampilan yang perlu diperkuat agar peserta lebih siap menghadapi tuntutan pekerjaan.

Akses Informasi Kerja Perlu Berjalan Bersama Pelatihan

Setelah memperoleh keterampilan, pencari kerja membutuhkan akses terhadap informasi lowongan dan layanan penempatan yang memadai. Oleh sebab itu, Kemnaker mendorong perluasan kesempatan kerja melalui pemagangan nasional, penyediaan informasi pasar kerja, serta kemitraan dengan dunia usaha.

Di sisi lain, standardisasi profesi dan peningkatan produktivitas turut mendukung kesiapan tenaga kerja. Berbagai upaya tersebut diharapkan membantu pencari kerja menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi, sekaligus memperluas akses terhadap pekerjaan layak.

Pemerintah juga perlu memastikan bahwa kesempatan mengikuti pelatihan dan memperoleh pekerjaan terbuka bagi berbagai kelompok masyarakat. Cakupan tersebut meliputi pencari kerja pemula, pekerja aktif, kelompok rentan, dan penyandang disabilitas tanpa diskriminasi.

Baca Juga :  Pelatihan dan Penempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas Diperkuat Kemnaker

Kemnaker Perlu Mengukur Dampak Pelatihan

Keberhasilan program pelatihan tidak cukup dinilai dari jumlah peserta atau sertifikat yang diterbitkan. Menurut Afriansyah, pemerintah juga perlu menelusuri perkembangan lulusan setelah menyelesaikan pelatihan, termasuk keberhasilan mereka memperoleh pekerjaan atau membangun usaha secara mandiri.

Penelusuran alumni dan masukan dari industri dapat membantu pemerintah menilai manfaat program sekaligus menemukan kesenjangan antara materi pelatihan dan kebutuhan pasar kerja. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar untuk memperbaiki kualitas pelatihan berikutnya.

Dengan pendekatan itu, program pelatihan diharapkan memberikan manfaat yang terukur bagi peserta, bukan sekadar memenuhi target penyelenggaraan. Pemerintah juga dapat menggunakan hasil evaluasi untuk menentukan keterampilan yang perlu mendapat prioritas sesuai perkembangan dunia kerja.

Afriansyah menegaskan bahwa perluasan akses, inklusivitas, relevansi kompetensi, peningkatan mutu, dan kolaborasi perlu berjalan beriringan. Pengukuran dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kebijakan ketenagakerjaan.

Melalui penguatan pelatihan dan akses kerja, Kemnaker berupaya memperbesar peluang generasi muda untuk memperoleh penghasilan, membangun kemandirian ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Populasi Banteng Jawa di Pangandaran Bertambah Jadi Tujuh Ekor, Reintroduksi Catat Kelahiran Ketiga
Visi Kota 2045: Ossy Dermawan Dorong Arsitek Perkuat Ruang Hijau dan Konektivitas Kota
Sekolah Rakyat Serap 97 Ribu Pekerja Lokal, Akses Pendidikan Diperluas di 32 Provinsi
Hari Sumpah Pemuda, Penghargaan Katadata Angkat Teladan Habibie, Gus Dur, dan William Soeryadjaya
Penerbangan Langsung Umrah Jadi Prioritas, Kemenhaj Soroti Keamanan dan Ekonomi Nasional
Pasokan Gas Industri Jadi Prioritas, Bahlil Pangkas Ekspor ke Singapura 8 Persen
Storage Minyak Mentah Jadi Strategi Pemerintah Pangkas Jalur Impor Energi
Taman Anak Sejahtera Surakarta Pantau Tumbuh Kembang Anak dan Bantu Orang Tua Bekerja
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Populasi Banteng Jawa di Pangandaran Bertambah Jadi Tujuh Ekor, Reintroduksi Catat Kelahiran Ketiga

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Pelatihan Kerja Anak Muda Jadi Fokus Kemnaker untuk Perluas Kesempatan Kerja

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Visi Kota 2045: Ossy Dermawan Dorong Arsitek Perkuat Ruang Hijau dan Konektivitas Kota

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Sekolah Rakyat Serap 97 Ribu Pekerja Lokal, Akses Pendidikan Diperluas di 32 Provinsi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Hari Sumpah Pemuda, Penghargaan Katadata Angkat Teladan Habibie, Gus Dur, dan William Soeryadjaya

Berita Terbaru