Taman Anak Sejahtera Surakarta Pantau Tumbuh Kembang Anak dan Bantu Orang Tua Bekerja

- Jurnalis

Senin, 26 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meresmikan Taman Anak Sejahtera Sae di Surakarta (foto: kementerian sosial)

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meresmikan Taman Anak Sejahtera Sae di Surakarta (foto: kementerian sosial)

Sisipublik.com – Taman Anak Sejahtera Surakarta menjadi salah satu layanan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk membantu keluarga rentan memenuhi kebutuhan pengasuhan, gizi, kesehatan, dan pendidikan dini anak. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meresmikan Taman Anak Sejahtera (TAS) “Sae” di Sentra Terpadu Prof. dr. Soeharso, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (25/10/2026).

Layanan tersebut menyasar keluarga yang menghadapi keterbatasan waktu dan biaya untuk memberikan pengasuhan optimal, terutama ketika orang tua harus bekerja mencari nafkah. Selain menyediakan tempat penitipan, TAS Sae juga mendukung pemantauan tumbuh kembang anak sesuai usia.

Agus Jabo menjelaskan, Taman Anak Sejahtera Surakarta merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas dukungan bagi anak dan keluarga rentan. Melalui layanan ini, Kemensos ingin memastikan anak memperoleh pengasuhan yang layak meskipun orang tua memiliki keterbatasan dalam mendampingi mereka sepanjang hari.

Taman Anak Sejahtera Surakarta Sediakan Pemantauan Tumbuh Kembang

TAS Sae mulai beroperasi pada 17 Juli 2026. Saat ini, fasilitas tersebut menampung hingga 20 anak berusia empat bulan sampai delapan tahun.

Pengelola tidak hanya menyediakan tempat penitipan. Mereka juga memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan anak, mendukung pendidikan dini, serta memantau perkembangan anak sesuai tahap usianya.

Untuk mendukung pemantauan tersebut, Sentra Terpadu Prof. dr. Soeharso mengembangkan aplikasi Si Kumbang. Aplikasi ini membantu pengelola memantau pencapaian perkembangan anak atau milestone dan menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masing-masing anak.

Baca Juga :  Program Mandatori B50 Resmi Meluncur, Indonesia Perkuat Kedaulatan Energi Nasional

Sebagai contoh, ketika pemantauan menunjukkan indikasi keterlambatan bicara, pengelola dapat mengarahkan anak untuk memperoleh pendampingan dan terapi bicara sesuai kebutuhan. Dengan demikian, keluarga memiliki dukungan untuk mengenali kebutuhan perkembangan anak sejak dini.

TAS Sae merupakan satu dari 11 Taman Anak Sejahtera di bawah naungan Kemensos. Program ini menyasar keluarga yang membutuhkan dukungan pengasuhan ketika orang tua menjalankan aktivitas pekerjaan sehari-hari.

Layanan Pengasuhan Bantu Ibu Mencari Nafkah

Manfaat layanan tersebut dirasakan Yuni Tri Budi Astuti, 45 tahun, ibu tunggal yang menitipkan putrinya, Layticia, tujuh tahun, di TAS Sae. Sebelum memanfaatkan layanan itu, Yuni harus membawa anaknya berkeliling saat berjualan kue untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kini, Yuni dapat menitipkan putrinya selama bekerja dan menjemputnya pada sore hari. Ia juga merasa lebih tenang karena pengelola memperhatikan kebutuhan makan, kebersihan, dan waktu istirahat anak.

Pengalaman Yuni menunjukkan bagaimana layanan pengasuhan dapat membantu orang tua menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kebutuhan anak. Bagi keluarga yang mengandalkan penghasilan harian, dukungan semacam ini juga dapat memberi ruang bagi orang tua untuk bekerja tanpa harus terus membawa anak ke lokasi berjualan.

Kemensos Salurkan Bantuan Usaha bagi Lima Penerima

Selain meresmikan TAS Sae, Kemensos menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) melalui Sentra Terpadu Prof. dr. Soeharso Surakarta kepada lima penerima manfaat.

Bantuan tersebut mencakup dukungan usaha kecil dan pemenuhan kebutuhan hidup layak nonpangan. Berikut rincian bantuan yang diberikan:

  • Pargiyanti: paket usaha keripik senilai Rp4.048.524.
  • Yuni Tri Budi Astuti: paket pengembangan usaha jajanan ringan senilai Rp3.254.723.
  • Surti Handayani: paket usaha cireng dan dimsum senilai Rp2.491.174.
  • Erfiana Eka Yuniarti: paket usaha jasuke dan tempura senilai Rp2.981.525.
  • Anggri Hapsari: bantuan pemenuhan hidup layak nonpangan senilai Rp3.076.785.
Baca Juga :  Gerakan Pangan Murah Perluas Akses Pangan, Pemerintah Siapkan Respons Harga Lebih Cepat

Total bantuan yang tercantum untuk kelima penerima mencapai Rp15.852.731. Dukungan usaha tersebut diharapkan dapat membantu penerima mengembangkan kegiatan ekonomi, sedangkan bantuan kebutuhan hidup layak ditujukan untuk mendukung kebutuhan dasar penerimanya.

Peresmian Diisi Penampilan Anak dan Siswa Sekolah Rakyat

Gebyar Taman Anak Sejahtera turut menampilkan kegiatan seni dan hiburan bagi anak-anak. Anak-anak yang mengikuti layanan TAS Sae tampil di hadapan para undangan, sedangkan siswa Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 1 Sukoharjo membawakan Tari Gambyong dan pertunjukan Polisi Cilik.

Agus Jabo bersama Wakil Penasihat Dharma Wanita Kemensos, Intan Agus Jabo Priyono, juga berinteraksi dengan anak-anak melalui kegiatan bernyanyi, menari, dan permainan tebak nama binatang.

Melalui peresmian TAS Sae dan penyaluran bantuan Atensi, Kemensos menghadirkan dua bentuk dukungan bagi keluarga rentan, yakni layanan pengasuhan anak dan bantuan untuk menopang kebutuhan ekonomi maupun kehidupan sehari-hari.

Keberlanjutan manfaat program tersebut bergantung pada kemampuan pengelola menjaga mutu pengasuhan, memantau perkembangan anak secara konsisten, serta memastikan bantuan sosial menjangkau penerima sesuai kebutuhan.

Berita Terkait

MagangHub Batch 3: Kemnaker Perluas Peluang Magang lewat Kemitraan Perusahaan
Wamenaker Ajak JARNAS.INDO Perkuat Kompetensi Pekerja Menuju Indonesia Emas 2045
Prestasi Siswa Sekolah Rakyat di Olimpiade Bahasa Asing Jadi Sorotan BBNKT 2026
Pengawal Energi 2026 Sasar 3.679 SPBU, Pemerintah Perketat Pengawasan BBM Bersubsidi
BBNKT Award 2026: 6.450 Siswa Sekolah Rakyat Unjuk Kemampuan, Kader Karang Taruna Hadirkan Inovasi Sosial
Revitalisasi Galeri Nasional Indonesia Perluas Akses Publik ke Karya Maestro Nusantara
Karhutla Berbasis Satelit Jadi Fokus Pemerintah, Lima Provinsi Masuk Prioritas Pengendalian
Gerakan Pangan Murah Perluas Akses Pangan, Pemerintah Siapkan Respons Harga Lebih Cepat
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Taman Anak Sejahtera Surakarta Pantau Tumbuh Kembang Anak dan Bantu Orang Tua Bekerja

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:00 WIB

MagangHub Batch 3: Kemnaker Perluas Peluang Magang lewat Kemitraan Perusahaan

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Wamenaker Ajak JARNAS.INDO Perkuat Kompetensi Pekerja Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Prestasi Siswa Sekolah Rakyat di Olimpiade Bahasa Asing Jadi Sorotan BBNKT 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Pengawal Energi 2026 Sasar 3.679 SPBU, Pemerintah Perketat Pengawasan BBM Bersubsidi

Berita Terbaru