Sisipublik.com – Taman Anak Sejahtera Surakarta menjadi salah satu layanan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk membantu keluarga rentan memenuhi kebutuhan pengasuhan, gizi, kesehatan, dan pendidikan dini anak. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meresmikan Taman Anak Sejahtera (TAS) “Sae” di Sentra Terpadu Prof. dr. Soeharso, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (25/10/2026).
Layanan tersebut menyasar keluarga yang menghadapi keterbatasan waktu dan biaya untuk memberikan pengasuhan optimal, terutama ketika orang tua harus bekerja mencari nafkah. Selain menyediakan tempat penitipan, TAS Sae juga mendukung pemantauan tumbuh kembang anak sesuai usia.
Agus Jabo menjelaskan, Taman Anak Sejahtera Surakarta merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas dukungan bagi anak dan keluarga rentan. Melalui layanan ini, Kemensos ingin memastikan anak memperoleh pengasuhan yang layak meskipun orang tua memiliki keterbatasan dalam mendampingi mereka sepanjang hari.
Taman Anak Sejahtera Surakarta Sediakan Pemantauan Tumbuh Kembang
TAS Sae mulai beroperasi pada 17 Juli 2026. Saat ini, fasilitas tersebut menampung hingga 20 anak berusia empat bulan sampai delapan tahun.
Pengelola tidak hanya menyediakan tempat penitipan. Mereka juga memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan anak, mendukung pendidikan dini, serta memantau perkembangan anak sesuai tahap usianya.
Untuk mendukung pemantauan tersebut, Sentra Terpadu Prof. dr. Soeharso mengembangkan aplikasi Si Kumbang. Aplikasi ini membantu pengelola memantau pencapaian perkembangan anak atau milestone dan menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masing-masing anak.
Sebagai contoh, ketika pemantauan menunjukkan indikasi keterlambatan bicara, pengelola dapat mengarahkan anak untuk memperoleh pendampingan dan terapi bicara sesuai kebutuhan. Dengan demikian, keluarga memiliki dukungan untuk mengenali kebutuhan perkembangan anak sejak dini.
TAS Sae merupakan satu dari 11 Taman Anak Sejahtera di bawah naungan Kemensos. Program ini menyasar keluarga yang membutuhkan dukungan pengasuhan ketika orang tua menjalankan aktivitas pekerjaan sehari-hari.
Layanan Pengasuhan Bantu Ibu Mencari Nafkah
Manfaat layanan tersebut dirasakan Yuni Tri Budi Astuti, 45 tahun, ibu tunggal yang menitipkan putrinya, Layticia, tujuh tahun, di TAS Sae. Sebelum memanfaatkan layanan itu, Yuni harus membawa anaknya berkeliling saat berjualan kue untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kini, Yuni dapat menitipkan putrinya selama bekerja dan menjemputnya pada sore hari. Ia juga merasa lebih tenang karena pengelola memperhatikan kebutuhan makan, kebersihan, dan waktu istirahat anak.
Pengalaman Yuni menunjukkan bagaimana layanan pengasuhan dapat membantu orang tua menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kebutuhan anak. Bagi keluarga yang mengandalkan penghasilan harian, dukungan semacam ini juga dapat memberi ruang bagi orang tua untuk bekerja tanpa harus terus membawa anak ke lokasi berjualan.
Kemensos Salurkan Bantuan Usaha bagi Lima Penerima
Selain meresmikan TAS Sae, Kemensos menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) melalui Sentra Terpadu Prof. dr. Soeharso Surakarta kepada lima penerima manfaat.
Bantuan tersebut mencakup dukungan usaha kecil dan pemenuhan kebutuhan hidup layak nonpangan. Berikut rincian bantuan yang diberikan:
- Pargiyanti: paket usaha keripik senilai Rp4.048.524.
- Yuni Tri Budi Astuti: paket pengembangan usaha jajanan ringan senilai Rp3.254.723.
- Surti Handayani: paket usaha cireng dan dimsum senilai Rp2.491.174.
- Erfiana Eka Yuniarti: paket usaha jasuke dan tempura senilai Rp2.981.525.
- Anggri Hapsari: bantuan pemenuhan hidup layak nonpangan senilai Rp3.076.785.
Total bantuan yang tercantum untuk kelima penerima mencapai Rp15.852.731. Dukungan usaha tersebut diharapkan dapat membantu penerima mengembangkan kegiatan ekonomi, sedangkan bantuan kebutuhan hidup layak ditujukan untuk mendukung kebutuhan dasar penerimanya.
Peresmian Diisi Penampilan Anak dan Siswa Sekolah Rakyat
Gebyar Taman Anak Sejahtera turut menampilkan kegiatan seni dan hiburan bagi anak-anak. Anak-anak yang mengikuti layanan TAS Sae tampil di hadapan para undangan, sedangkan siswa Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 1 Sukoharjo membawakan Tari Gambyong dan pertunjukan Polisi Cilik.
Agus Jabo bersama Wakil Penasihat Dharma Wanita Kemensos, Intan Agus Jabo Priyono, juga berinteraksi dengan anak-anak melalui kegiatan bernyanyi, menari, dan permainan tebak nama binatang.
Melalui peresmian TAS Sae dan penyaluran bantuan Atensi, Kemensos menghadirkan dua bentuk dukungan bagi keluarga rentan, yakni layanan pengasuhan anak dan bantuan untuk menopang kebutuhan ekonomi maupun kehidupan sehari-hari.
Keberlanjutan manfaat program tersebut bergantung pada kemampuan pengelola menjaga mutu pengasuhan, memantau perkembangan anak secara konsisten, serta memastikan bantuan sosial menjangkau penerima sesuai kebutuhan.











Komentar