Wisata Edukasi Australia, Kemenpar Kenalkan Warisan Jakarta kepada 43 Calon Pemimpin Muda

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

kota tua destinasi pengenalan warisan budaya Jakarta dalam program wisata edukasi bagi peserta Australia (foto: kementerian pariwisata)

kota tua destinasi pengenalan warisan budaya Jakarta dalam program wisata edukasi bagi peserta Australia (foto: kementerian pariwisata)

Sisipublik.com – Wisata edukasi Australia menjadi salah satu sasaran promosi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk memperluas jangkauan pariwisata Indonesia di pasar internasional. Melalui program Wonderful Indonesia Edu-Familiarization Trip: Where Heritage Meets a Sustainable Future, Kemenpar mengenalkan sejarah, budaya, dan dinamika perkotaan Jakarta kepada 43 peserta program kepemimpinan muda asal Australia.

University of Tasmania (UTAS) bersama Westpac Scholars Trust menyelenggarakan program tersebut pada 4–7 Oktober 2026. Para peserta berasal dari Westpac Australia-Asia Fellowship (WAAF) Leadership Residential Program yang mengikuti rangkaian diskusi, kunjungan budaya, serta pertemuan dengan akademisi dan pemangku kepentingan Indonesia.

Wisata edukasi Australia Perluas Promosi Budaya Indonesia

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Kemenpar Ni Made Ayu Marthini menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata edukasi bagi wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia.

Menurut Ni Made, pengalaman langsung di Indonesia dapat memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah kepada peserta sekaligus membuka jalur promosi melalui jaringan akademik dan profesional mereka.

Australia sendiri menjadi salah satu pasar penting bagi pariwisata Indonesia. Karena itu, Kemenpar memanfaatkan program ini untuk memperkenalkan Jakarta tidak hanya sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga sebagai kota yang menyimpan warisan sejarah dan keberagaman budaya.

Diskusi Akademik Mengangkat Peran Indonesia di Kawasan

Pada 5 Oktober 2026, peserta mengikuti sesi In-Conversation bersama Dewi Fortuna Anwar, profesor riset di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Mereka juga mengikuti panel diskusi bertajuk Indonesia in Focus yang menghadirkan Prof. Rizaldi Boer dari IPB University, Dr. Lina Alexandra dari CSIS, dan Dr. Rusli Cahyadi dari BRIN.

Baca Juga :  Pariwisata Ramah Muslim Jadi Fokus Jabar, UMKM Bakal Dapat Kemudahan Sertifikasi Halal

Rangkaian tersebut mengangkat identitas Indonesia, perubahan sosial, serta pengaruh Indonesia di kawasan. Selain memperluas wawasan peserta, diskusi ini mempertemukan perspektif akademik dan profesional mengenai perkembangan Indonesia.

Kemenpar juga menggelar santap siang bersama peserta dan CEO Westpac Scholars Trust, Amy Lyden. Pertemuan itu melengkapi agenda pertukaran pengetahuan selama rombongan berada di Jakarta.

Menelusuri Masjid Istiqlal dan Sejarah Kota Tua

Di luar ruang diskusi, peserta mengikuti tur berpemandu ke Masjid Istiqlal untuk mengenal salah satu landmark keagamaan dan arsitektur Indonesia. Mereka kemudian menjelajahi kawasan Kota Tua Jakarta melalui tur jalan kaki bertema Jakarta’s Story: Heritage, Identity and Urban Change.

Rute tersebut mencakup kawasan Kali Besar dan Lapangan Fatahillah. Melalui kunjungan ini, peserta dapat melihat keterkaitan antara warisan sejarah, identitas kota, dan perubahan kawasan perkotaan Jakarta.

Pada malam harinya, penyelenggara mengadakan Heritage Networking Dinner di House of Tugu. Agenda ini mempertemukan peserta dengan akademisi, pakar, serta pemangku kepentingan Indonesia dalam suasana pertukaran budaya dan kuliner Nusantara.

Agenda Berlanjut ke Diplomasi Regional ASEAN

Pada 6 Oktober 2026, rombongan mengikuti pengarahan di Kedutaan Besar Australia dan mengunjungi Sekretariat ASEAN. Mereka juga menghadiri resepsi ASEAN Emerging Leaders sebagai bagian dari rangkaian program kepemimpinan dan pengenalan kawasan.

Baca Juga :  INSA Yacht Festival 2026 Perkuat Wisata Bahari dan Marine Lifestyle Indonesia

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Ho Chi Minh City pada 7 Oktober 2026, peserta mengikuti pengarahan kegiatan dan sesi refleksi perjalanan. Dengan demikian, agenda Jakarta memadukan pembelajaran budaya dengan pemahaman mengenai hubungan regional.

CEO Westpac Scholars Trust dan Westpac Foundation, Amy Lyden, mengapresiasi sambutan serta kesempatan yang diperoleh peserta selama berada di Indonesia. Ia menilai pertemuan langsung dengan tokoh dan pakar Indonesia, disertai penelusuran warisan budaya Jakarta, memperkaya pemahaman peserta tentang negara ini.

Kemenpar Dorong Pengalaman Wisata yang Lebih Bermakna

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kemenpar, Yulia, menjelaskan bahwa kampanye Go Beyond Ordinary mendorong wisatawan mencari pengalaman yang melampaui kunjungan ke tempat wisata konvensional.

Pendekatan tersebut menggabungkan eksplorasi budaya, pembelajaran, dan keterhubungan dengan isu global. Melalui konsep ini, Kemenpar ingin menarik wisatawan yang mengutamakan pengalaman autentik sekaligus memperkuat nilai tambah destinasi Indonesia.

Program bersama UTAS dan Westpac Scholars Trust juga membuka peluang untuk memperluas hubungan dengan perguruan tinggi serta mitra di Australia. Jika peserta membagikan pengalaman mereka melalui komunitas dan jaringan profesional, cerita tentang budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat Indonesia berpotensi menjangkau audiens yang lebih luas.

Berita Terkait

Wisata Kebugaran dan Kuliner Yogyakarta Dibidik untuk Pasar Singapura
Indonesia Jadi Pusat Koordinasi Kompetensi Tenaga Pariwisata ASEAN
Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Peluang Wisata Jawa Timur Makin Terbuka
Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Acuan Pariwisata Indonesia Hadapi Perubahan Global
Michelin Keys 2026 Bertambah, 47 Hotel Indonesia Raih Pengakuan Global
Perluas Pasar Jepang, Kemenpar Dorong Wisatawan Jelajahi Destinasi di Luar Bali
Event by Indonesia Catat Dampak Ekonomi Rp1,09 Triliun, Konser Internasional Jadi Penggerak Pariwisata
Ekonomi Warga dan Edukasi Kebencanaan Jadi Fokus Pengembangan Pariwisata Aceh
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Wisata Edukasi Australia, Kemenpar Kenalkan Warisan Jakarta kepada 43 Calon Pemimpin Muda

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Wisata Kebugaran dan Kuliner Yogyakarta Dibidik untuk Pasar Singapura

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Indonesia Jadi Pusat Koordinasi Kompetensi Tenaga Pariwisata ASEAN

Selasa, 29 September 2026 - 09:00 WIB

Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Peluang Wisata Jawa Timur Makin Terbuka

Selasa, 29 September 2026 - 07:00 WIB

Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Acuan Pariwisata Indonesia Hadapi Perubahan Global

Berita Terbaru