Sisipubik.com – Pemulihan infrastruktur Solok terus berlangsung setelah banjir bandang atau galodo melanda Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan pemulihan akses, fasilitas pemerintahan, layanan air bersih, dan fasilitas publik agar aktivitas masyarakat kembali berjalan.
Hingga Jumat (25/9/2026), Kementerian PU telah memeriksa 14 bangunan pemerintah di kawasan perkantoran Arosuka. Pemeriksaan mencakup gedung DPRD, Inspektorat, sejumlah kantor dinas, laboratorium, serta fasilitas pemerintahan lainnya.
Langkah pemulihan infrastruktur Solok tersebut menjadi dasar untuk menentukan penanganan setiap bangunan berdasarkan tingkat kerusakannya. Petugas melakukan pembersihan, rehabilitasi, hingga rekonstruksi sesuai hasil pemeriksaan.
Pemulihan Infrastruktur Solok Menyasar Layanan Dasar
Selain bangunan pemerintahan, petugas membersihkan sejumlah fasilitas publik yang terdampak material banjir. Fasilitas tersebut antara lain tempat ibadah dan Puskesmas Kayu Jao.
Kementerian PU juga memperbaiki jaringan distribusi air minum. Penyambungan jaringan distribusi utama, jaringan distribusi bagi, serta pemasangan pipa HDPE sementara mendukung pemulihan layanan bagi RSUD Kabupaten Solok, Kantor Bupati sekaligus Posko Utama, dan sekitar 750 sambungan rumah. Pemerintah juga menyiapkan tiga mobil tangki untuk memasok air selama proses pemulihan.
Upaya tersebut menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya berfokus pada bangunan yang rusak, tetapi juga pada keberlangsungan layanan dasar yang langsung dibutuhkan masyarakat.
Akses Jalan dan Aliran Sungai Ikut Ditangani
Pada sektor transportasi, Satgas Tanggap Darurat BPJN Sumatera Barat membersihkan material banjir yang menutup badan dan bahu Jalan Nasional Batas Kota Solok–Lubuk Selasih. Pembersihan juga mencakup area di bawah jembatan sehingga akses kendaraan dapat kembali digunakan secara bertahap.
Petugas juga menangani aliran sungai yang membawa material batu dan lumpur. Normalisasi Batang Baliang di kawasan Komplek Nuansa Griya Arosuka menjadi salah satu langkah untuk memperlancar aliran air.
Selain penanganan di kawasan terdampak, Kementerian PU menyiapkan kajian untuk wilayah hulu. Salah satu opsi yang dikaji ialah pembangunan sabo dam untuk mengendalikan material sedimen yang dapat terbawa aliran saat terjadi banjir.
Pemerintah Fokus Memulihkan Aktivitas Masyarakat
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan pembersihan sungai dan muara terus berjalan untuk memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko banjir susulan.
Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau infrastruktur dan fasilitas publik terdampak di Kabupaten Solok pada Jumat (25/9/2026). Dalam peninjauan itu, pemerintah menempatkan pemulihan akses utama sebagai bagian penting dari penanganan pascabencana.
Dengan demikian, pemerintah menjalankan pemulihan secara bertahap melalui pemeriksaan bangunan, pembersihan fasilitas, pemulihan air bersih, pembukaan akses jalan, serta penanganan aliran sungai. Langkah tersebut diarahkan agar pelayanan pemerintahan dan kebutuhan dasar masyarakat kembali berfungsi setelah bencana.











Komentar