Sisipublik.com – Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih diarahkan menjadi penghubung rantai usaha perikanan dari hasil tangkapan hingga pemasaran. Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) membangun kemitraan dengan koperasi perikanan agar nelayan memperoleh akses pengolahan, distribusi, dan pasar yang lebih luas.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengatakan pola tersebut menjadi bagian dari dukungan Kemenkop terhadap pembangunan dan operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Ia menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Update Pembangunan dan Operasionalisasi KNMP serta Budidaya Ikan Darat Tematik di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih Hubungkan Produksi dan Pasar
Menurut Farida, Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih perlu menjalankan model kemitraan yang menghubungkan nelayan, unit pengolahan, distribusi, dan pasar. Dengan pola tersebut, hasil perikanan tidak berhenti sebagai komoditas segar, tetapi dapat masuk ke proses pengolahan untuk menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Karena itu, Kemenkop mendorong KDKMP mengembangkan usaha perikanan sekaligus memperkuat hubungan dengan koperasi perikanan yang telah menjalankan kegiatan usaha. Pemerintah juga menyiapkan pendampingan agar koperasi memiliki kapasitas kelembagaan dan tata kelola yang mendukung kegiatan ekonomi di kawasan pesisir.
Kebijakan tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2026 tentang Percepatan Pembangunan dan Operasionalisasi KNMP. Aturan itu memberikan mandat kepada Kemenkop untuk mendukung penguatan koperasi di sekitar kawasan KNMP melalui pemetaan data, peningkatan kapasitas kelembagaan, pembinaan, pendampingan usaha, serta dukungan keberlanjutan koperasi.
Model Kemitraan Sudah Berjalan di Lebak
Salah satu contoh yang disampaikan Kemenkop berada di Kabupaten Lebak, Banten. Koperasi Mina Muara Sejahtera (KMMS) bekerja sama dengan KDKMP untuk mengintegrasikan usaha perikanan tangkap dari hulu hingga hilir.
Dalam pola tersebut, nelayan anggota KMMS memasok ikan. Koperasi kemudian mengelola hasil tangkapan melalui Tempat Pelelangan Ikan dan Unit Pengolahan Ikan. Sejumlah hasil perikanan selanjutnya masuk ke proses pengolahan menjadi produk seperti tuna loin, cumi ring, fillet patin, dan udang vaname.
Sementara itu, KDKMP menjalankan fungsi pemasokan ikan segar sekaligus distribusi produk olahan melalui Gerai Sembako. Pola tersebut memperlihatkan bagaimana koperasi dapat menghubungkan produksi nelayan dengan kegiatan pengolahan dan pemasaran.
Data Koperasi Jadi Dasar Penguatan Kemitraan
Selain membangun kemitraan usaha, Kemenkop menyusun Daftar Data Irisan KDKMP-KNMP Tahap I dan Tahap II. Data tersebut mencakup identitas koperasi, wilayah cakupan, status kepesertaan, serta kelengkapan perizinan.
Selanjutnya, data itu dapat menjadi dasar penentuan prioritas penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha. Pendekatan tersebut memungkinkan dukungan koperasi disesuaikan dengan karakteristik wilayah pesisir dan potensi perikanan setiap daerah.
Dengan demikian, penguatan koperasi tidak hanya berfokus pada pembentukan kelembagaan. Kemenkop mengarahkan koperasi untuk menjalankan fungsi ekonomi yang terhubung dengan produksi, pengolahan, distribusi, dan pemasaran hasil perikanan.
Pemerintah Siapkan Perluasan Kampung Nelayan
Dalam rapat koordinasi yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan sejumlah rencana pemerintah terkait pengembangan kawasan nelayan dan perikanan.
Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 kampung nelayan hingga akhir 2029. Fasilitas yang direncanakan mencakup tempat pelelangan ikan, pelabuhan, gudang pendingin, fasilitas pengolahan hasil laut, serta KDKMP.
Selain itu, pemerintah menyampaikan rencana pembangunan 40 ribu Desa Tematik dan revitalisasi tambak. Dari rencana revitalisasi awal sebanyak 20 ribu lokasi, pemerintah memprioritaskan 6.000 lokasi yang dinilai siap dikembangkan.
Rangkaian program tersebut menempatkan penguatan rantai usaha sebagai salah satu bagian penting dalam pengembangan ekonomi kawasan pesisir. Bagi koperasi, tantangannya bukan hanya membangun kelembagaan, tetapi memastikan kemitraan menghasilkan kegiatan usaha yang berjalan dan membuka akses pasar bagi nelayan.









Komentar