Wastra Jadi Pintu Masuk Promosi Destinasi Wisata Nusantara di Jakarta

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pameran “Jelajah Indonesia Wastra Nusantara” yang digelar Kementerian Pariwisata di Grand Indonesia, Jakarta (foto: kementerian pariwisata)

Suasana pameran “Jelajah Indonesia Wastra Nusantara” yang digelar Kementerian Pariwisata di Grand Indonesia, Jakarta (foto: kementerian pariwisata)

Sisipublik.com – Wastra jadi daya tarik wisata budaya yang dimanfaatkan Kementerian Pariwisata untuk mengenalkan destinasi Indonesia kepada masyarakat urban.

Pendekatan itu hadir melalui pameran “Jelajah Indonesia Wastra Nusantara” di Rama Atrium, East Mall Lantai 1, Grand Indonesia, Jakarta, pada 2–6 September 2026.

Wastra Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

Kementerian Pariwisata tidak hanya menampilkan batik, tenun, dan kain ikat dalam pameran tersebut. Pemerintah juga menghubungkan produk budaya itu dengan daerah asalnya.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menjelaskan bahwa setiap wastra membawa identitas, pengetahuan, tradisi, dan cerita dari daerah asalnya.

Karena itu, Kemenpar menggunakan wastra sebagai media storytelling untuk memperkenalkan destinasi kepada calon wisatawan.

Pendekatan tersebut diharapkan mendorong masyarakat mengenal daerah asal kain. Selanjutnya, minat tersebut dapat berkembang menjadi perjalanan wisata dan belanja pariwisata.

“Wastra bukan sekadar produk tekstil, melainkan jembatan yang menghubungkan wisatawan dengan keunikan destinasi,” kata Ni Made Ayu dalam keterangan resmi, Jumat (4/9/2026).

Pameran Hubungkan Kain dengan Destinasi

Konsep tersebut terlihat dari keterlibatan pelaku industri pariwisata dalam pameran. Mereka membawa informasi destinasi sekaligus pilihan perjalanan dari berbagai daerah.

Baca Juga :  Korea Selatan Berlakukan Bebas Visa untuk WNI hingga Akhir 2026, Ini Syarat yang Wajib Diketahui

Sejumlah peserta antara lain Batik Warisan dari Pekalongan, Lombok Paradise Tour & Travel, Badan Otorita Borobudur, dan Jabu Bonang.

Selain itu, terdapat Ainon Holidays yang mempromosikan Palembang, CakraMahira Bespoke Travel untuk Jakarta, 8 Island Adventure untuk Bali, serta APH Travel & MICE untuk Sumatera Barat.

Dengan demikian, pengunjung dapat melihat hubungan antara produk budaya dan destinasi. Mereka juga memperoleh informasi mengenai pilihan perjalanan ke daerah asal wastra.

Kolaborasi Perluas Promosi Wastra

Kemenpar juga menggandeng sejumlah mitra dalam penyelenggaraan pameran. Kolaborasi tersebut melibatkan BCA, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), serta BINA.

BCA menyediakan area pameran seluas 112 meter persegi di Rama Atrium. Sementara itu, dukungan jaringan ritel membantu memperluas ruang promosi wastra kepada masyarakat.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Erwita Dianti menilai kolaborasi lintas sektor dapat memperluas promosi wastra sekaligus destinasi asalnya.

Selain pelaku perjalanan, Batik Riana Kesuma serta Batik & Tenun Rolla turut menghadirkan koleksi batik dan tenun khas Indonesia.

Baca Juga :  Michelin Keys 2026 Bertambah, 47 Hotel Indonesia Raih Pengakuan Global

Kehadiran pelaku industri tersebut membuat pameran tidak berhenti pada pengenalan produk. Pengunjung juga mendapatkan gambaran mengenai destinasi dan pengalaman wisata budaya yang dapat mereka kunjungi.

Pengunjung Bisa Ikuti Aktivitas Wastra

Selama lima hari, penyelenggara menghadirkan sejumlah aktivitas edukatif dan interaktif.

Pengunjung dapat mengikuti kegiatan membatik bersama perajin. Pameran juga menghadirkan peragaan busana yang menampilkan koleksi wastra khas daerah.

Selain itu, tersedia diskusi bersama pelaku industri pariwisata, kuis, serta sesi penataan gaya wastra. Peragaan busana turut melibatkan Miss dan Mister Tourism binaan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI).

Rangkaian kegiatan tersebut memperkuat posisi wastra sebagai bagian dari pengalaman wisata. Masyarakat tidak hanya melihat kain, tetapi juga dapat mengenal proses, cerita, daerah asal, dan peluang perjalanan yang terkait dengannya.

Dengan strategi itu, Kemenpar berupaya menjadikan kekayaan budaya sebagai penghubung antara masyarakat urban dan berbagai destinasi wisata di Indonesia.

Berita Terkait

Wisata Edukasi Australia, Kemenpar Kenalkan Warisan Jakarta kepada 43 Calon Pemimpin Muda
Wisata Kebugaran dan Kuliner Yogyakarta Dibidik untuk Pasar Singapura
Indonesia Jadi Pusat Koordinasi Kompetensi Tenaga Pariwisata ASEAN
Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Peluang Wisata Jawa Timur Makin Terbuka
Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Acuan Pariwisata Indonesia Hadapi Perubahan Global
Michelin Keys 2026 Bertambah, 47 Hotel Indonesia Raih Pengakuan Global
Perluas Pasar Jepang, Kemenpar Dorong Wisatawan Jelajahi Destinasi di Luar Bali
Event by Indonesia Catat Dampak Ekonomi Rp1,09 Triliun, Konser Internasional Jadi Penggerak Pariwisata
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Wisata Edukasi Australia, Kemenpar Kenalkan Warisan Jakarta kepada 43 Calon Pemimpin Muda

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Wisata Kebugaran dan Kuliner Yogyakarta Dibidik untuk Pasar Singapura

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Indonesia Jadi Pusat Koordinasi Kompetensi Tenaga Pariwisata ASEAN

Selasa, 29 September 2026 - 09:00 WIB

Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Peluang Wisata Jawa Timur Makin Terbuka

Selasa, 29 September 2026 - 07:00 WIB

Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Acuan Pariwisata Indonesia Hadapi Perubahan Global

Berita Terbaru