Kolaborasi Konservasi Laut Indonesia Makin Luas, Apa yang Sedang Disiapkan Bersama Mitra Jepang?

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolaborasi Konservasi Laut Indonesia Makin Luas, Apa yang Sedang Disiapkan Bersama Mitra Jepang? (foto: bxsea)

Kolaborasi Konservasi Laut Indonesia Makin Luas, Apa yang Sedang Disiapkan Bersama Mitra Jepang? (foto: bxsea)

Sisipublik.com – Kolaborasi Konservasi Laut Indonesia memasuki babak baru setelah BXSea Oceanarium resmi menjalin kemitraan dengan YO-GYO Aquarium Jepang. Kerja sama ini berfokus pada penguatan program konservasi, edukasi, penelitian, serta pengembangan ilmu pengetahuan mengenai kehidupan bawah laut.

Kemitraan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas sinergi internasional dalam menjaga keanekaragaman hayati laut. Selain itu, kedua lembaga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Kolaborasi Konservasi Laut Indonesia juga membuka peluang pertukaran teknologi, pengetahuan, dan pengalaman pengelolaan satwa laut. Melalui kerja sama ini, kedua institusi berharap dapat menghadirkan manfaat jangka panjang bagi dunia konservasi.

Kolaborasi Berawal dari Kesamaan Visi

BXSea Oceanarium dan YO-GYO Aquarium pertama kali bertemu di Jepang pada 15 Maret 2026. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menemukan kesamaan visi mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan kehidupan laut.

Sebagai tindak lanjut, YO-GYO Aquarium memberikan hibah sejumlah biota laut kepada BXSea Oceanarium. Salah satu yang menjadi perhatian ialah anakan Pot-Bellied Seahorse atau kuda laut perut besar.

Sejak 23 April 2026, spesies tersebut menghuni Conservation Zone BXSea Oceanarium di area Journey Seahorse Empire. Kehadiran satwa unik itu diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi pengunjung untuk memahami pentingnya perlindungan spesies laut yang rentan terhadap perubahan lingkungan.

Kolaborasi Konservasi Laut Indonesia Dorong Transfer Pengetahuan

Pimpinan Unit BXSea Oceanarium, Sri Agung Agus Putranto, menjelaskan bahwa penempatan Pot-Bellied Seahorse dilakukan melalui kajian menyeluruh. Tim BXSea menilai kesesuaian habitat serta kesiapan fasilitas konservasi sebelum menerima hibah tersebut.

Baca Juga :  Museum Le Mayeur Hadapi Tantangan Konservasi, Promosi Koleksi Jadi Perhatian

Menurutnya, YO-GYO Aquarium memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan dan pengembangbiakan berbagai spesies laut. Karena itu, kerja sama ini menghadirkan kesempatan besar untuk berbagi praktik terbaik dalam bidang konservasi.

Selain memperkuat perlindungan biota laut, kolaborasi tersebut mendorong pengembangan riset, program edukasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. BXSea juga ingin memperkuat perannya sebagai pusat pembelajaran kehidupan laut yang modern dan berstandar internasional.

Sri Agung optimistis hubungan kedua lembaga akan terus berkembang. Ia berharap kerja sama tersebut dapat mencakup lebih banyak spesies dan program konservasi pada masa mendatang.

KKP Sambut Positif Kerja Sama Internasional

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan apresiasi terhadap kemitraan yang terjalin antara BXSea dan YO-GYO Aquarium Jepang.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik KKP, Sarmintohadi, menilai kerja sama tersebut menghadirkan peluang pembelajaran yang sangat berharga. Menurutnya, Indonesia dapat mempelajari penerapan standar internasional dalam pemeliharaan dan pengelolaan biota laut.

Selain itu, kolaborasi ini membuka ruang bagi peneliti Indonesia untuk memperluas wawasan dan bertukar pengetahuan dengan mitra internasional. Ia menegaskan bahwa upaya konservasi membutuhkan aksi nyata, bukan hanya dukungan regulasi.

KKP juga mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi, hingga organisasi nonpemerintah. Pendekatan kolaboratif di nilai penting mengingat luasnya wilayah laut Indonesia.

Dari Hibah Kuda Laut hingga Pengembangan Teknologi

Nilai utama kerja sama ini tidak hanya terletak pada hibah Pot-Bellied Seahorse. BXSea dan YO-GYO Aquarium juga membuka peluang kolaborasi dalam penelitian, edukasi, pengembangan teknologi, serta peningkatan kompetensi tenaga konservasi.

Baca Juga :  Rekomendasi Drakor Alpha Female: 5 Drama Korea dengan Karakter Wanita Tangguh yang Penuh Karisma

Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut. Kehadiran kuda laut perut besar juga di harapkan menjadi media edukasi yang menarik dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Sementara itu, Direktur Blue Corner Inc. YO-GYO Aquarium Jepang, Koji Ishigaki, menyatakan hibah tersebut merupakan bentuk kepercayaan kepada BXSea. Ia berharap Pot-Bellied Seahorse dapat menjadi duta konservasi yang membantu meningkatkan kesadaran publik terhadap perlindungan keanekaragaman hayati laut.

Kolaborasi Jadi Kunci Menjaga Kekayaan Laut Indonesia

Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dengan sekitar 70 persen wilayah berupa perairan. Kondisi tersebut menjadikan kolaborasi sebagai faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut nasional.

Berbagai tantangan masih membayangi ekosistem laut, mulai dari pencemaran, eksploitasi berlebihan, hingga ancaman spesies invasif. Karena itu, kerja sama antara lembaga konservasi, pemerintah, akademisi, dan sektor swasta perlu terus diperkuat.

Melalui kemitraan antara BXSea Oceanarium dan YO-GYO Aquarium Jepang, upaya pelestarian laut tidak hanya berjalan pada tingkat lokal, tetapi juga mendapat dukungan internasional. Kolaborasi ini di harapkan menjadi contoh bagi berbagai lembaga lain untuk bersama-sama menjaga kekayaan laut Indonesia bagi generasi mendatang. (j/*)

Berita Terkait

GATF 2026 Dorong Wisata Domestik di Tengah Pertumbuhan Perjalanan Wisnus
Museum Le Mayeur Hadapi Tantangan Konservasi, Promosi Koleksi Jadi Perhatian
Wisata Selam Maratua Dibidik untuk Perluas Pasar Malaysia dan Singapura
Labuan Bajo Tetap Terbuka, Akses Wisata Kembali Berjalan Pascagempa Flores
Bromo Kembali Dibuka, Pemulihan Wisata Berjalan dengan Tanggung Jawab Konservasi
Pelestarian Warisan Sejarah Bung Hatta Diperkuat Menbud Bersama Keluarga Proklamator
Festival Golo Koe 2026 Perkuat Pariwisata Berbasis Budaya dan Masyarakat Labuan Bajo
INSA Yacht Festival 2026 Perkuat Wisata Bahari dan Marine Lifestyle Indonesia
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 08:00 WIB

GATF 2026 Dorong Wisata Domestik di Tengah Pertumbuhan Perjalanan Wisnus

Selasa, 1 September 2026 - 14:00 WIB

Museum Le Mayeur Hadapi Tantangan Konservasi, Promosi Koleksi Jadi Perhatian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Wisata Selam Maratua Dibidik untuk Perluas Pasar Malaysia dan Singapura

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Labuan Bajo Tetap Terbuka, Akses Wisata Kembali Berjalan Pascagempa Flores

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Bromo Kembali Dibuka, Pemulihan Wisata Berjalan dengan Tanggung Jawab Konservasi

Berita Terbaru