Bendera Bulan Bintang Diturunkan TNI dari Halaman Masjid Raya Baiturrahman Aceh

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prajurit TNI menurunkan bendera bulan bintang dari tiang di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh (foto: dok. kodam iskandar muda)

Prajurit TNI menurunkan bendera bulan bintang dari tiang di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh (foto: dok. kodam iskandar muda)

Sisipublik.com – Prajurit TNI menurunkan bendera bulan bintang yang sebelumnya berkibar di tiang halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026). Aparat mengambil langkah tersebut setelah situasi di sekitar masjid memanas dan petugas berupaya mengurai konsentrasi massa.

Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal menjelaskan, kegiatan doa tolak bala dan zikir akbar yang diikuti peserta dari sejumlah daerah pada awalnya berjalan dengan tertib. Namun, suasana berubah setelah seseorang diduga memprovokasi massa dengan mengibarkan bendera bulan bintang.

Aparat TNI-Polri kemudian mengedepankan pendekatan persuasif. Petugas mengimbau peserta untuk tidak mengibarkan bendera bulan bintang serta tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Massa dan Aparat Sempat Terlibat Saling Dorong

Imbauan tersebut mendapat penolakan dari sebagian massa. Situasi kemudian berkembang menjadi aksi saling dorong antara sejumlah peserta dengan aparat keamanan.

Baca Juga :  Karhutla Merauke Mengancam Permukiman, Warga dan TEP UGM Perkuat Pemadaman di Bupul Indah

Selain mengibarkan bendera bulan bintang, massa juga menurunkan bendera Merah Putih dari salah satu tiang di halaman masjid. Mereka kemudian menggantinya dengan bendera bulan bintang. Beberapa bendera Merah Putih lain yang berada di sekitar kompleks masjid juga ikut dicopot.

Menurut Mustafa, keadaan semakin memanas setelah sejumlah orang melemparkan batu dan benda keras ke arah personel TNI-Polri.

“Situasi semakin memanas setelah sejumlah orang melakukan pelemparan batu dan benda keras ke arah personel TNI dan Polri,” kata Mustafa dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Kendaraan di Sekitar Lokasi Mengalami Kerusakan

Kericuhan tersebut turut berdampak pada kendaraan yang berada di sekitar lokasi. Sejumlah kendaraan mengalami kerusakan setelah terkena lemparan.

Selain itu, terdapat sepeda motor dinas TNI yang dibakar massa. Kondisi tersebut mendorong tim gabungan mengambil langkah untuk membubarkan massa dan mengendalikan situasi di sekitar Masjid Raya Baiturrahman.

Baca Juga :  Kebijakan Pengelolaan Sampah di Jawa Barat Diperluas, SMA, SMK, dan Kampus Jadi Motor Budaya Lingkungan

Aparat kemudian memecah konsentrasi massa hingga peserta bergerak mundur ke beberapa lokasi. Langkah itu dilakukan untuk meredakan situasi dan menjaga ketertiban di kawasan masjid.

TNI Turunkan Bendera Bulan Bintang

Setelah konsentrasi massa terurai, prajurit TNI menurunkan bendera bulan bintang yang berkibar di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Mustafa mengatakan tindakan tersebut menjadi bagian dari upaya aparat untuk menjaga ketertiban di lokasi.

“Setelah memecah konsentrasi massa, aparat TNI menurunkan bendera bulan bintang yang dikibarkan di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban,” jelas Mustafa.

Aparat TNI-Polri selanjutnya berupaya memastikan situasi di sekitar Masjid Raya Baiturrahman tetap terkendali. Penanganan di lapangan dilakukan setelah rangkaian kegiatan yang semula berlangsung tertib mengalami perubahan situasi.

Berita Terkait

Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan
Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta
Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat
Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air
KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai
Pelatihan Vokasi Kemnaker di NTT Sasar Pemulihan Ekonomi Penyintas Gempa
Budidaya Lebah Trigona Sumalata Buka Peluang Usaha Madu Berbasis Potensi Lokal
Dapur SRT 3 Sulsel Ditarget Rampung 6 Oktober, Mensos Dorong Sekolah Rakyat Mandiri Pangan
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:00 WIB

KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai

Berita Terbaru