Call Center Derek Gratis Dishub DKI Meluncur 9 Agustus, Layanan untuk Truk Mogok

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Call Center Derek Gratis Dishub DKI Meluncur 9 Agustus, Layanan untuk Truk Mogok (foto: netral news/carmudi)

Call Center Derek Gratis Dishub DKI Meluncur 9 Agustus, Layanan untuk Truk Mogok (foto: netral news/carmudi)

Sisipublik.com – Call Center Derek Gratis Dishub DKI segera hadir sebagai layanan baru untuk membantu penanganan kendaraan mogok, terutama truk bertonase besar, di wilayah Jakarta. Dinas Perhubungan DKI Jakarta menjadwalkan peluncuran layanan tersebut pada 9 Agustus 2026 guna mempercepat evakuasi kendaraan dan mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin, menjelaskan bahwa program tersebut lahir setelah koordinasi bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Salah satu fokus pembahasan yakni mengatasi kepadatan lalu lintas di jalur Cakung-Cilincing yang sering mengalami hambatan akibat truk bermuatan besar mengalami kendala di jalan.

Selanjutnya, Call Center Derek Gratis juga menjadi bagian dari upaya mempercepat respons petugas ketika menerima laporan kendaraan mogok. Nomor call center yang nantinya dapat di gunakan masyarakat untuk meminta bantuan penderekan tanpa biaya.

Baca Juga :  PPSN 2026 Angkat Ekoteologi, Santri Diajak Peduli Lingkungan di Malang

Budi mengatakan Kemenhub telah mencatat nomor layanan tersebut sebagai bagian dari koordinasi penanganan di lapangan. Dengan demikian, proses komunikasi antara instansi di harapkan berlangsung lebih cepat saat terjadi gangguan lalu lintas akibat kendaraan mogok.

Call Center Derek Gratis Dishub DKI Percepat Evakuasi Truk Mogok

Menurut Budi, layanan ini bertujuan memangkas waktu evakuasi kendaraan, khususnya truk bertonase besar yang selama ini sering memicu antrean kendaraan dalam waktu cukup lama. Semakin cepat proses penderekan berlangsung, semakin besar peluang arus lalu lintas kembali normal.

Saat ini, instansi tersebut hanya memiliki satu unit mobil derek dengan kapasitas 40 ton yang di tempatkan di wilayah Jakarta Utara.

Padahal, jalur yang di lintasi truk bertonase besar tidak hanya berada di Jakarta Utara. Kendaraan logistik juga banyak melintasi kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Barat sehingga kebutuhan armada derek di nilai semakin mendesak.

Baca Juga :  Kopi Gayo Mendunia, Mentan Optimistis Ekspor Perkebunan Bisa Tembus Rp200 Triliun

Penambahan Armada Derek Sangat Penting

Pemerintah dapat menambah armada derek bertonase besar agar layanan baru tersebut mampu menjangkau lebih banyak wilayah. Penambahan armada juga di nilai penting untuk menjaga kelancaran lalu lintas ketika terjadi kendaraan mogok di jalur utama.

Budi menilai satu truk mogok saja dapat memicu kemacetan panjang apabila proses evakuasi berlangsung lambat. Oleh sebab itu, keberadaan armada derek tambahan akan memperkuat efektivitas layanan call center yang segera di luncurkan.

Nova mengaku kerap melihat kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan, terutama jalan tol, ketika sebuah truk mengalami gangguan. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan respons petugas berlangsung cepat sekaligus mempertimbangkan penambahan armada derek apabila jumlah yang tersedia belum memadai. (j/*)

Berita Terkait

Bendungan Cibeet Jadi Andalan Kendalikan Banjir Karawang-Bekasi, Pembangunan Dipercepat
Petani Pala Papua Barat Belajar Bahasa Inggris untuk Buka Akses Pasar Global
JIAT Jadi Sumber Air Alternatif, Petani Kalobo dan Waibu Tetap Bertani Saat Kering
Kementerian Transmigrasi Dorong Ekonomi Lokal Domande Usai Bangun 100 Rumah
Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang
Uskup Labuan Bajo Apresiasi Kehadiran Menag di Flores Pascagempa
Mutasi Tiga Kapolres Polda Jambi, Ini Nama Pejabat Baru untuk Batanghari, Tanjabbar, dan Kerinci
Kriya Payakumbuh Didorong Tembus Pasar Lebih Luas Pascabencana
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 11:00 WIB

Bendungan Cibeet Jadi Andalan Kendalikan Banjir Karawang-Bekasi, Pembangunan Dipercepat

Sabtu, 12 September 2026 - 08:00 WIB

Petani Pala Papua Barat Belajar Bahasa Inggris untuk Buka Akses Pasar Global

Jumat, 11 September 2026 - 07:00 WIB

JIAT Jadi Sumber Air Alternatif, Petani Kalobo dan Waibu Tetap Bertani Saat Kering

Kamis, 10 September 2026 - 19:00 WIB

Kementerian Transmigrasi Dorong Ekonomi Lokal Domande Usai Bangun 100 Rumah

Jumat, 4 September 2026 - 15:00 WIB

Jembatan Gantung Pongpet Dievaluasi, Kementerian PU Kaji Perbaikan atau Pembangunan Ulang

Berita Terbaru