LNG Abadi Masela Resmi Dimulai, Prabowo Sebut Jadi Penggerak Kemandirian Energi Nasional

Proyek LNG Abadi Masela menjadi fondasi kemandirian energi nasional sekaligus mempercepat hilirisasi dan kesejahteraan masyarakat.

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LNG Abadi Masela Resmi Dimulai, Prabowo Sebut Jadi Penggerak Kemandirian Energi Nasional (foto: presidenri)

LNG Abadi Masela Resmi Dimulai, Prabowo Sebut Jadi Penggerak Kemandirian Energi Nasional (foto: presidenri)

Sisipublik.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Proyek LNG Abadi Masela menjadi langkah besar menuju kemandirian energi nasional dan membuka peluang baru bagi pertumbuhan industri dan ekonomi Indonesia.

Pernyataan itu muncul saat Presiden meresmikan groundbreaking secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis, 16 Juli 2026.

Selanjutnya, Presiden menilai LNG Abadi Masela tidak hanya menghadirkan investasi besar. Proyek ini juga menjadi fondasi penting bagi transformasi Indonesia menuju negara industri modern.

LNG Abadi Masela Perkuat Kemandirian Energi Nasional

Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung realisasi proyek tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada mitra investasi dari Jepang.

Menurut Presiden, pemerintah terus membangun kerja sama yang memberikan keuntungan bagi semua pihak. Namun, kepentingan masyarakat Indonesia tetap menjadi prioritas utama.

Ia menegaskan setiap investasi harus memberi manfaat nyata bagi rakyat. Pemerintah tidak ingin pembangunan hanya menguntungkan pelaku usaha.

Karena itu, Presiden meminta seluruh pihak menjalankan proyek secara profesional. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga prinsip saling menguntungkan.

Baca Juga :  Akses Energi Bersih Dipercepat, ESDM Targetkan 160.000 Sambungan Jargas CNG pada 2026

Presiden menilai hubungan baik dengan investor harus berjalan seiring dengan tanggung jawab kepada masyarakat. Pemerintah tetap fokus meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui berbagai proyek strategis.

Nilai Investasi Capai Hampir 21 Miliar Dolar AS

Selain itu, Presiden mengungkapkan proyek ini memiliki nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar Amerika Serikat.

Investasi tersebut diperkirakan menghasilkan lebih dari sembilan juta ton gas, kondensat, serta produk energi lainnya.

Produksi itu akan memperkuat kebutuhan energi nasional. Pasokan tersebut juga mendukung percepatan program hilirisasi di berbagai sektor industri.

Menurut Presiden, Indonesia membutuhkan energi dalam jumlah besar untuk mempercepat industrialisasi. Oleh sebab itu, proyek ini memegang peran penting dalam pembangunan jangka panjang.

Pemerintah terus mendorong hilirisasi agar nilai tambah sumber daya alam meningkat. Langkah tersebut juga membuka lebih banyak lapangan kerja.

LNG Abadi Masela Libatkan Putra Daerah dan Pengusaha Lokal

Presiden kembali menegaskan LNG Abadi Masela harus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Karena itu, pemerintah mendorong keterlibatan putra daerah dalam berbagai tahapan pembangunan.

Selain itu, pemerintah juga memberi ruang lebih besar kepada pelaku usaha lokal untuk ikut berkembang bersama proyek tersebut.

Baca Juga :  Sidang Kabinet Paripurna 2026 Jadi Momentum Evaluasi Kinerja, Prabowo Perkuat Langkah Menuju Tahun Kedua Pemerintahan

BUMN juga diharapkan mengambil peran aktif dalam mendukung pelaksanaan proyek. Sinergi itu akan memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.

Presiden menekankan pembangunan, hilirisasi, dan industrialisasi harus menghasilkan kemakmuran yang merata.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus berpihak kepada rakyat. Seluruh sumber daya nasional harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia.

Pemerintah juga ingin masyarakat di sekitar kawasan proyek memperoleh peluang usaha, pekerjaan, serta peningkatan kualitas hidup.

Optimistis Dorong Kemajuan Indonesia Timur

Di akhir sambutannya, Presiden menyampaikan keyakinan terhadap masa depan proyek tersebut.

Ia menilai proyek ini akan mempercepat pembangunan kawasan Indonesia Timur.

Selain itu, proyek tersebut akan memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

Presiden optimistis keberadaan proyek ini mampu mempercepat transformasi ekonomi nasional.

Dengan dukungan investasi, teknologi, serta kolaborasi berbagai pihak, Indonesia memiliki peluang lebih besar memperkuat sektor energi.

Pemerintah berharap proyek ini menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (j/*)

Berita Terkait

Penertiban Kawasan Hutan Masuk Tahap Pengumuman, Prabowo Minta Proses Terbuka
Penguatan Pelatih Guru Jadi Strategi Kemenag Perluas Pembelajaran Numerasi Madrasah
BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu
Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok
Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik
Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai
KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul
Panglima Jilah Dorong Masyarakat Adat Jadi Mitra Penanganan Karhutla di Kalbar
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:00 WIB

Penertiban Kawasan Hutan Masuk Tahap Pengumuman, Prabowo Minta Proses Terbuka

Sabtu, 5 September 2026 - 17:00 WIB

Penguatan Pelatih Guru Jadi Strategi Kemenag Perluas Pembelajaran Numerasi Madrasah

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu

Rabu, 2 September 2026 - 19:26 WIB

Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik

Berita Terbaru