Perkuat Kemitraan Strategis, Indonesia dan Belarus Tetapkan Tujuh Kerja Sama Prioritas Hingga 2030

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perkuat Kemitraan Strategis, Indonesia dan Belarus Tetapkan Tujuh Kerja Sama Prioritas Hingga 2030 (foto: setneg)

Perkuat Kemitraan Strategis, Indonesia dan Belarus Tetapkan Tujuh Kerja Sama Prioritas Hingga 2030 (foto: setneg)

Sisipublik.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Perkuat Kemitraan Strategis dengan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).  Pertemuan tersebut menghasilkan tujuh nota kesepahaman (MoU) di berbagai sektor sekaligus meluncurkan Peta Jalan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030.

Kesepakatan itu menunjukkan komitmen kedua negara untuk memperluas hubungan bilateral melalui kolaborasi yang lebih konkret. Pemerintah Indonesia dan Belarus juga menargetkan kerja sama tersebut mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan di berbagai bidang strategis.

Perkuat Kemitraan Strategis Lewat Tujuh Kesepakatan Prioritas

Presiden Prabowo menegaskan, Perkuat Kemitraan Strategis tidak hanya menjadi komitmen diplomatik, tetapi juga diwujudkan melalui penandatanganan berbagai dokumen kerja sama. Menurutnya, Indonesia dan Belarus memiliki hubungan yang semakin erat di sektor kesehatan, kebudayaan, industri, sains dan teknologi, akreditasi nasional, jasa keuangan, hingga pertahanan.

Selain itu, kedua kepala negara menyaksikan langsung penandatanganan dokumen oleh delegasi masing-masing negara. Langkah tersebut sekaligus memperkuat arah hubungan bilateral yang lebih produktif dan berorientasi pada kepentingan bersama.

Baca Juga :  Peluang Kerja Indonesia di Jerman Kian Menjanjikan, Ini yang Sedang Dipersiapkan

Presiden Prabowo juga berharap seluruh kesepakatan dapat segera memasuki tahap pelaksanaan. Ia menilai implementasi yang cepat akan menghadirkan manfaat nyata bagi Indonesia maupun Belarus dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Tujuh Bidang Kerja Sama yang Disepakati

Adapun tujuh dokumen kerja sama yang di sepakati meliputi sejumlah sektor penting.

Pertama, kerja sama industri antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perindustrian Republik Belarus.

Kedua, kerja sama bidang kebudayaan antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Kebudayaan Republik Belarus.

Ketiga, kerja sama sektor jasa keuangan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Bank Nasional Belarus.

Selanjutnya, kedua negara menyepakati kerja sama bidang kesehatan melalui Kementerian Kesehatan masing-masing negara.

Di bidang riset, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama ilmiah dan teknis dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Belarus guna mendorong pengembangan inovasi.

Kemudian, PPATK dan Departemen Pemantauan Keuangan Komite Kontrol Negara Belarus menyepakati pertukaran laporan intelijen terkait pencucian uang, pendanaan terorisme, serta proliferasi senjata pemusnah massal.

Baca Juga :  Indonesia Menang 3-0 atas Oman, Performa Garuda Jadi Sorotan Jelang Laga Berikutnya

Terakhir, Komite Akreditasi Nasional Republik Indonesia dan Belarusian State Center for Accreditation membangun kerja sama di bidang akreditasi nasional.

Peta Jalan 2026-2030 Perkuat Hubungan Bilateral

Selain menandatangani berbagai MoU, Indonesia dan Belarus juga meluncurkan Peta Jalan Pengembangan Bidang-Bidang Utama Kerja Sama 2026-2030. Dokumen tersebut menjadi pedoman pelaksanaan berbagai program kolaborasi dalam beberapa tahun mendatang.

Melalui peta jalan itu, kedua negara ingin memperluas peluang investasi, memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membuka ruang kolaborasi baru di sektor strategis lainnya.

Ke depan, Indonesia dan Belarus optimistis seluruh kerja sama tersebut mampu memperkuat hubungan bilateral yang saling menguntungkan. Pemerintah kedua negara juga berharap kolaborasi ini mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas pertukaran pengetahuan, serta menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di kedua negara. (j/*)

Berita Terkait

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu
Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok
Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik
Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai
KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul
Panglima Jilah Dorong Masyarakat Adat Jadi Mitra Penanganan Karhutla di Kalbar
Kolaborasi Peraih Nobel dan Peneliti Indonesia Didorong Prabowo untuk Perkuat Riset Nasional
Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka Prabowo, Forum Lima Tahunan Mulai Bahas Arah Organisasi
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BTA 2023 Mulai Dioptimalkan, Indonesia-Malaysia Fokus Perdagangan Entikong-Tebedu

Rabu, 2 September 2026 - 19:26 WIB

Sapaan Hangat Mahasiswa Indonesia Sambut Kunjungan Prabowo di Vladivostok

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

Seleksi PPIH 2027 Gandeng BKN, CAT Digelar Serentak di 34 Titik

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Muktamar ke-35 NU Resmi Berakhir, Kepemimpinan Baru PBNU 2026-2031 Dimulai

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:00 WIB

KH Miftachul Akhyar Terpilih Lagi, AHWA Minta Semua Potensi NU Dirangkul

Berita Terbaru