Sisipublik.com – Motor listrik terobos banjir memang sering dianggap lebih aman dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional. Meski demikian, pemilik kendaraan tetap perlu memperhatikan kondisi motor setelah melewati genangan air secara berulang. Paparan air yang terlalu sering dapat memengaruhi sejumlah komponen penting dan menurunkan performa kendaraan.
Muhlasin, pemilik bengkel spesialis kendaraan listrik EV Solution di Pondok Aren, Tangerang Selatan, mengingatkan pengendara agar tidak menganggap motor listrik sepenuhnya bebas risiko saat melintasi banjir. Menurutnya, beberapa komponen penggerak tetap membutuhkan perhatian khusus agar usia pakainya tetap optimal.
Selain itu, motor listrik terobos banjir secara berulang berpotensi memicu masalah pada komponen BLDC (Brushless Direct Current Motor). Komponen ini berfungsi sebagai sumber penggerak utama sehingga kondisinya sangat berpengaruh terhadap performa kendaraan sehari-hari.
Motor Listrik Terobos Banjir, Ini Tanda Air Mulai Masuk ke BLDC
Muhlasin menjelaskan bahwa pengendara dapat mengenali beberapa gejala ketika air mulai masuk ke dalam BLDC. Salah satu tanda yang paling mudah di rasakan ialah putaran roda yang terasa lebih berat atau seret saat digunakan.
Selanjutnya, konsumsi daya baterai juga cenderung meningkat. Kondisi tersebut muncul karena motor harus bekerja lebih keras untuk memutar roda. Akibatnya, jarak tempuh kendaraan dapat berkurang di bandingkan kondisi normal.
Tidak hanya itu, suara motor saat berjalan juga biasanya berubah menjadi lebih kasar dan berisik. Gejala tersebut menjadi sinyal awal yang tidak boleh di abaikan oleh pemilik kendaraan.
Jika kondisi ini terus berlangsung, komponen internal BLDC berisiko mengalami korosi atau karat. Ketika karat sudah menyebar ke bagian penting motor penggerak, proses perbaikan akan menjadi lebih sulit dan biaya penanganan bisa meningkat.
Motor Listrik Terobos Banjir Juga Mempercepat Keausan Bearing
Di sisi lain, bearing roda juga termasuk komponen yang rentan mengalami penurunan usia pakai. Pada penggunaan normal, bearing motor listrik umumnya memiliki ketahanan yang tidak jauh berbeda di bandingkan motor bensin.
Namun, situasinya berbeda pada kendaraan yang beroperasi dengan intensitas tinggi atau sering melewati jalan yang tergenang air. Air dan kotoran yang masuk dapat mempercepat keausan komponen tersebut.
Kondisi ini sering di temukan pada kendaraan operasional harian, termasuk motor yang di gunakan untuk layanan transportasi berbasis aplikasi. Dalam beberapa kasus, bearing bahkan membutuhkan penggantian sebelum enam bulan pemakaian.
Pemeriksaan Berkala Jadi Langkah Penting
Karena itu, pemilik kendaraan listrik sebaiknya tidak menunda pemeriksaan setelah melewati banjir. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi gangguan sejak dini sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.
Selain menjaga performa kendaraan, langkah tersebut juga membantu mempertahankan efisiensi baterai dan kenyamanan berkendara. Dengan perawatan yang tepat, motor listrik tetap dapat beroperasi secara optimal meskipun sering di gunakan dalam berbagai kondisi jalan.
Oleh sebab itu, pengendara perlu lebih waspada setelah melewati genangan air. Semakin cepat gejala terdeteksi, semakin besar peluang komponen penting kendaraan tetap terjaga dan terhindar dari kerusakan yang lebih mahal. (j/*)










Komentar