Bandar Antariksa Biak Numfor Disepakati, Apa Dampaknya bagi Ekonomi dan Masa Depan Papua?

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Antariksa Biak Numfor Disepakati (foto: papua.tribunnews)

Bandar Antariksa Biak Numfor Disepakati (foto: papua.tribunnews)

Sisipublik.com – Bandar Antariksa Biak Numfor semakin mendekati tahap realisasi setelah Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menandatangani nota kesepahaman atau MoU pembangunan fasilitas strategis tersebut. Kesepakatan ini menjadi langkah awal untuk mempercepat pengembangan pusat peluncuran satelit nasional di wilayah timur Indonesia.

Penandatanganan MoU berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026. Kepala BRIN Arif Satria, Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, dan Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra hadir langsung dalam agenda tersebut. Ketiga pihak menyatakan komitmen untuk mendukung proses pembangunan dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Bandar Antariksa Biak Numfor akan dikembangkan melalui sejumlah tahapan penting. Kerja sama tersebut mencakup penyediaan lahan, pengurusan perizinan, pembangunan infrastruktur pendukung, penyusunan kajian kebijakan, publikasi, hingga program pemberdayaan masyarakat setempat.

Bandar Antariksa Biak Numfor Diawali Persiapan Infrastruktur

Selanjutnya, BRIN akan memfokuskan perhatian pada penyusunan perencanaan yang matang. Tahap awal meliputi pengaturan tata ruang, penetapan zonasi kawasan, serta penyediaan kebutuhan dasar seperti listrik, jaringan telekomunikasi, jalan, dan akses transportasi.

Baca Juga :  Spesifikasi dan Harga Vivo X500 Pro Max Diprediksi Hadir September, Ini Bocoran Fitur dan Harganya

Menurut Arif Satria, seluruh aspek pendukung harus tersedia sebelum pembangunan memasuki fase berikutnya. Karena itu, pemerintah dan BRIN menyiapkan berbagai kebutuhan teknis secara bertahap agar proyek berjalan sesuai target.

Selain itu, kesiapan infrastruktur di nilai menjadi faktor penting untuk mendukung aktivitas peluncuran satelit dan pengembangan kawasan teknologi di masa mendatang.

Lokasi Strategis untuk Peluncuran Satelit

Di sisi lain, BRIN memilih Biak Numfor karena memiliki posisi geografis yang sangat mendukung kegiatan keantariksaan. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, wilayah tersebut termasuk lokasi potensial untuk peluncuran satelit.

Arif menjelaskan bahwa keunggulan geografis Biak memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat kemampuan teknologi antariksa. Oleh sebab itu, pemerintah pusat dan daerah sepakat melanjutkan kerja sama melalui penandatanganan MoU.

Lebih lanjut, pembangunan bandar antariksa ini membawa tiga nilai utama, yakni penguatan ekonomi luar angkasa, peningkatan ketahanan antariksa, serta dukungan terhadap keberlanjutan lingkungan luar angkasa.

Bandar Antariksa Biak Numfor, Papua Incar Investasi dan Pengembangan SDM

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen menilai proyek ini membuka kesempatan besar bagi Papua untuk berperan dalam pengembangan teknologi keantariksaan nasional.

Baca Juga :  Prabowo dan Menhan Qatar Bahas Penguatan Kemitraan Strategis di Istana Merdeka

Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut dapat menarik investasi baru, mempercepat pembangunan infrastruktur, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal.

Selain itu, proyek ini sejalan dengan visi transformasi Papua yang menitikberatkan pada kemajuan, kesejahteraan, dan daya saing daerah. Aryoko berharap pembangunan bandar antariksa mampu menjadi pintu masuk bagi pengembangan pendidikan sains dan teknologi di Papua.

Komitmen Bersama untuk Kemajuan Daerah

Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra menegaskan bahwa kesepakatan yang di tandatangani bukan sekadar agenda seremonial. Ia menyebut seluruh pihak telah menunjukkan komitmen nyata untuk mendukung pembangunan daerah melalui proyek strategis nasional.

Karena itu, pemerintah daerah optimistis pembangunan bandar antariksa akan memberikan dampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan kemajuan Papua secara keseluruhan.

Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BRIN, serta masyarakat, proyek ini di harapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan teknologi nasional sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi warga Papua. (j/*)

Berita Terkait

Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing
Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan
Teknologi PVT BRIN Manfaatkan Panas Panel Surya untuk Pengeringan Hasil Panen
Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta
Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat
Karhutla Tanjung Puting Meluas, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air
KDKMP Sorowako Dorong Hilirisasi Pertanian, Produk Lokal Kuasai 70 Persen Gerai
Pelatihan Vokasi Kemnaker di NTT Sasar Pemulihan Ekonomi Penyintas Gempa
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Cara Cek WiFi Rumah Dipakai Orang Lain dan Memblokir Perangkat Asing

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kelapa Parut Kering Jadi Peluang Usaha Baru bagi Warga Pulau Bacan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Teknologi PVT BRIN Manfaatkan Panas Panel Surya untuk Pengeringan Hasil Panen

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kilang LPG Cilamaya Pasok 160 Ton per Hari, Perkuat Kemandirian Energi Jabar dan Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Longsor Tapan–Jambi Rusak Delapan Titik Jalan, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat

Berita Terbaru