Koperasi Ekspor Merah Putih Buka Akses Produk Jateng ke Pasar Global

- Jurnalis

Selasa, 6 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menghadiri peresmian Koperasi Ekspor Merah Putih yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah di Semarang (foto: kementerian koperasi)

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menghadiri peresmian Koperasi Ekspor Merah Putih yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah di Semarang (foto: kementerian koperasi)

Sisipublik.com – Koperasi Ekspor Merah Putih mulai mendapat peran strategis dalam mendorong produk Jawa Tengah memasuki pasar yang lebih luas. Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono menilai koperasi dapat menjadi sarana untuk mengonsolidasikan produk UMKM dan sektor usaha daerah agar memiliki daya saing di pasar internasional.

Ferry menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah yang berlangsung bersamaan dengan peresmian Koperasi Ekspor Merah Putih di Semarang, Jumat, 2 Oktober 2026. Menurut dia, Jawa Tengah memiliki basis ekonomi yang beragam, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, industri pengolahan, UMKM hingga ekonomi kreatif.

Koperasi Ekspor Merah Putih Perkuat Produk Daerah

Koperasi Ekspor Merah Putih dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengatasi persoalan yang kerap menghambat pelaku usaha, terutama terkait peningkatan kualitas produk, kesinambungan pasokan, pembiayaan, dan akses pasar.

Ferry menjelaskan, potensi ekonomi Jawa Tengah membutuhkan konsolidasi agar pelaku usaha tidak hanya menjual produk di pasar lokal. Dengan penguatan kapasitas melalui koperasi, produk masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

Baca Juga :  Ekspor Otomotif Indonesia Didorong Meluas, Mendag Budi Santoso Bahas Peluang Pasar Global Bersama TMMIN

Selain itu, koperasi dapat menghimpun berbagai produk masyarakat sehingga pelaku usaha memiliki wadah untuk memperkuat kualitas dan kontinuitas produksi. Langkah tersebut sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan nilai tambah produk sebelum memasuki rantai perdagangan yang lebih besar.

MES Jateng Dorong Ekonomi Syariah ke Sektor Riil

Ferry juga meminta MES Jateng mengambil peran lebih konkret dalam mengembangkan ekonomi syariah. Ia menilai ekonomi syariah tidak cukup berhenti pada pembahasan transaksi dan pembiayaan, tetapi harus masuk ke kegiatan ekonomi produktif yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Karena itu, pengurus MES Jawa Tengah dapat mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, koperasi, UMKM, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut penting agar potensi ekonomi daerah dapat berkembang menjadi kegiatan usaha yang menciptakan nilai tambah.

Ferry menilai semangat koperasi juga memiliki keselarasan dengan prinsip ekonomi syariah, terutama dalam hal kebersamaan, kemitraan, keadilan, dan kebermanfaatan. Atas dasar itu, ia berharap Koperasi Ekspor Merah Putih dapat menjadi ruang nyata untuk menghubungkan prinsip ekonomi syariah dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Koperasi Jadi Pengungkit Industri Kulit Garut Menembus Pasar Lebih Luas

Pemerintah Jateng Diminta Maksimalkan Potensi Daerah

Ketua Umum Pengurus Pusat MES Rosan Perkasa Roeslani menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Menurut Rosan, kerja sama lintas sektor dapat memperbesar dampak pengembangan ekonomi syariah terhadap masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong pengurus MES Jawa Tengah mengoptimalkan potensi dan sumber daya daerah. Ia juga meminta MES menggandeng berbagai pihak agar program ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas.

Salah satu potensi yang dapat dikembangkan, menurut Luthfi, yakni wisata ramah muslim di sejumlah daerah, termasuk Demak dan kawasan keraton. Pengembangan sektor tersebut dapat berjalan bersama dengan penguatan UMKM dan usaha masyarakat sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Dengan demikian, peresmian Koperasi Ekspor Merah Putih tidak hanya menjadi agenda kelembagaan, tetapi juga menandai upaya mempertemukan koperasi, UMKM, ekonomi syariah, dan pasar global. Tantangan berikutnya terletak pada kemampuan para pemangku kepentingan menjaga kualitas produk, kesinambungan pasokan, serta membangun akses pasar yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin
Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja
Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha
BPDLH Kelola Dana Lingkungan USD1,3 Miliar, Menkeu Tekankan Transparansi dan Dampak
Ekspor Baterai Kendaraan Listrik Jadi Ujian Hilirisasi dan Tanggung Jawab Lingkungan
Menperin Sarmuji Dorong Sinkronisasi Kebijakan agar Industri Dalam Negeri Tumbuh Lebih Cepat
Ekspor Industri Mainan Naik, Kemenperin Dorong Produk Lokal Perluas Pasar Global
Produk Lokal Danau Toba Diperkuat Lewat Ekosistem Koperasi, Kemenkop Siapkan Pendampingan UMKM
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Sumur Rakyat Berizin Jadi Andalan, Bahlil Siapkan Etanol untuk Kurangi Impor Bensin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Defisit APBN 2027 Turun Jadi 2,4 Persen, Suahasil Nazara Prioritaskan Efisiensi Belanja

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Waralaba Lokal Bidik Pasar Global, Mendag Dorong Anak Muda Mulai Berwirausaha

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:00 WIB

BPDLH Kelola Dana Lingkungan USD1,3 Miliar, Menkeu Tekankan Transparansi dan Dampak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Ekspor Baterai Kendaraan Listrik Jadi Ujian Hilirisasi dan Tanggung Jawab Lingkungan

Berita Terbaru