Sisipublik.com – Perpustakaan Kemenag menjadi pilihan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi untuk mengisi libur semester dengan kegiatan literasi. Fasilitas yang tersedia menawarkan ruang belajar yang nyaman sekaligus mendukung kebutuhan akademik.
Mahasiswa dari berbagai kampus memanfaatkan waktu luang dengan membaca, mencari referensi, hingga mengenal beragam fasilitas yang tersedia. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa Perpustakaan Kementerian Agama terbuka bagi masyarakat, tidak hanya untuk lingkungan internal Kementerian Agama.
Selain itu, keberadaan mahasiswa lintas perguruan tinggi memperlihatkan bahwa Perpustakaan Kemenag dapat menjadi ruang untuk menambah wawasan, membangun jejaring, serta mendorong kebiasaan membaca. Fasilitas tersebut juga memberikan pilihan aktivitas edukatif selama masa libur semester.
Perpustakaan Kemenag Hadirkan Ruang Belajar yang Nyaman
Kepala Bagian Umum, Perpustakaan, dan BMN Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama, Rizky Riyadu Taufiq, menyambut baik kedatangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Menurut Rizky, kunjungan mahasiswa saat libur semester menjadi momentum untuk mengenalkan fasilitas dan berbagai program perpustakaan kepada masyarakat secara lebih luas.
“Harapannya kehadiran Perpustakaan Kemenag bisa menambah wawasan, membangun jejaring, sekaligus menghadirkan ruang publik yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Kami berharap kunjungan ini bukan menjadi yang terakhir. Teman-teman mahasiswa juga dapat menginformasikan dan mengajak masyarakat lainnya untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia,” jelas Rizky, Senin (10/8/2026).
Salah seorang mahasiswa, Khumaira Sekar dari Politeknik LP3I, mengatakan dirinya biasanya mengisi libur semester dengan mengikuti kegiatan volunteer. Namun, informasi dari rekannya mengenai fasilitas dan program perpustakaan membuatnya memilih aktivitas literasi.
Ia menilai suasana perpustakaan serta berbagai sumber referensi dapat mendukung kebutuhan mahasiswa, khususnya dalam menyelesaikan tugas akademik. “Fasilitas Perpustakaan Kemenag sudah sangat baik, bersih, dan nyaman. Banyak juga jurnal yang bisa menjadi referensi untuk kebutuhan tugas kuliah,” ujarnya.
Perpustakaan Kemenag Perkuat Pengalaman Literasi Mahasiswa
Kesan positif juga disampaikan Tri Dewi Setywawati dari Institut Bisnis & Informatika Kosgoro 1957. Kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertamanya datang ke Perpustakaan Kemenag. Selain fasilitas, Tri Dewi menilai keramahan petugas turut membuat mahasiswa lebih leluasa mengenal berbagai layanan yang tersedia.
“Ini menambah pengalaman untuk saya karena kunjungan pertama ke Perpustakaan Kemenag. Pegawainya sangat ramah sehingga kami nyaman untuk bertanya-tanya,” jelasnya.
Sementara itu, Verylta Arini Putri dari Politeknik LP3I melihat fasilitas perpustakaan sebagai pilihan aktivitas yang berbeda selama libur semester. Ia juga tertarik dengan sejumlah fasilitas pendukung, termasuk mini teater.
“Seru, bagus, dan nyaman. Kami juga bisa menonton film di mini teater. Fasilitasnya sangat bagus dan lengkap,” ungkapnya.
Dengan kunjungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, Perpustakaan Kementerian Agama terus memperluas akses masyarakat terhadap ruang dan sumber literasi. Tidak hanya untuk membaca dan mencari referensi, perpustakaan juga dapat menjadi ruang publik yang mempertemukan masyarakat dengan pengetahuan, informasi, serta berbagai kegiatan literasi.
Melalui keterbukaan akses tersebut, Perpustakaan Kementerian Agama memiliki peluang untuk menjangkau lebih banyak mahasiswa dan masyarakat. Kehadiran mereka sekaligus memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar yang mendukung pengembangan wawasan.











Komentar