Koperasi Berbasis Masjid Mulai Disiapkan sebagai Penggerak Ekonomi Komunitas

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Koperasi bersama Majelis Tabligh PP Muhammadiyah dan Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan membahas penguatan koperasi berbasis komunitas di Jakarta (foto: kementerian koperasi)

Kementerian Koperasi bersama Majelis Tabligh PP Muhammadiyah dan Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan membahas penguatan koperasi berbasis komunitas di Jakarta (foto: kementerian koperasi)

Sisipublik.com – Koperasi berbasis masjid mulai mendapat perhatian sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat komunitas. Kementerian Koperasi menggandeng Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan untuk membangun ekosistem koperasi yang lebih terhubung dengan komunitas.

Kementerian Koperasi, Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, dan Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan menyepakati kerja sama tersebut melalui nota kesepahaman di Jakarta, Jumat (18/9/2026). Kerja sama itu mencakup pengembangan koperasi, penguatan kelembagaan, penyediaan data, serta perluasan akses pembiayaan.

Koperasi berbasis masjid manfaatkan jaringan komunitas

Koperasi berbasis masjid akan menjadi tahap awal pengembangan koperasi berbasis rumah ibadah. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut pemerintah ingin mengambil pelajaran dari koperasi di lingkungan pondok pesantren yang telah mendukung aktivitas ekonomi komunitas.

Menurut Ferry, pemerintah ingin mendorong masjid memiliki badan usaha koperasi yang mampu berkembang secara modern dan profesional. Karena itu, Kementerian Koperasi tidak hanya mendorong pembentukan koperasi, tetapi juga menyiapkan pendampingan serta penguatan kelembagaan.

Baca Juga :  Gaji Pensiunan ASN Lewat Koperasi Masih Dikaji, Kemenkop Tegaskan Belum Ada Keputusan

Langkah tersebut mendapat dukungan dari Majelis Tabligh PP Muhammadiyah. Ketua Dewan Pembina Yayasan Institut Quantum Akhyar, Adi Hidayat, menyebut jaringan Majelis Tabligh Muhammadiyah mencakup sekitar 12.000 masjid. Jaringan tersebut, menurut dia, memiliki basis jamaah dan data digital yang dapat mendukung pengembangan koperasi berbasis komunitas.

Data dan pembiayaan menjadi bagian penguatan koperasi

Selain mengembangkan basis komunitas, Kementerian Koperasi menyiapkan dukungan dari sisi data dan pembiayaan. Kementerian akan menyediakan informasi serta memetakan koperasi berdasarkan sasaran dan sektor usaha.

Selanjutnya, Kementerian Koperasi akan memberikan pendampingan dan memperkuat kelembagaan koperasi. Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan Setiawan Ichlas akan memperkuat koordinasi dengan lembaga keuangan dan pemangku kepentingan terkait.

Koordinasi tersebut diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus menyusun skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan koperasi. Dengan demikian, kerja sama tidak hanya berfokus pada pembentukan badan usaha, tetapi juga pada dukungan yang dibutuhkan koperasi untuk menjalankan kegiatan ekonominya.

Baca Juga :  Penertiban Kawasan Hutan Masuk Tahap Pengumuman, Prabowo Minta Proses Terbuka

Muhammadiyah dorong fungsi masjid lebih luas

Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fathurrahman Kamal mengatakan Muhammadiyah ingin mengembangkan masjid sebagai ekosistem yang dapat membantu menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.

Pengembangan koperasi melalui jaringan masjid menjadi bagian dari upaya memperluas fungsi ekonomi komunitas. Pemerintah dan Muhammadiyah selanjutnya perlu menerjemahkan kerja sama tersebut melalui penguatan kelembagaan, pendampingan, pemetaan usaha, serta akses pembiayaan.

Kementerian Koperasi menilai pendekatan berbasis komunitas dapat menjadi salah satu jalur untuk memperluas pemberdayaan koperasi. Sementara itu, jaringan sekitar 12.000 masjid yang berada dalam lingkup Majelis Tabligh Muhammadiyah menjadi potensi yang dapat mendukung pelaksanaan program tersebut.

Berita Terkait

Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan
Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk
Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW
Bantuan Pertanian Jatim Rp3 Triliun, Pembibitan Ayam Jadi Fokus Tambahan Anggaran
Kredibilitas Fiskal Jadi Modal Indonesia Perluas Kerja Sama dengan Bank Dunia
Revitalisasi Museum 2026 Sasar Lebih dari 200 Situs Budaya di Indonesia
Gaji Pensiunan ASN Lewat Koperasi Masih Dikaji, Kemenkop Tegaskan Belum Ada Keputusan
Pelatihan Kerja Sukabumi Siapkan 1.600 Peserta, 11 Jenis Keterampilan Dibuka
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Dua Perkuat Sektor Pertahanan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Swasembada Beras Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Benahi Distribusi Pupuk

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Transformasi PLN Jadi Prioritas, Prabowo Dorong Efisiensi dan Energi Surya 100 GW

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Bantuan Pertanian Jatim Rp3 Triliun, Pembibitan Ayam Jadi Fokus Tambahan Anggaran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Revitalisasi Museum 2026 Sasar Lebih dari 200 Situs Budaya di Indonesia

Berita Terbaru